Tugas Kementerian Ekraf adalah bagaimana sektor ekonomi kreatif itu meningkat investasinya
Yogyakarta (ANTARA) – Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi panutan dalam pengembangan ekonomi kreatif dari berbagai daerah karena mempunyai modal kuat dalam ekosistem budaya yang melahirkan Penemuan dan kreativitas.
“Bagaimana daerah dengan budayanya yang kuat itu sebagai hulunya, turunannya dengan sentuhan Penemuan, kreativitas, dan teknologi di situlah ekonomi kreatif hadir,” kata Riefky, di Yogyakarta, Sabtu.
Menurutnya, hal itu Bisa dilihat dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Presiden Prabowo Subianto yang menetapkan DIY di antara 15 provinsi lain sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif Buat mendukung penguatan perekonomian Indonesia.
“Tugas Kementerian Ekraf adalah bagaimana sektor ekonomi kreatif itu meningkat investasinya,” tegasnya.
Kementerian Ekraf Ketika ini tengah mendorong munculnya pelaku usaha lokal yang siap Buat naik kelas ke skala nasional hingga Dunia yang berpotensi meningkatkan investasi, ekspor dan tenaga kerja berkualitas.
“Selama ini Ekraf di Yogyakarta luar Normal perkembangannya, tak hanya berkembang tapi menghilirisasi menjadi nilai ekonomi yang juga telah dilakukan,” kata Riefky.
Menyaksikan potensi tersebut, lanjutnya, pemerintah pusat akan Lanjut berkolaborasi supaya jenama di tingkat lokal Yogyakarta Bisa naik kelas melalui proses kurasi Berbarengan dengan pemerintah daerah.
Sementara itu, Walikota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan penduduk di Daerah yang ia pimpin itu termasuk sedikit, dengan jumlah Sekeliling Separuh juta jiwa.
Tetapi, lanjut dia, secara Nomor penghuni Bisa mencapai satu juta jiwa dikarenakan Kota Yogyakarta banyak didatangi para pendatang yang heterogen.
“Kota Yogyakarta Enggak punya sumber daya alam, tapi punya sumber daya Mahluk, sehingga kami harus mengandalkan ekonomi kreatif Buat Bisa meningkatkan pendapatan di Kota Yogyakarta,” kata Hasto.
Di hadapan Riefky, Hasto mengatakan perlunya pengembangan sektor ekonomi kreatif yang Bisa memberdayakan Perempuan, serta pemberdayaan lanjut usia (lansia) yang Lagi Bisa dikerjakan oleh Anggota masyarakat di Kota Yogyakarta Buat memperkuat perekonomian daerah.
“Di Yogyakarta ini kreativitas luar Normal, banyak para budayawan, para seniman, dan kemudian juga di Yogyakarta banyak acara yang sudah dibuat secara langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
Ia menyebut beberapa kegiatan kreatif yang telah berjalan, di antaranya Custom Fest, Wayang Jogja Night Carnival (WJNC), dan banyak event lain yang tumbuh di Kota Pendidikan itu.
“Melalui beberapa kegiatan itu, agar kunjungan wisata, khususnya wisatawan asing, Bisa meningkat di Kota Yogyakarta,” kata Hasto.
Menurutnya, kunjungan wisatawan asing menjadi salah satu indikator ekonomi kreatif yang berkembang di daerah tersebut.
