MPR Sebut Situs Batujaya Karawang Bukti Toleransi Berabad-abad Lewat

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa Situs Batujaya di Karawang, Jawa Barat, merupakan bukti Konkret Indonesia Mempunyai peradaban luhur sejak berabad-abad Lewat. Hal itu disampaikannya dalam Perhimpunan Obrolan Aktual Berbangsa dan Bernegara MPR RI di kawasan situs tersebut, Jumat (12/6/2026) sore.

Dilansir dari Detikcom, politisi yang akrab disapa Rerie ini menjelaskan bahwa kompleks percandian Buddha dari abad ke-5 tersebut membuktikan masyarakat masa Lewat Dapat hidup berdampingan dengan kerajaan Hindu yang mulai tumbuh pada masa yang sama.

“Batujaya bukan sekadar situs, dia adalah saksi bagaimana masyarakat hidup berdampingan pada masa Lewat, berdampingan dalam keberagaman,” ujar Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/6/2026).

Member Komisi X DPR RI tersebut menilai peninggalan bersejarah ini menjadi bukti otentik bahwa nilai-nilai kebangsaan Indonesia Tak lahir dari ruang Nihil, melainkan dari perjalanan panjang sejarah.

“Di sinilah sebetulnya Eksis sebuah pembelajaran bahwa nilai toleransi itu sudah hidup dan berakar sejak berabad-abad Lewat di Nusantara,” ungkap Lestari Moerdijat.

Rerie juga menekankan pentingnya pemahaman sejarah dan budaya yang kuat agar bangsa Indonesia Tak kehilangan arah serta Tak mudah tercerabut dari akarnya di tengah tantangan Era.

“Empat Pilar Kebangsaan itu hadir dari perjalanan panjang bangsa ini. Berbagai pikiran besar Bersua, yang kemudian membentuk kita menjadi satu bangsa. Peninggalan bersejarah di Batujaya adalah bagian Krusial dari perjalanan sejarah itu,” tegas Lestari Moerdijat.

Dalam kesempatan tersebut, Member Majelis Tinggi Partai NasDem ini memberikan apresiasi langsung kepada para mahasiswa arkeologi Universitas Indonesia yang sedang melakukan ekskavasi di lapangan.

“What apa yang dilakukan anak-anak Segala adalah sebuah kerja kebangsaan. Sebuah pekerjaan yang menggali kembali masa Lewat, bukan hanya sebagai barang yang kemudian ditampakkan, tapi banyak nilai yang terkandung di dalamnya,” ujar Lestari Moerdijat.

Rerie kemudian mengingatkan para calon arkeolog Buat mewaspadai tantangan maraknya pseudo-arkeologi berupa cerita karangan di era digital, sehingga diperlukan kolaborasi Segala pihak Buat menjaga keaslian sejarah.

“Tugas kita Segala adalah menunjukkan dan memahami bahwa warisan budaya yang Eksis, seperti peninggalan bersejarah di Situs Batujaya adalah bagian dalam sejarah peradaban bangsa ini dengan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, Krusial Buat membangun Kepribadian generasi penerus bangsa,” tegas Lestari Moerdijat.

Acara Obrolan bertema Batujaya: Warisan Peradaban dan Identitas Bangsa ini turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa, Wakil Bupati Karawang H. Maslani, dan Wakil Ketua DPRD Karawang Dian Fahrud Jaman.

Hadir pula jajaran akademisi seperti Dekan FIB UI Dr. Untung Yuwono, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Distrik Jawa Barat Retno Raswaty, Ketua Departemen Arkeologi FIB UI Prof. Cecep Eka Permana, serta Ketua Program Studi Arkeologi UI Dr. Ghilman Assilmi.

Kegiatan kuliah lapangan dan praktik penggalian di kawasan Situs Batujaya ini diikuti oleh sebanyak 90 mahasiswa Program Studi Arkeologi FIB UI sebagai bagian dari pembelajaran langsung kebudayaan dan pelestarian warisan bangsa.