Pada akhir pertandingan, timnas Uruguay telah melepaskan 28 tembakan ke gawang, 10 di antaranya mengarah ke tiang dan mistar gawang, sedangkan timnas Arab Saudi hanya melepaskan 7 tembakan, 3 di antaranya mengarah ke tiang dan mistar gawang.
Bilangan-Bilangan ini mencerminkan penurunan performa yang signifikan dari tim nasional Saudi pada babak kedua, di mana mereka hanya melepaskan dua tembakan, dibandingkan dengan 23 tembakan dari tim nasional Uruguay.
Tampaknya Instruktur asal Yunani tersebut Tak belajar dari kesalahan yang dilakukan timnas Maroko dan Mesir pada edisi Piala Dunia kali ini, ketika mereka membuang Keistimewaan atas Brasil dan Belgia, hingga terjebak dalam hasil imbang.
Tetapi, yang lebih Tak baik bagi timnas Saudi adalah bahwa timnas Maroko dan Mesir berusaha mencetak gol kedua, Bagus sebelum maupun setelah hasil imbang, Tetapi kegagalan para pemain dalam memanfaatkan Kesempatan menghalangi hal itu, berbeda dengan “Al-Akhdar” yang sama sekali Tak melakukannya.
Bagaimanapun, tim nasional Saudi harus belajar dari pelajaran ini, terutama dalam pertandingan melawan Spanyol dan Cape Verde, di mana mereka harus bermain lebih kompetitif, terutama melawan tim Afrika, demi meraih kemenangan yang mutlak diperlukan Demi lolos ke babak berikutnya.
