ESDM siapkan Rp5,2 triliun Kepada jargas rumah tangga pada 2027

ESDM siapkan Rp5,2 triliun untuk jargas rumah tangga pada 2027

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Kekuatan dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,2 triliun pada tahun anggaran (TA) 2027 Kepada melanjutkan pembangunan infrastruktur jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di berbagai daerah.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno menyampaikan bahwa anggaran tersebut dialokasikan Kepada membangun Nyaris satu juta sambungan, atau tepatnya menyasar 959.232 sambungan rumah (SR).

“Program perluasan jargas rumah tangga multiyears contract (MYC) tahun anggaran 2026-2028 serta konsultan pengawas Kepada 959.232 sambungan rumah sebesar Rp5,2 triliun,” kata Tri yang mewakili para Eselon I Kementerian ESDM dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta, Senin.

Total Pagu Indikatif Kementerian ESDM Tahun Anggaran 2027 telah ditetapkan sebesar Rp27,33 triliun, berdasarkan Surat Serempak Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Tri memaparkan sebesar 82 persen dari total pagu atau senilai Rp22,48 triliun diprioritaskan Kepada belanja program strategis dan infrastruktur fisik.

Selain jargas rumah tangga, alokasi infrastruktur Kekuatan di sektor minyak dan gas bumi juga meliputi Rp3,9 triliun Kepada pembangunan satu ruas pipa gas bumi Dumai-Sei Mangkei (MYC 2025–2027).

Selanjutnya, kementerian juga mengalokasikan anggaran Kepada satu ruas pipa transmisi gas Semarang-Solo-Jogja (MYC 2026–2028) sebesar Rp702,3 miliar, serta satu ruas pipa transmisi gas Cirebon-Bandung (MYC 2026–2028) senilai Rp577 miliar.

Pemerintah, menurut dia, Maju mempercepat perluasan jargas rumah tangga sebagai salah satu strategi menekan ketergantungan pada impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemanfaatan jargas di dalam negeri Ketika ini Tetap relatif kecil dan baru tersedia di 86 kota/kabupaten. Padahal dari sisi efisiensi ekonomi, penggunaan jargas diklaim jauh lebih Ekonomis hingga 40 persen dibandingkan dengan LPG tabung.

Guna mempercepat pemanfaatannya, pemerintah tengah mengebut integrasi infrastruktur pipa gas bumi dari Sumatra hingga Jawa, mencakup investasi strategis pada pembangunan pipa transmisi Cirebon–Semarang (Cisem) serta Dumai–Sei Mangkei (Dusem).

Kementerian ESDM mencatat jargas rumah tangga yang terpasang hingga tahun 2024 telah mencapai 943 ribu sambungan. Jumlah tersebut mencakup 703 ribu sambungan yang dibiayai lewat APBN dan 240 ribu sambungan dari skema non-APBN.