Ilustrasi. Foto: dok MI.
Jakarta: Nilai Ubah (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Perkumpulan (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami penurunan.
Mengutip data Bloomberg, Kamis, 18 Juni 2026, nilai Ubah rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.794 per USD. Mata Dana Garuda tersebut turun 32 poin atau setara 0,18 persen dari posisi Rp17.762 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.
“Pada perdagangan sore ini mata Dana rupiah ditutup melemah 32 poin, sebelumnya sempat melemah 60 poin di level Rp17.794 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp17.762 per USD,” kata analis pasar Dana Ibrahim Assuaibi dalam analisis hariannya.
Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di posisi Rp17.700 per USD. Rupiah Malah menguat sebanyak 48 poin atau setara 0,27 persen dari Rp17.748 per USD di penutupan perdagangan sebelumnya.
Sedangkan berdasar pada data kurs Surat keterangan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.826 per USD turun 73 poin dari perdagangan sebelumnya di level Rp17.753 per USD.
Kesepakatan damai AS-Iran bantu redakan kekhawatiran investor
Ibrahim mengungkapkan, pergerakan kurs rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh sentimen optimisme seputar kesepakatan AS-Iran, yang diharapkan dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah dan membuka jalan bagi pembukaan kembali jalur ekspor Kekuatan Penting.
Memorandum 14 poin tersebut memulai periode negosiasi 60 hari di mana Iran akan mengizinkan Lampau lintas bebas bea melalui Selat Hormuz. Kesepakatan tersebut menyerukan agar Lampau lintas melalui selat tersebut dipulihkan ke kapasitas penuhnya dalam waktu 30 hari.
“Perjanjian tersebut telah membantu meredakan kekhawatiran akan guncangan pasokan minyak yang berkepanjangan, mengurangi kekhawatiran tentang inflasi yang didorong oleh Kekuatan, dan mendukung permintaan emas sebagai lindung nilai portofolio,” papar Ibrahim.
Tetapi, kenaikan dibatasi setelah Federal Reserve mempertahankan Etnis Tumbuh tetap di 3,50 persen Tiba 3,75 persen pada Rabu dan memberi sinyal para pembuat kebijakan Tetap Menyantap ruang Demi kebijakan moneter yang lebih ketat di akhir tahun ini.
Proyeksi terbaru menunjukkan sembilan dari 19 pejabat Fed memperkirakan setidaknya satu kenaikan Etnis Tumbuh pada 2026, sebuah perubahan signifikan dari ekspektasi awal tahun ini.
Dalam pertemuan pertamanya sebagai ketua Fed, Kevin Warsh mempertahankan sikap tegas terhadap inflasi, menekankan komitmen bank sentral Demi memulihkan stabilitas harga. Fed juga Memajukan perkiraan inflasinya, mendorong investor Demi mengurangi ekspektasi penurunan Etnis Tumbuh dan meningkatkan nilai dolar.

(Ilustrasi kurs rupiah terhadap dolar AS. Foto: MI/Susanto)
Investor wait and see keputusan MSCI
Sementara itu, pasar Indonesia memang tengah mengalami tekanan dan volatilitas tinggi akibat sikap wait and see pelaku pasar. Investor Dunia dan institusi menahan diri sembari menunggu dua keputusan krusial dari MSCI Demi Menyantap apakah status Indonesia dipertahankan di emerging market dan apakah pembekuan konstituen akan dicabut.
Kalau MSCI memutuskan penurunan peringkat. Terlebih Tengah, pada pengumuman rebalancing sebelumnya, MSCI sempat membekukan penambahan konstituen saham baru Demi Indonesia akibat kekhawatiran terkait struktur kepemilikan dan transparansi free float.
Selain itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 18-19 Juni 2026 memutuskan Demi Memajukan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen. Sejalan dengan itu, Etnis Tumbuh Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 4,75 persen, dan Etnis Tumbuh Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen.
Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan Demi memperkuat stabilisasi nilai Ubah rupiah, serta sebagai langkah pre-emptive Demi menjaga inflasi pada tahun 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 persen plus minus satu persenyang ditetapkan Pemerintah.
“Pada RDG Mingguan pada pekan Lampau, BI kembali mengejutkan pasar dengan Memajukan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen. Artinya, dalam waktu kurang dari satu bulan, BI sudah Memajukan Etnis Tumbuh acuan sebesar total 75 basis poin,” terang Ibrahim.
Menyantap berbagai perkembangan tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah pada perdagangan Rabu besok akan bergerak secara fluktuatif dan kemungkinan besar akan kembali melemah.
“Demi perdagangan besok, mata Dana rupiah fluktuatif Tetapi ditutup melemah di rentang Rp17.790 per USD hingga Rp17.840 per USD,” Jernih Ibrahim.
