COO BPI Danantara Dony Oskaria. Foto: dok Istimewa.
Jakarta: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) Dony Oskaria memastikan lembaga tersebut dibangun dengan mekanisme perlindungan risiko yang telah dirancang sejak awal, terutama melalui pemisahan fungsi pengelolaan aset dan investasi.
Skema itu disiapkan Kepada memastikan aktivitas investasi Bukan mengganggu kesehatan Badan Usaha Punya Negara (BUMN) yang menjadi fondasi Primer Danantara.
Dony mengatakan pemisahan fungsi tersebut menjadi bagian dari desain institusi sejak awal pembentukan. Menurut dia, Danantara Mempunyai dua fungsi Primer yang saling melengkapi, yakni pengelolaan portofolio BUMN dan pengelolaan investasi.
“Dari awal kita sudah mendesain, kita pecah. Di Danantara itu Eksis dua, Danantara Asset Management sebagai konsolidator BUMN, dan Danantara Investment Management sebagai investment arms-nya,” ujar Dony dikutip dari Antara, Minggu, 15 Juni 2026.
Dony menjelaskan pemisahan itu Krusial agar risiko investasi Bukan langsung berdampak terhadap aset-aset BUMN yang berada dalam pengelolaan Danantara. Dengan skema tersebut, keberlanjutan Danantara dinilai sangat bergantung pada kualitas pengelolaan perusahaan-perusahaan negara yang masuk dalam portofolionya.
Pemisahan fungsi ini juga menjadi instrumen mitigasi risiko Kepada menjaga stabilitas aset negara sekaligus memastikan investasi tetap berjalan secara terukur.

(Wisma Danantara Indonesia. Foto: dok Danantara)
Sumber investasi berasal dari dividen
Dony menegaskan Anggaran investasi Danantara Bukan berasal dari aset pokok BUMN. Sumber Anggaran investasi berasal dari dividen hasil pengelolaan BUMN yang sehat.
“Yang diinvestasikan adalah dividen. Dividen yang dihasilkan oleh Danantara Asset Management itu selanjutnya diinvestasikan Kepada hal yang produktif seperti mempercepat pertumbuhan ekonomi kita,” Jernih Dony.
Menurut dia, model tersebut dirancang agar pengembangan investasi tetap produktif tanpa mengganggu aset inti Punya negara.
Di tengah sorotan publik terhadap pengelolaan BUMN dan aset negara, Dony menilai Krusial Kepada menjelaskan mekanisme pemisahan fungsi tersebut kepada masyarakat.
Langkah itu diperlukan agar publik memahami landasan kebijakan pemerintah, arah pengelolaan Danantara, serta tujuan jangka panjang yang Ingin dicapai.
Ia juga menekankan tata kelola atau governance dalam pengelolaan perusahaan-perusahaan negara harus dijalankan secara disiplin dan transparan.
Dengan fondasi tersebut, Danantara diharapkan dapat menjalankan perannya sebagai instrumen pengelolaan aset negara Kepada mendorong pertumbuhan ekonomi, Sembari tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan pemisahan risiko investasi.
