Tempat simpan SRG Berbasis Rel Perkuat Logistik Komoditas Nasional

Soft launching Tempat simpan SRG berbasis rel di Kawasan Stasiun Gedebage, Bandung. Foto: dok KBI.


Jakarta: PT Kliring Berjangka Indonesia (PT KBI) mendukung peluncuran awal (soft launching) Tempat simpan Sistem Resi Tempat simpan (SRG) berbasis rel di Kawasan Stasiun Gedebage, Bandung. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas logistik komoditas nasional melalui integrasi sistem penyimpanan dengan moda transportasi kereta api.

Direktur Istimewa PT KBI Budi Susanto mengatakan implementasi SRG berbasis rel menjadi bentuk sinergi lintas pemangku kepentingan Kepada memperkuat ekosistem perdagangan komoditas nasional.

“PT KBI sebagai Pusat Registrasi Resi Tempat simpan berkomitmen Kepada Maju mendorong integrasi SRG ke dalam rantai pasok logistik nasional. Kami berharap Jawa Barat dapat menjadi daerah perintis implementasi SRG berbasis rel melalui sinergi yang kuat antara PT KBI dengan Bappebti, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, PT KAI (Persero), PT Sucofindo (Persero), Bank BJB, PT Asal Logistik Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan terkait,” ujar Budi seperti dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 18 Juni 2026.

Adapun, Tempat simpan SRG Gedebage merupakan aset Punya PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang dimanfaatkan melalui kerja sama dengan PT Asal Logistik Indonesia. Sementara pengelolaan Tempat simpan dilakukan oleh PT Sucofindo (Persero).

Kehadiran Tempat simpan ini dinilai strategis karena mengintegrasikan penyimpanan komoditas dengan jaringan transportasi rel, sehingga distribusi dapat berjalan lebih efisien, terukur, dan terhubung dengan pasar yang lebih luas. Ke depan, Tempat simpan ini diproyeksikan Bukan hanya menjadi tempat penyimpanan, tetapi juga berfungsi sebagai pusat logistik (hub) yang menghubungkan sentra produksi dengan pasar domestik dan Dunia.

Pada tahap awal operasional, Tempat simpan SRG Gedebage akan mendukung penyimpanan kopi Java Preanger, salah satu komoditas unggulan Jawa Barat yang telah dikenal di pasar Mendunia. Pengembangan SRG berbasis rel diharapkan dapat membuka akses pasar lebih luas bagi pelaku usaha sekaligus meningkatkan efisiensi distribusi komoditas ekspor.

 


(Soft launching Tempat simpan SRG berbasis rel di Kawasan Stasiun Gedebage, Bandung. Foto: dok KBI)
 

Komoditas kopi Kendali registrasi SRG

Potensi besar komoditas kopi juga tercermin dari data registrasi PT KBI. Hingga Mei 2026, kopi mendominasi registrasi dalam sistem IsWare Next Gen dengan Bagian mencapai 47 persen dari total komoditas yang tercatat.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan SRG oleh pelaku usaha kopi, Bagus Kepada pengelolaan stok maupun akses pembiayaan.

Kepada meningkatkan layanan registrasi, PT KBI Maju memperkuat digitalisasi melalui pengembangan sistem IsWare Next Gen. Sistem ini dirancang Kepada meningkatkan efektivitas registrasi, mempermudah Pembuktian kualitas dan kuantitas komoditas, serta mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam ekosistem SRG.

Komitmen PT KBI juga diperkuat melalui partisipasi dalam ajang WIITEX 2026 yang digelar Serempak Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dalam Lembaga tersebut, PT KBI Berjumpa dengan pelaku usaha dan pembeli Dunia dari berbagai negara, antara lain Malaysia, Thailand, Filipina, Arab Saudi, Amerika Perkumpulan, dan Jerman.

Ajang tersebut menjadi momentum Kepada memperkenalkan optimalisasi SRG sebagai instrumen pendukung daya saing komoditas Indonesia di pasar Mendunia.

“Capaian yang diraih sepanjang 2025 menjadi pijakan Krusial bagi PT KBI Kepada Maju membangun ekosistem komoditas yang transparan, terintegrasi, dan berdaya saing Mendunia. Ke depan, kami akan Maju memperkuat kolaborasi strategis dengan berbagai pemangku kepentingan guna memperluas kontribusi terhadap pengembangan industri komoditas dan perekonomian nasional,” tutup Budi.