Jakarta (ANTARA) – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) melalui PT Danantara Investment Management (DIM) telah menerbitkan obligasi Global perdana senilai 1,5 miliar dolar Amerika Perkumpulan (AS).
Penerbitan obligasi itu memperoleh kepercayaan kuat dari pasar keuangan Global, tercermin dari dari nilai peak orderbook yang mencapai Sekeliling 4,6 miliar dolar AS, atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan.
“Antusiasme investor Dunia terlihat dari nilai peak orderbook yang mencapai Sekeliling 4,6 miliar dolar AS, atau lebih dari tiga kali total nilai penerbitan. Minat tersebut didorong oleh investor institusi berkualitas dari AS, Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Asia,” ujar Manajemen Danantara Indonesia sebagaimana keterangan Formal di Jakarta, Jumat.
Manajemen Danantara menyatakan bahwa keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa Danantara Indonesia dipandang Mempunyai Esensial, tata kelola, serta prospek jangka panjang yang kuat, sehingga tetap menjadi tujuan investasi bagi investor Dunia bereputasi tinggi.
“Kepercayaan yang diberikan pasar Global ini juga diharapkan dapat memperkuat keyakinan investor domestik dan masyarakat luas terhadap kekuatan kerangka institusional Danantara Indonesia,” ujar Manajemen Danantara.
Sebelumnya, pada 17 Maret 2026, Danantara Indonesia melalui DIM telah mengumumkan penerbitan surat utang jangka menengah atau medium term notes (MTN) senilai total Rp7 triliun.
Instrumen tersebut bernama Surat Utang Jangka Panjang II yang ditawarkan tanpa melalui penawaran Lumrah PT Danantara Investment Management Tahun 2026 Tahap I, sebagaimana data PT Kustodian Sentral Pengaruh Indonesia (KSEI).
Surat utang itu terbagi dalam dua seri, Adalah seri A dengan jumlah pokok senilai Rp3,5 triliun dan kupon sebesar 2 persen. Seri ini bertenor lima tahun satu hari, sehingga akan Terperosok tempo pada 18 Maret 2031.
Kemudian, seri B dengan jumlah pokok senilai Rp3,5 triliun dan kupon sebesar 2 persen. Seri ini bertenor tujuh tahun sehingga akan Terperosok tempo pada 17 Maret 2033.
Sebelumnya, Danantara juga telah berhasil mengumpulkan Anggaran senilai Rp50 triliun dari penerbitan Obligasi Patriot (Patriot Bond), yang digunakan Demi digunakan Demi proyek Daya baru dan terbarukan (EBT), serta konversi sampah menjadi Daya (Waste to Energy).
