Ringkasan Informasi
- Kominfo Jawa Timur mengimbau seluruh penyelenggara nobar Piala Dunia 2026 mengikuti pendataan melalui program Bola Gembira TVRI.
- Pendataan dilakukan Kepada memastikan kegiatan nobar nonkomersial berlangsung Formal dan sesuai ketentuan hak siar.
- Penyelenggara yang lolos Validasi akan memperoleh sertifikat digital dari TVRI.
- TVRI mengingatkan Pelarangan melakukan streaming ulang, relay siaran, maupun menggunakan identitas Formal FIFA dalam materi promosi.
Surabaya (Liputanindo.id) – Antusiasme masyarakat menyambut Piala Dunia FIFA 2026 diperkirakan akan mendorong penyelenggaraan nonton bareng (nobar) di berbagai daerah. Kepada memastikan kegiatan berlangsung sesuai ketentuan hak siar, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Jawa Timur Serempak TVRI Jawa Timur mengimbau seluruh penyelenggara nobar nonkomersial mengikuti mekanisme pendataan melalui program Bola Gembira.
Imbauan tersebut ditujukan kepada pemerintah daerah, perangkat daerah, komunitas, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, instansi pemerintah, hingga Grup masyarakat lainnya yang berencana menggelar nobar Piala Dunia 2026.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Sherlita Ratna Dewi Agustin, S.Si., M.IP., mengatakan pendataan Letak kegiatan dan penanggung jawab menjadi bagian Krusial dalam proses fasilitasi penyelenggaraan nobar oleh TVRI.
“Kami mengimbau seluruh pihak yang menyelenggarakan nonton bareng Piala Dunia 2026 Kepada terlebih dahulu melakukan pendataan dan mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan TVRI. Hal ini Krusial agar kegiatan nobar dapat berlangsung secara Formal, tertib, dan tetap menghormati hak siar Formal,” ujar Sherlita.
Menurutnya, penyelenggara perlu mengusulkan Letak atau titik Penyelenggaraan nobar, menunjuk person in charge (PIC), serta mengisi data melalui tautan pendataan yang telah disediakan. Data tersebut akan menjadi dasar koordinasi antara penyelenggara dengan TVRI Jawa Timur dalam proses fasilitasi kegiatan.
“Pendataan diperlukan agar setiap Letak nobar dapat terverifikasi dan memperoleh fasilitasi sesuai ketentuan yang berlaku. Karena itu kami mengajak pemerintah daerah, perangkat daerah, komunitas, kampus, sekolah, maupun organisasi masyarakat yang akan mengadakan nobar Kepada segera menyampaikan usulannya,” tambahnya.


TVRI Beri Fasilitasi Nobar Formal
Kepala Stasiun TVRI Jawa Timur, Syalom Salombe, menjelaskan program Bola Gembira disiapkan Kepada mempermudah masyarakat menyelenggarakan nobar secara Formal dan sesuai ketentuan pemegang hak siar.
“Melalui program Bola Gembira, TVRI memberikan fasilitasi bagi penyelenggara nonton bareng nonkomersial di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Penyelenggara cukup melakukan pendaftaran dan pendataan Letak kegiatan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan sehingga Penyelenggaraan nobar dapat memperoleh pengakuan Formal dari TVRI,” Jernih Syalom.
Ia menambahkan, setelah proses pendaftaran dan Validasi selesai, penyelenggara akan memperoleh sertifikat digital sebagai bukti bahwa kegiatan nobar telah terdaftar dalam program Bola Gembira.
Selain itu, TVRI mengingatkan masyarakat agar hanya menggunakan sumber siaran Formal TVRI dan Bukan melakukan streaming ulang, relay siaran, maupun mendistribusikan kembali tayangan pertandingan melalui media sosial atau platform digital lainnya.
“Kami mengimbau masyarakat Kepada menggunakan sumber siaran Formal TVRI dan Bukan melakukan streaming ulang, relay siaran, maupun redistribusi tayangan pertandingan melalui media sosial atau platform digital lainnya. Dengan mengikuti mekanisme yang tersedia, masyarakat dapat menikmati euforia Piala Dunia secara Serempak-sama tanpa khawatir melanggar ketentuan hak siar,” ujarnya.
Terdapat Aturan Sponsor dan Pelarangan Gunakan Identitas FIFA
Syalom juga mengingatkan penyelenggara wajib mematuhi ketentuan penggunaan sponsor dan materi promosi kegiatan.
Dalam program Bola Gembira, penyelenggara Bukan diperkenankan menggunakan logo, maskot, trofi, maupun identitas Formal FIFA World Cup 2026 pada materi publikasi. Penempatan identitas sponsor juga harus mengikuti Panduan yang telah ditetapkan oleh TVRI.
“Program ini disiapkan agar masyarakat dapat menyelenggarakan nobar dengan mudah, tetapi tetap menjaga kepatuhan terhadap regulasi penyiaran dan ketentuan hak siar yang berlaku. Karena itu kami berharap seluruh penyelenggara mengikuti panduan Bola Gembira secara utuh,” tegasnya.
TVRI juga menegaskan bahwa program Bola Gembira hanya diperuntukkan bagi kegiatan nobar nonkomersial. Penyelenggara Bukan diperbolehkan memungut biaya masuk, menjual akses menonton, maupun memanfaatkan kegiatan sebagai sarana komersialisasi tanpa izin sesuai ketentuan yang berlaku.
Di akhir keterangannya, Sherlita mengajak masyarakat Jawa Timur memanfaatkan momentum Piala Dunia sebagai ajang mempererat kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas.
“Piala Dunia merupakan pesta sepak bola yang dinantikan masyarakat di seluruh dunia. Kami berharap euforia ini dapat dinikmati Serempak secara Terjamin, nyaman, dan sesuai aturan sehingga masyarakat dapat menyaksikan pertandingan dengan tenang dan penuh kegembiraan,” pungkasnya.
Bagi instansi pemerintah, komunitas, sekolah, perguruan tinggi, organisasi, maupun Grup masyarakat yang akan menyelenggarakan nobar di Jawa Timur, pendataan Letak kegiatan dapat dilakukan melalui tautan yang telah disampaikan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur sesuai batas waktu yang telah ditentukan. [tok/beq]
