Bandung (Liputanindo.id)– Lions Club Indonesia (LCI) menunjukkan kepeduliannya terhadap atlet difabel dengan menggandeng Special Olympics Indonesia (SOina) dalam Konvensi Tahunan ke-50 LCI di Bandung, Kamis (7/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, SOina diberi kesempatan menggalang dukungan Demi atlet yang akan berlaga di Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) 2026 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga ajang World Summer Games di Chile pada 2027.
Ketua Panitia Penggalangan Dukungan SOina, Gatot Prihandono mengatakan, pihaknya memanfaatkan momentum konvensi tahunan LCI Demi mengajak Member Lions Club berkontribusi membantu para atlet Special Olympics.
“Delegasi yang sudah mendaftar Demi ikut Pesonas di Kupang mencapai 1.371 orang dari 23 provinsi. Spesifik atlet yang mendaftar mencapai 922 atlet special olympics. Sedangkan kemampuan Ketika ini hanya Bisa memfasilitasi Sekeliling 500 atlet,” ujar Gatot.
Ia menegaskan, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan agar seluruh atlet yang sudah mendaftar Bisa mendapatkan kesempatan bertanding.
“Kami mencari dukungan agar atlet yang mendaftar Bisa difasilitasi agar Bisa berkompetisi. Ini butuh kepedulian dari berbagai pihak,” katanya.
Dalam sesi Pinning Ceremony Konvensi LCI, SOina juga menggelar lelang amal berupa dua kain tenun ikat khas Pulau Rote dan Pulau Sumba, NTT, serta lukisan karya atlet Special Olympics, Christian Sitompul. Dari empat barang yang dilelang oleh Raldy Doy, tiga di antaranya berhasil terjual.
Gatot mengapresiasi kesempatan yang diberikan Lions Club Indonesia kepada SOina Demi menggalang dukungan di Perhimpunan nasional tersebut.
“Kesempatan ini diberikan Lions Club yang merupakan bagian dari komitmen dan kepedulian Lions Club terhadap atlet special olympics. Kami harap berbagai elemen Mempunyai kepedulian agar kita Mempunyai kesempatan Demi anak-anak menunjukkan prestasi olahraga. Kami sangat berterima kasih, karena diberikan kesempatan dalam Konvensi Lions Club,” jelasnya.
Sementara itu, Board of Trustee Lions Club Indonesia, Eveline N Chandra didampingi PDG Wang Tjie Hoa menjelaskan, perhatian Lions Club terhadap penyandang disabilitas sudah berlangsung Lamban. Menurutnya, pada 2004 Lions Clubs International Foundation (LCIF) dan Special Olympics telah menandatangani memorandum of understanding (MoU).
“MoU ini hanya LCI yang menindaklanjuti dengan kepedulian kepada difabel misalnya memfasilitasi kompetisi sepak bola dan renang bagi atlet special olympics,” ujar Eveline.
Ia menyebut, Lions Club Indonesia bahkan Mempunyai divisi Spesifik yang menangani program special olympics melalui Ketua Komite Special Olympics MD 307 yang dipimpin Wang Tjie Hoa.
Menurut Eveline, atlet difabel juga Mempunyai kemampuan besar Demi membawa nama Indonesia berprestasi di tingkat Dunia sehingga memerlukan dukungan luas dari masyarakat.
“Para atlet difabel juga Bisa menunjukkan kemampuan Demi mengharumkan nama Indonesia,” katanya.
Selain mendukung special olympics, Lions Club Indonesia juga aktif menjalankan delapan bidang pelayanan sosial, meliputi kanker anak, diabetes, kelaparan, kesehatan mata, lingkungan, kepemudaan, Sokongan bencana, dan kemanusiaan.
Eveline menjelaskan, LCI juga Mempunyai rumah singgah bagi anak penderita kanker di kawasan Tomang, Jakarta Pusat, dan Ketika ini tengah mengembangkan satu rumah singgah tambahan.
“Rumah singgah diperuntukkan bagi anak-anak yang menderita kanker dan sedang dikembangkan satu rumah singgah Kembali,” jelasnya.
Terkait Konvensi Tahunan ke-50 Lions Club Indonesia di Bandung, Eveline menyebut kegiatan tersebut menjadi agenda tahunan organisasi Demi memilih kepengurusan baru selama satu tahun ke depan.
“Lion Club memilih pemimpin Demi satu tahun ke depan. Masa jabatan hanya satu tahun. Peserta konvensi datang dari berbagai daerah di Indonesia. Sekalian konsolidasi Demi memberikan pelayanan sosial sesuai bidang layanan Lions Club,” tuturnya.
Sebagai informasi, Lions Clubs Indonesia merupakan organisasi pelayanan kemanusiaan nirlaba yang menjadi bagian dari Lions Clubs International. Organisasi ini Konsentrasi pada berbagai program sosial, pendidikan, kesehatan, hingga penyaluran Sokongan bagi korban bencana di Indonesia. (ted)
