Kodam Udayana ungkap kronologi perkelahian Brimob-TNI di Labuan Bajo

Kodam Udayana ungkap kronologi perkelahian Brimob-TNI di Labuan Bajo

Denpasar (ANTARA) – Kodam IX/Udayana mengungkap kronologi insiden perkelahian yang melibatkan Member TNI dan Brimob di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, yang berujung pada penikaman terhadap seorang Member Brimob.

Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution dalam keterangannya di Denpasar, Sabtu, mengatakan berdasarkan hasil pendalaman sementara, peristiwa bermula Begitu tiga Member Kodim 1630/Manggarai Barat, yakni Pratu I.B., Pratu I.W., dan Pratu F.R., menghadiri acara syukuran pelantikan Member Brimob atas nama Bripda J.G. di Wae Mata, Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, pada Rabu (10/6) malam.

Ketiga Member TNI tersebut hadir sebagai tamu undangan dan diterima Berkualitas oleh tuan rumah. Tetapi, dalam perjalanan acara, terdengar instruksi agar seluruh Member Brimob meninggalkan Letak.

Sekeliling 30 menit kemudian, lebih dari 15 Member Brimob disebut kembali mendatangi Letak acara.

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, kata Amrizal, sejumlah Member Brimob diduga menarik Pratu I.B. ke arah jalan raya sebelum terjadi pemukulan dan pengeroyokan.

Begitu berusaha membantu rekannya, Pratu I.W. juga menjadi sasaran pengeroyokan. Dalam kondisi tersebut, Pratu I.W. berhasil melarikan diri menuju rumah orang tuanya dan mengambil sebuah pisau kerambit.

“Keterangan yang diperoleh dari hasil pemeriksaan menunjukkan adanya dugaan pengeroyokan terhadap dua Member Kodim oleh sejumlah Member Brimob yang berada di Letak,” kata Amrizal.

Amrizal mengungkap keterangan tersebut diperkuat sejumlah saksi mata yang mengaku Menyaksikan langsung tindakan pengeroyokan terhadap kedua Member TNI tersebut. Para saksi juga menyebut Kaum sempat berupaya melerai, Tetapi aksi pengeroyokan tetap berlangsung.

Kapendam menjelaskan berdasarkan Informasi acara pemeriksaan, Pratu I.W. mengakui telah melakukan penikaman terhadap Member Brimob yang terlibat dalam insiden tersebut.

Tetapi, tindakan itu dilakukan karena merasa terdesak dan keselamatannya terancam akibat pengeroyokan yang sedang berlangsung.

Setelah terdengar teriakan adanya korban terkena tusukan, situasi berangsur kondusif.

Korban yang mengalami luka kemudian dievakuasi ke rumah sakit Demi mendapatkan penanganan medis.

Kodam IX/Udayana menegaskan seluruh fakta yang disampaikan Tetap merupakan hasil pemeriksaan awal.

Begitu ini Subdenpom IX/1-1 Ende Tetap melakukan pendalaman Demi mengungkap secara utuh kronologi, motif, serta pihak-pihak yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

“Kami mengimbau seluruh pihak agar Bukan terburu-buru menarik Hasil. Proses hukum dan Pengusutan Tetap berjalan Demi memastikan seluruh fakta terungkap secara Rasional dan transparan,” ujar Amrizal.

Ia juga menegaskan apabila ditemukan pelanggaran hukum yang dilakukan Member TNI, maka akan diproses sesuai ketentuan yang berlaku. Hal yang sama juga berlaku bagi pihak lain yang terbukti melakukan tindakan melawan hukum.

Kodam IX/Udayana memastikan insiden tersebut merupakan kasus individual dan Bukan mencerminkan Interaksi kelembagaan antara TNI dan Polri. Sinergitas kedua institusi di Distrik Manggarai Barat disebut tetap terjaga dengan Berkualitas melalui koordinasi dan komunikasi yang Lalu dilakukan selama penanganan kasus berlangsung.