Bank Jambi dan OJK memperluas inklusi keuangan bagi Etnis Anak Dalam

Bank Jambi dan OJK memperluas inklusi keuangan bagi Suku Anak Dalam

Kota Jambi (ANTARA) – Bank Jambi Berbarengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jambi Lanjut memperkuat upaya pemerataan akses layanan keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk komunitas Etnis Anak Dalam (SAD).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Edukasi dan Inklusi Keuangan yang digelar di Kecamatan Nalo Tantan, Kabupaten Merangin, Jambi, Kamis.

Kegiatan bertajuk “Lentera Inklusi di Balik Rimba: Membangun Kemandirian Finansial Etnis Anak Dalam”.

Direktur Treasury, Anggaran, IT dan Digital Bank Jambi Achmad Nunung HS mengatakan peningkatan literasi dan inklusi keuangan merupakan langkah Krusial Kepada memastikan seluruh masyarakat Mempunyai kesempatan yang sama dalam mengakses layanan keuangan formal.

Bank Jambi mendukung berbagai program edukasi keuangan yang menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah.

Masyarakat Etnis Anak Dalam diharapkan semakin mengenal produk dan layanan perbankan, memahami Krusial menabung, serta Mempunyai kemampuan mengelola keuangan secara Independen dan berkelanjutan.

Peserta juga memperoleh pemahaman terkait produk dan layanan perbankan, manfaat menabung, serta kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan dan kejahatan keuangan yang kian berkembang.

Kegiatan itu menjadi bagian dari upaya Berbarengan Kepada meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang Terjamin, mudah dijangkau, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi antara Bank Jambi, OJK, Pemerintah Kabupaten Merangin, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan masyarakat Etnis Anak Dalam semakin berdaya secara ekonomi, Mempunyai akses yang lebih luas terhadap layanan keuangan formal, serta Bisa meningkatkan kesejahteraan hidup secara berkelanjutan.

Sementara Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya mengatakan berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2025, indeks literasi keuangan nasional mencapai 66,46 persen, meningkat dibandingkan tahun Lewat sebesar 65,43 persen.

Sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen, meningkat dari 75,02 persen pada tahun 2024.

Menurut dia, Tetap terdapat kesenjangan sebesar 14,02 persen antara tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia.

OJK Lanjut memprioritaskan program edukasi dan inklusi keuangan kepada Golongan masyarakat yang Mempunyai tingkat literasi keuangan lebih rendah dibandingkan rata-rata nasional, termasuk masyarakat pedesaan dan Kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

“Edukasi keuangan sangat Krusial Kepada meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat perlindungan konsumen,” katanya.

Masyarakat dengan pemahaman keuangan yang Bagus dapat mengambil keputusan keuangan secara bijak, mengelola pendapatan dengan lebih efektif, serta melindungi diri dari berbagai risiko keuangan.

Kegiatan itu turut dihadiri Wakil Bupati Merangin Abdul Khafidh, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Merangin, Ketua Tumenggung, serta masyarakat, Perempuan, dan pelajar Etnis Anak Dalam.