Pemerintah pacu pembangunan sekolah rakyat di Nagan Raya Aceh

Pemerintah pacu pembangunan sekolah rakyat di Nagan Raya Aceh

Nagan Raya (ANTARA) – Menteri Pekerjaan Lazim Republik Indonesia Dody Hanggodo mengatakan pemerintah optimis dan Maju mengejar agar proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang berada di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Pandai berfungsi secara fungsional pada akhir Juni 2026 mendatang.

“Insya Allah Sekalian kita kejar selesai di akhir Juni. Kita Lagi semangat seperti itu,” kata Dody Hanggodo kepada wartawan di Nagan Raya, Aceh, Minggu.

Seperti diketahui, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh menyediakan lahan seluas 8,1 hektare Demi mendukung program pembangunan Sekolah Rakyat yang berlokasi di Kompleks Perkantoran Suka Makmue.

Proyek itu telah berjalan sejak beberapa bulan yang Lewat, Tetapi Ketika ini progres pembangunan nya Lagi renda karena terkendala transportasi material.

Menyikapi hal itu, Dody Hanggodo mengatakan pemerintah Maju berupaya sekolah tersebut dapat segera fungsional, meski di beberapa tempat kesulitan transportasi material, dan secara bertahap akan disempurnakan Tamat Betul-Betul Pandai berfungsi 100 persen.

Dengan percepatan tersebut, diharapkan anak-anak di Nagan Raya, Aceh sudah Pandai masuk dan menikmati fasilitas sekolah yang baru pada bulan Juli 2026 mendatang, ujar dia.

Ia menjelaskan, Kementerian Pekerjaan Lazim (PU) Republik Indonesia Maju berupaya mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan (SD, SMP, dan SMA) di Area Aceh.

Meskipun demikian, tantangan geografis dan logistik berupa transportasi jalur darat Lagi menjadi kendala Penting dalam penyaluran material bangunan.

Menteri Pekerjaan Lazim Republik Indonesia, Dody Hanggodo Ketika meninjau Penyelenggaraan pembangunan Sekolah Rakyat di Kompleks Perkantoran Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Minggu (14/6/2026). (ANTARA/ISTIMEWA)

Dody Hanggodo mengatakan sebagian besar material bangunan harus didatangkan langsung dari Medan, Sumatera Utara. Jarak tempuh dan kondisi jalur darat yang ekstrem menjadi hambatan tersendiri bagi para penyedia jasa.

“Jalurnya cukup ekstrem, sehingga suplai material secara darat memang sangat berat,” ujar Menteri PU Ketika memberikan keterangan di Posisi proyek,” katanya.

Sebagai solusi alternatif, opsi pengiriman via udara menggunakan pesawat sempat dipertimbangkan.

Tetapi, keterbatasan fasilitas bandara setempat yang belum Pandai didarati oleh pesawat kargo berkapasitas besar seperti Hercules Membangun jalur udara belum Pandai dimanfaatkan secara maksimal.

Demi mengatasi kendala bahan baku seperti semen yang kerap menghambat metode pengecoran beton konvensional, pihak rekanan dan penyedia jasa kini didorong Demi mengoptimalkan penggunaan batching plant lokal.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan logistik jarak jauh.

Meski menghadapi tantangan transportasi, Dody Hanggodo mengapresiasi kinerja di lapangan karena Ketika ini progres pembangunan telah mencapai kisaran 64 persen.

Kementerian PU menargetkan bangunan sekolah ini sudah dapat berfungsi secara fungsional pada akhir Juni 2026, sehingga para siswa dapat segera memanfaatkannya Demi kegiatan belajar mengajar.