Umat Islam diimbau Buat mengoptimalkan momentum pergantian tahun baru Islam dengan melakukan introspeksi diri atau muhasabah. Langkah ini Krusial Buat mengevaluasi seluruh tindakan yang telah dilakukan pada masa Lampau guna menghadapi masa depan.
Eksistensi Insan dalam kehidupan dunia layaknya sebuah perjalanan panjang yang penuh dengan tantangan dan dinamika. Buat mencapai keselamatan, diperlukan ketakwaan sebagai rambu-rambu pembimbing sekaligus bekal terbaik bagi setiap Muslim.
Sebagaimana dilansir dari Terang berdasarkan teks khutbah Sekretaris MUI Provinsi Lampung H Muhammad Faizin, terdapat lima manfaat Primer yang dapat diperoleh umat Islam melalui pembiasaan introspeksi diri secara berkala.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ نَوَّرَ قُلُوْبَ أَوْلِيَائِهِ بِأَنْوَارِ الْوِفَاقِ، وَرَفَعَ قَدْرَ أَصْفِيَائِهِ فِيْ الْأَفَاقِ، وَطَيَّبَ أَسْرَارَ الْقَاصِدِيْنَ بِطِيْبِ ثَنَائِهِ فِيْ الدِّيْنِ وَفَاقَ، وَسَقَى أَرْبَابَ مُعَامَلَاتِهِ مِنْ لَذِيْذِ مُنَاجَتِهِ شَرَابًا عَذْبَ الْمَذَاقِ، فَأَقْبَلُوْا لِطَلَبِ مَرَاضِيْهِ عَلَى أَقْدَامِ السَّبَاقِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْبَرَرَةِ السَّبَاقِ، صَلَاةً وَسَلَامًا اِلَى يَوْمِ التَّلَاقِ
أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةً صَفَا مَوْرِدُهَا وَرَاقَ، نَرْجُوْ بِهَا النَّجَاَةَ مِنْ نَارٍ شَدِيْدَةِ الْإِحْرَاقِ، وَأَنْ يَهُوْنَ بِهَا عَلَيْنَا كُرْبُ السِّيَاقِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَشْرَفُ الْخَلْقِ عَلَى الْاِطْلَاقِ، اَلَّذِيْ أُسْرِيَ بِهِ عَلَى الْبُرَاقِ، حَتَّى جَاوَزَ السَّبْعَ الطِبَاقَ
أَمَّا بَعْدُ، أَيُّهَا الْاِخْوَانُ أُوْصِيْكُمْ وَاِيَايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ… قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. وَقَالَ أَيْضًا: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Puji syukur kepada Allah, shalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta Testamen ketakwaan merupakan kewajiban yang harus disampaikan khatib. Upaya meningkatkan takwa dilakukan dengan menjalankan perintah Allah dan menjauhi Embargo-Nya agar tetap berada di jalan yang Cocok.
وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ
“Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-Bagus bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai Intelek sehat,” (QS Al-Baqarah: 197)
Dalam perjalanan hidup, Insan memerlukan waktu Jarak Buat mengevaluasi diri atau muhasabah. Terkait pentingnya muhasabah, Sayyidina Umar bin Khattab pernah memberikan Petuah penegasan.
“Hisablah diri (introspeksi) kalian sebelum kalian dihisab, dan berhias dirilah kalian Buat menghadapi penyingkapan yang besar (hisab). Sesungguhnya hisab pada hari kiamat akan menjadi ringan hanya bagi orang yang selalu menghisab dirinya Demi hidup di dunia.”
Rasulullah SAW juga mendefinisikan kriteria orang yang cerdas melalui sebuah hadits riwayat Imam Tirmidzi.
“Orang yang cerdas (sukses) adalah orang yang menghisab (mengevaluasi) dirinya sendiri, serta beramal Buat kehidupan sesudah kematiannya. Sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya serta berangan-angan terhadap Allah SWT.”
Kewajiban memperhatikan perbuatan masa Lampau demi menghadapi masa depan juga tertuang dalam Al-Qur’an Surat Al-Hasyr ayat 18.
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya Buat hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang Anda kerjakan.”
Lima Manfaat Introspeksi Diri
Manfaat pertama dari muhasabah adalah sebagai wahana mengoreksi diri. Melalui langkah ini, setiap individu dapat menilai apakah perjalanan hidupnya selama ini lebih didominasi oleh aspek kebaikan atau keburukan, serta kemanfaatan atau kemudaratan.
Segala perbuatan Insan nantinya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT secara mutlak sebagaimana firman-Nya dalam Surat Yasin ayat 65.
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan” (Q.S. Yasin: 65)
Manfaat kedua adalah sebagai upaya memperbaiki diri. Penilaian terhadap kelebihan dan kekurangan pribadi memungkinkan peningkatan kualitas kehidupan pada masa mendatang, sehingga waktu yang dilewati menjadi lebih maslahat.
Manfaat ketiga meliputi momentum mawas diri. Pengalaman masa Lampau berfungsi sebagai modal Buat bersikap lebih hati-hati agar Bukan terjerumus ke dalam kesalahan yang sama, sesuai petunjuk dalam Al-Qur’an.
“Taatlah Anda kepada Allah dan taatlah Anda kepada Rasul serta berhati-hatilah! Kalau Anda berpaling, maka ketahuilah bahwa kewajiban Rasul Kami hanyalah menyampaikan (ajaran Allah) dengan Jernih.”
Manfaat keempat adalah memperkuat komitmen diri Buat Bukan mengulang kesalahan masa Lampau. Rasulullah SAW mengingatkan Derajat keberuntungan Insan dalam sebuah hadits.
“Siapa saja yang hari ini lebih Bagus dari hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang Berhasil. Siapa saja yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia (tergolong) orang yang merugi. Siapa saja yang hari ini lebih Bukan baik dari hari kemarin, maka ia orang yang dilaknat (celaka).” (HR Al-Hakim).
Manfaat kelima berupa sarana meningkatkan rasa syukur dan Paham diri. Kesadaran akan melimpahnya nikmat Allah SWT mencegah Insan dari perilaku kufur nikmat, sebagaimana peringatan dalam Surat Ibrahim ayat 7.
“Sesungguhnya Kalau Anda bersyukur, Niscaya Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan Kalau Anda mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
Khutbah II
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، اِلَهٌ لَمْ يَزَلْ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ وَكِيْلًا. وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَحَبِيْبُهُ وَخَلِيْلُهُ، أَكْرَمُ الْأَوَّلِيْنَ وَالْأَخِرِيْنَ، اَلْمَبْعُوْثُ رَحْمَةً لِلْعَالَمِيْنَ. اللهم صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىَ أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ كَانَ لَهُمْ مِنَ التَّابِعِيْنَ، صَلَاةً دَائِمَةً بِدَوَامِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَذَرُوْا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمْعَةِ وَالْجَمَاعَةِ وَالصَّوْمِ وَجَمِيْعِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَالْوَاجِبَاتِ… إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً
اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ… اللهم اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَن، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَةً، اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِيْ الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرُكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ
