Bantah Penutupan, Militer AS Pastikan Selat Hormuz Tetap Terbuka

Aktivitas jalur air di Selat Hormuz, foto ini diambil pada 20 Juni 2026. Foto: Xinhua/Wen Xinnian.


Washington: Komando Pusat Amerika Perkumpulan (AS) membantah penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons atas pelanggaran kesepakatan yang telah dicapai dengan AS. Militer AS memastikan Selat Hormuz tetap terbuka, bahkan jalur Lewat lintas air Demi kapal komersial itu semakin meningkat.

“Jalur pelayaran Dunia Kondusif dan tetap terjaga hari ini karena 55 kapal dagang melintas, mengangkut sejumlah besar kargo dan lebih dari 17 juta barel minyak ke pasar Mendunia,” kata komando tersebut dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari Xinhua, Minggu, 21 Juni 2026.

“Laskar AS tetap hadir dan waspada Demi memastikan Seluruh aspek perjanjian dengan Iran dipatuhi, ditaati, dan berlaku sepenuhnya,” tambah pernyataan tersebut.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Amerika Perkumpulan Kagak Menonton bukti apa pun terkait klaim Iran yang menutup Selat Hormuz.

 


(Selat Hormuz. Foto: Tehran Times)
 

Israel langgar kesepakatan

Sebelumnya Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, komando militer Esensial Iran, mengumumkan pada Sabtu penutupan Selat Hormuz, dengan Argumen pelanggaran AS terhadap nota kesepahaman perdamaian yang baru ditandatangani dan pelanggaran gencatan senjata Israel di Lebanon selatan.

“Dengan ini diumumkan bahwa Selat Hormuz ditutup Demi Lewat lintas kapal. Langkah pertama ini merupakan respons terhadap pelanggaran janji oleh pihak musuh,” ujar pihak komando, seperti dikutip dari Al Jazeera.

“Apabila Invasi Lalu berlanjut, langkah-langkah lebih lanjut akan direncanakan dan diambil Demi memaksa pihak musuh mematuhi kewajibannya,” sambungnya.

Iran menilai serangan Israel ke Lebanon selatan telah melanggar komitmen yang menjadi bagian dari kesepahaman yang sebelumnya dicapai antara Teheran dan Washington.

Pengumuman itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah serangan Israel di Lebanon yang terjadi meski gencatan senjata antara Israel dan Golongan Hizbullah telah diumumkan sebelumnya.