Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (11/6/2026) guna mendiskusikan percepatan swasembada Daya nasional. Dilansir dari Detikcom, pertemuan tersebut turut dihadiri oleh putra Jusuf Kalla yang menjabat sebagai CEO Kalla Grup, Solihin Kalla.
Kedatangan rombongan Jusuf Kalla Sekeliling pukul 14.30 WIB disambut langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya sebelum diantarkan menemui Presiden Prabowo. Pertemuan ini difasilitasi setelah adanya permohonan yang diajukan oleh Jusuf Kalla beberapa hari sebelumnya.
“Pak Wapres Jusuf Kalla beberapa hari Lampau meminta waktu Berjumpa kepada Presiden Prabowo. Beliau akan datang Berbarengan putra beliau yang juga seorang pebisnis,” ujar Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet.
Teddy menjelaskan bahwa Presiden Prabowo selalu membuka ruang komunikasi serta silaturahmi dengan para tokoh nasional hingga pelaku usaha. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan dan membangun kolaborasi demi kemajuan bangsa Indonesia.
Usai pertemuan, Jusuf Kalla membeberkan bahwa dialog intensif tersebut sengaja berfokus pada langkah-langkah strategis Kepada meningkatkan kemampuan dan kemandirian sektor Daya di dalam negeri.
“Kami, saya dengan Solihin baru saja berdiskusi, berbincang lelet dengan Bapak Presiden, didampingi Pak Sesneg dan Pak Seskab Kepada meningkatkan Daya, kemampuan Daya di Indonesia yang kita kenal itu swasembada Daya,” kata Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.
Pihaknya memaparkan bahwa rencana proyek investasi berskala besar Kepada mendukung kemandirian Daya ini sudah dipersiapkan secara matang dari segi desain maupun Posisi pembangunan.
“Oh ya tentu ini hubungannya pembangunan. Pembangunan itu mesti Terdapat aspek bisnisnya karena investasi, investasi yang besar. Jadi kita bicara tentang investasi kira-kira Rp 60-70 triliun, dan kita sanggup melaksanakan itu,” ujar Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.
Implementasi teknis di lapangan akan segera ditindaklanjuti karena prinsip dasar pembangunan dan skema investasi ini telah mendapatkan persetujuan langsung dari Presiden Prabowo.
“Desain sudah Terdapat, tempat sudah Terdapat, tinggal pembicaraan dengan teknisnya. Dan beliau, Bapak Presiden setuju Kepada segera kita realisir seperti itu. Memang bisnisnya karena investasi. Ya, itu,” kata Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.
Kalla Grup sendiri tercatat Mempunyai rekam jejak dalam sektor Daya terbarukan dan kini siap memperluas kapasitas pembangkit listrik demi mencukupi kebutuhan pasokan nasional.
“Kita siap Kepada… Kita sudah membangun 1.500 megawatt PLTA. Ini kita siap membangun Kembali 2.000 megawatt termasuk juga PLTG,” ujar Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.
Pasokan Daya yang kuat, khususnya Daya hijau, dinilai menjadi kunci Esensial Kepada merealisasikan Sasaran pertumbuhan ekonomi nasional yang dipatok mencapai Bilangan 8 persen.
“Karena itu Bapak Presiden setuju Kepada segera kita bangun Daya nasional, khususnya green energy, Kepada menjadi bagian daripada pembangunan nasional Kepada mendukung pertumbuhan ekonomi yang disampaikan oleh Bapak Presiden Tiba 8%, yang sekarang 5-6%. Karena itu butuh Daya yang kuat seperti itu,” ujar Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.
Selain membahas isu domestik dan ketahanan Daya, pertemuan di Istana Merdeka tersebut juga menjadi momentum bagi kedua tokoh Kepada bertukar pikiran mengenai situasi keamanan dan perdamaian di kancah Dunia.
“Itu yang kita sampaikan, di samping juga membicarakan perdamaian apa yang terjadi di negara-negara kayak tadi di Thailand dan di Afghanistan dengan Paskistan Itu yang kita bicarakan tadi juga seperti itu,” ujar Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI.
