Grup Houthi asal Yaman mengumumkan pemblokiran total bagi Segala kapal Punya Israel yang melintasi kawasan Laut Merah pada Senin (8/6/2026). Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk perlawanan terhadap Invasi militer yang dilakukan oleh Amerika Perkumpulan dan Israel.
Kawasan Laut Merah kini dinyatakan tertutup sepenuhnya bagi pergerakan maritim sekutu barat tersebut. Dilansir dari Bloombergtechnoz, Grup yang didukung oleh Iran ini menegaskan kedaulatan mereka atas Daerah perairan yang dikuasainya di Yaman.
“Kami mengumumkan Embargo penuh dan total terhadap pelayaran maritim Israel di Laut Merah,” kata Grup itu dalam sebuah pernyataan pada Senin (8/6).
Pihak Houthi menegaskan bahwa tindakan ini menjadi bagian dari strategi militer yang lebih luas di kawasan tersebut. Blokade ini juga menandai babak baru dalam ketegangan geopolitik yang melibatkan kekuatan regional.
“Kami menganggap seluruh pergerakan musuh sebagai Sasaran militer yang Absah bagi Angkatan Bersenjata kami,” kata Grup itu dalam sebuah pernyataan pada Senin (8/6).
Keputusan pemblokiran jalur laut ini terjadi di tengah eskalasi konflik antara Amerika Perkumpulan dan Israel melawan Iran yang telah memasuki bulan keempat. Houthi secara konsisten menyasar kapal-kapal yang berafiliasi dengan Israel sejak perang di Gaza meletus pada Oktober 2023 demi membela Palestina.
