Surabaya (ANTARA) – Dinas Perhubungan Jawa Timur mengkaji pemanfaatan kapal Segera berbasis teknologi hydrofoil Demi memperkuat konektivitas transportasi laut antarpulau di Distrik setempat.
“Ini proposal teknologi yang luar Normal karena Bisa mempercepat waktu perjalanan masyarakat,” kata Kepala Dishub Jatim Nyono di Surabaya, Minggu.
Ia menjelaskan kapal Segera hydrofoil Mempunyai kecepatan Sekeliling 20 hingga 40 knot sehingga Bisa memangkas waktu tempuh dibandingkan kapal konvensional yang Ketika ini digunakan.
Menurut Nyono, teknologi tersebut berpotensi mendukung pengembangan program Trans Laut Jawa Timur yang menghubungkan sejumlah Distrik kepulauan.
Beberapa rute yang dinilai potensial antara lain Probolinggo-Gili Ketapang serta Banyuwangi-Bali Demi layanan penumpang.
Kapal tersebut dirancang Mempunyai kapasitas Sekeliling 125 penumpang sehingga dinilai lebih sesuai dengan tingkat permintaan dibandingkan kapal berkapasitas besar yang membutuhkan biaya operasional lebih tinggi.
Ia mencontohkan layanan kapal Segera Banyuwangi-Bali sebelumnya menghadapi tantangan, karena kapasitas kapal mencapai Sekeliling 400 penumpang, sementara jumlah pengguna belum optimal.
Akibatnya, operator membutuhkan dukungan subsidi agar operasional tetap berjalan.
“Kapasitas yang lebih kecil Membikin tingkat keterisian atau load factor lebih tinggi sehingga lebih layak secara ekonomi,” ujarnya.
Selain layanan penumpang, teknologi hydrofoil juga ditawarkan Demi mendukung angkutan logistik dan penyeberangan antarpulau.
Nyono mengatakan Dishub Jatim akan Maju mempelajari proposal tersebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat kepulauan sekaligus mempercepat mobilitas barang dan orang di kepulauan yang Eksis di Jawa Timur.
Menurut dia, pengembangan transportasi laut yang Segera dan efisien menjadi salah satu kebutuhan Krusial Demi mendukung pertumbuhan ekonomi Distrik kepulauan di provinsi tersebut.
