Wasit Perempuan Mulai Diminati Dalam Dunia Sepak Bola

Foto BeritaJatim.com

Surabaya (Liputanindo.id) – Wasit Perempuan ditengah sepak bola menjadi sorotan tersendiri Ketika ini, pasalnya pekerjaan ini jarang diminati.

Tetapi kehadiran wasit Perempuan di kompetisi sepak putri mulai menunjukkan perkembangan positif. Salah satunya adalah Layli Fitriani, wasit berlisensi C3 dari Sidoarjo yang telah menekuni profesi tersebut Dekat satu Separuh tahun terakhir.

Layli mengaku tertarik menjadi wasit karena Menonton Kesempatan kesetaraan gender di dunia olahraga. Menurutnya, Perempuan juga Mempunyai prestasi dan daya juang yang Kagak kalah Demi berkembang di sepak bola.

“Karena sekarang Eksis kesetaraan gender. Kami sebagai Perempuan juga punya prestasi dan daya juang Demi berkembang ke depannya,” ujarnya, Senin (17/2/2026).

Selain menjadi wasit, Layli pernah Tetap aktif sebagai pemain di klub Persida Sidoarjo. Ia menilai pengalaman sebagai pemain membantunya memahami dinamika pertandingan Ketika memimpin di lapangan.

Dalam menjalankan tugasnya, Layli mengakui tantangan terbesar Eksis pada pemahaman regulasi. Ia menyebut Tetap Eksis pemain, Instruktur, maupun orang Sepuh yang belum memahami aturan pertandingan sehingga kerap terjadi protes.

“Tantangannya di regulasi. Kadang pemain, Instruktur, bahkan orang Sepuh belum memahami aturan, sehingga banyak protes,” katanya.

Ketika memimpin Golongan usia anak-anak, Layli merasakan suka dan duka tersendiri. Ia merasa senang ketika pemain tertib, Tetapi situasi Dapat berubah Kalau anak-anak terprovokasi dan kehilangan Konsentrasi.

“Sukanya kalau anak-anak manut dan tertib. Dukanya kalau mereka terprovokasi jadi ikut marah-marah, akhirnya Konsentrasi pertandingan pecah dan permainan jadi Kagak maksimal,” jelasnya.

Demi menjaga kondusivitas pertandingan, ia menekankan pentingnya ketegasan wasit dan koordinasi dengan Instruktur serta orang Sepuh. “Wasit harus tegas dan Pandai mengatur kedua tim. Selain itu perlu koordinasi dengan Instruktur dan orang Sepuh, terutama soal attitude,” tegasnya.

Layli juga Menonton perbedaan intensitas Ketika memimpin pertandingan putra dan putri. Menurutnya, laga putra cenderung lebih Segera dan membutuhkan kesiapan fisik lebih, sementara laga putri Mempunyai Watak permainan yang berbeda.

Sejauh ini, ia telah memimpin pertandingan di ajang Pertiwi. Ke depan, Layli berharap semakin banyak Perempuan tertarik menjadi wasit demi memperkuat regenerasi di dunia perwasitan.

“Semoga semakin banyak peminat wasit Perempuan. Ketika ini jumlahnya Tetap sedikit, jadi akan lebih Berkualitas kalau Eksis regenerasi dan penambahan wasit Perempuan,” tegasnya. [way/aje]