Ringkasan Berita:
- PDIP Jatim menargetkan 14 kursi DPRD Jember pada pemilu mendatang.
- Begitu ini PDIP Mempunyai delapan kursi dari tujuh dapil di Jember.
- Deni Wicaksono meminta seluruh dapil ditarget dua kursi.
- PDIP juga diminta memperkuat database pemilih dan pengurus muda.
Jember (Liputanindo.id) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Jawa Timur menargetkan perolehan 14 kursi di DPRD Kabupaten Jember pada Pemilu 2029 mendatang.
Begitu ini, PDIP Mempunyai delapan kursi di DPRD Kabupaten Jember yang berasal dari tujuh daerah pemilihan (dapil).
Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Deni Wicaksono mengatakan Sasaran ideal Kepada Jember adalah dua kursi di setiap dapil.
“Besok Semestinya, kalau hitung-hitungan gampangnya Eksis tujuh dapil, kursinya 14. Jadi satu dapil itu dua kursi. Ini yang harus Maju menjadi Sasaran,” kata Deni Begitu pelantikan 31 pengurus anak cabang PDIP di Ball Room Hotel Cempaka Hill, Minggu (24/5/2026).
Deni menilai Sasaran 12 kursi yang sebelumnya dicanangkan DPC PDI Perjuangan Jember Tak adil karena Tetap Eksis dapil yang hanya ditarget satu kursi.
“Yang lain ditarget dua kursi per dapil, yang dua dapil ditarget satu kursi. Tak adil. Sebagai Ketua DPC, harus adil. Setiap dapil targetnya dua kursi Seluruh,” ujarnya.
Menurutnya, Sasaran tersebut harus dipersiapkan sejak awal tanpa bergantung pada perubahan sistem pemilu.
“Tugas kita hari ini adalah menyiapkan mesin, menyiapkan Laskar, menyiapkan barisan agar sistemnya apa pun, Bilaman Penyelenggaraan pemilunya, kita sudah siap. Ini yang wajib hukumnya pasca pelantikan PAC ini,” katanya.
Deni juga meminta DPC PDIP Jember segera menyelesaikan pembentukan pengurus ranting dan anak ranting.
“Tahun 2026 harus clear. Tak Tamat akhir tahun. Karena di akhir tahun ini seluruh caleg yang siap bertarung harus sudah mengisi dapil masing-masing,” katanya.
Selain penguatan struktur partai, PDIP Jember juga diminta membangun database pemilih hingga tingkat Dasar.
“Jember insyaallah semuanya siap. Kadernya Dapat turun melakukan pendataan database pemilih, karena strukturnya lengkap Tamat ranting dan anak ranting,” ujarnya.
Ia menilai gerakan politik berbasis data menjadi sangat Krusial menghadapi persaingan politik pada Pemilu 2029.
“Pergerakan yang menghasilkan data itulah yang hari ini menjadi tujuan kita. Kalau kita bergerak sporadis, banyak event besar, banyak orang, meriah, kegiatan di setiap titik ramai Maju, dampaknya dianggap bagus, tapi Tak Eksis pemetaan lapangan dan Tak punya data, maka pada 2029 akan sulit, karena Seluruh partai akan melakukan hal yang sama,” kata Deni.
Deni juga memuji langkah DPC PDIP Jember yang banyak melibatkan generasi milenial dan Gen Z dalam struktur kepengurusan partai.
Menurutnya, kader muda Mempunyai potensi besar Kepada memperkuat kerja-kerja politik berbasis survei dan pendekatan langsung ke masyarakat.
“Saya bayangkan, kalau kadernya banyak anak muda, mereka Dapat dilatih Kepada melakukan survei, melakukan door to door. Ini kalau proses panjang kita lakukan mulai dari sekarang, insyaallah data pemilih di Kabupaten Jember akan lengkap,” katanya.
Ia menilai generasi muda Tetap Mempunyai idealisme dan semangat perjuangan yang kuat.
“Idealismenya, pergerakannya, ketulusannya, ide dan gagasannya boleh dikatakan Tetap putih. Besok 58 persen pemilih di 2029 adalah Gen Z dan milenial. Jadi Dekat 60 persen yang memilih adalah anak-anak muda,” katanya. [wir/beq]
