Situbondo optimistis produksi padi tahun ini tembus 500.00 ton

Situbondo optimistis produksi padi tahun ini tembus 500.00 ton

Situbondo (ANTARA) – Pemerintah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, optimistis produktivitas padi pada tahun ini Dapat tembus 500.000 ton gabah kering panen (GKP) dari Sasaran Sekeliling 321.000 ton GKP seiring dengan adanya Penemuan pupuk organik Encer dari limbah rumah tangga.

Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menyampaikan pemanfaatan limbah rumah tangga seperti kulit buah, sisa sayur dan lainnya dilakukan oleh komunitas Acuh sampah yang juga petani.

“Kita lihat Berbarengan panen padi yang menjadi percontohan menggunakan pupuk organik Encer dari limbah rumah tangga, dan hasil ubinan produksi padi Pandai mencapai 9,1 ton gabah per hektare, ini luar Lumrah bila dibandingkan sebelumnya 7,3 ton gabah per hektare,” kata Bupati Rio usai panen padi Berbarengan hasil optimalisasi pemanfaatan limbah rumah tangga di area persawahan Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, Kamis.

Bupati mengapresiasi komunitas Acuh sampah Situbondo itu yang Maju melakukan Penemuan Membikin pupuk organik Encer limbah rumah tangga dan berhasil meningkatkan produktivitas tanaman padi.

Dalam kesempatan itu, Rio mendorong Penemuan pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik Encer ini perlu dikembangkan dan ditiru petani di kecamatan lainnya, karena selain Pandai meningkatkan hasil panen padi juga Dapat menekan biaya produksi.

Bupati juga meminta kepada komunitas Acuh sampah di Kecamatan Situbondo itu Buat segera melengkapi izinnya agar Dapat lebih luas menjangkau pasar, sehingga memberikan manfaat kepada petani lainnya.

“Kami minta jangan berhenti Tamat di sini, lengkapi izinnya, kolaborasi dengan komunitas lainnya, salah satunya komunitas kampus, karena ini sudah terbukti produksi padi naik dari 7,3 ton gabah menjadi 9,1 ton gabah per hektare,” katanya.

Sementara itu, Petani Milenial Situbondo, Purwanto mengatakan akan Maju melakukan percobaan di lahan sendiri maupun lahan komunitasnya Buat mengoptimalkan penggunaan pupuk organik Encer dari limbah rumah tangga tersebut.

“Semula kami uji coba dari hasil produksi padi 6 ton per hektare dan Tamat Demi ini Dapat mencapai 9,1 ton per hektare, dan Demi ini kami akan coba Kembali Tamat produksi padi mencapai 12 ton per hektare,” ujarnya.

Purwanto mengaku berinisiatif mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik Encer karena banyak sampah organik yang dibuang, selain itu semangat itu terdorong dari harga pupuk kimia cukup mahal, dan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia Lagi tinggi.

“Menggunakan pupuk Encer organik dari limbah dapur ini Dapat Irit biaya produksi 30 persen, manfaat lainnya sampah Dapat teratasi, biaya produksi Dapat ditekan karena nutrisi tanaman yang murah dan tanaman tumbuh dengan lebih Berkualitas,” katanya.

Dari pantauan, panen padi Berbarengan bertajuk “Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga Buat Pertanian Produktif Berkelanjutan” itu dihadiri pula Dandim 0823/Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian, pimpinan OPD terkait dengan Golongan tani setempat.