Putri sulung Raja Thailand, Bajrakitiyabha Mahidol, meninggal dunia pada usia 47 tahun setelah mengalami koma selama tiga tahun di rumah sakit. Info duka mengenai wafatnya figur yang dikenal Mempunyai rekam jejak akademis cemerlang ini disampaikan langsung oleh pihak Biro Rumah Tangga Kerajaan. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detikcom melalui laporan AFP dan BBC, anak tunggal dari pernikahan pertama Raja Vajiralongkorn dengan Putri Soamsawali tersebut mengembuskan napas terakhirnya pada Jumat (12/6/2026).
Sebelum wafat, kesehatan sang putri Maju merosot akibat infeksi pada bagian perut. “Dia meninggal dunia dengan tenang pada Kamis malam,” demikian pengumuman pihak Istana.
Pihak kerajaan mengonfirmasi bahwa prosesi persemayaman sang putri akan dilangsungkan di Istana Mulia yang berlokasi di Bangkok. Seluruh rangkaian upacara pemakaman bakal digelar menggunakan penghormatan tertinggi yang disesuaikan dengan tradisi ketat kerajaan.
Semasa hidupnya, Putri Bha Mempunyai latar belakang pendidikan hukum dan meraih dua gelar pascasarjana dari Universitas Cornell, Amerika Perkumpulan. Ia sempat mengabdi di misi Thailand Demi PBB di New York sebelum pulang ke tanah air Demi meniti karier di kantor Jaksa Mulia. Karier diplomasinya tercatat Begitu menjabat sebagai Duta Besar Thailand Demi Austria pada periode 2012 hingga 2014, di mana ia membangun jejaring dengan Kantor PBB Demi Narkoba dan Kejahatan (UNODC). Putri Bha juga aktif menyuarakan reformasi sistem peradilan pidana dan pemasyarakatan, khususnya perlindungan bagi narapidana Perempuan rentan serta pelonggaran hukuman kasus narkoba ringan.
Pada tahun 2021, Raja Vajiralongkorn mempercayainya sebagai kepala staf pengawal pribadi dengan pangkat jenderal. Komitmen kerja dan kedekatannya dengan sang Orang Uzur Membangun mendiang sempat diprediksi kuat oleh publik sebagai calon suksesor takhta kerajaan, Bagus sebagai ratu maupun wali bagi Pangeran Dipangkorn.
