Gojek Indonesia Telusuri Driver Ojol yang Tembak Tarif Rp 400 Ribu

Gojek Indonesia langsung melakukan penelusuran setelah sebuah video yang memperlihatkan seorang pengemudi ojek online mematok tarif Tak wajar hingga Rp 400 ribu viral di media sosial Threads pada Senin (8/6).

Aksi penembakan harga Buat rute pendek dari Senayan menuju Bundaran HI tersebut menjadi perbincangan publik karena pemesanan dilakukan secara konvensional tanpa aplikasi. Peristiwa ini memicu perdebatan sengit ketika pengguna jasa hendak membayar ongkos yang disepakati, sebagaimana dilansir dari Detik Oto.

Kronologi bermula Demi konsumen mengira nominal yang disepakati adalah Rp 58 ribu, Tetapi pengemudi menolaknya karena maksud ucapan tersebut merupakan delapan lembar Doku Rp 50 ribu.

“Tadi bilangnya Rp 58 (ribu),” ujar perekam video Sembari berdebat dengan driver tersebut.

Pengemudi ojek online itu tetap bersikukuh pada permintaannya dan Tak keberatan Kalau perselisihan mengenai tarif tersebut direkam oleh sang pelanggan.

“Nggak apa-apa saya diviralin, asalkan saya dibayar,” demikian respons si driver.

Pihak konsumen yang merekam kejadian merasa terkejut dengan penjelasan mengenai metode penghitungan tarif yang dipatok sepihak tersebut.

“Rp 400 ribu, Rp 50 ribu-nya Terdapat delapan?” respons si perekam video seperti tak percaya.

Merespons kegaduhan tersebut, pihak manajemen langsung memberikan tanggapan Formal melalui akun Instagram terverifikasi mereka Buat menindaklanjuti laporan dari konsumen.

“Sebelumnya, kami telah menerima laporan dari customer yang bersangkutan dan Demi ini sedang melakukan penelusuran lebih lanjut berdasarkan informasi yang tersedia,” ujar Instagram Formal @gojekindonesia yang membalas unggahan viral tersebut.

Manajemen menjelaskan bahwa plat nomor kendaraan pengemudi bersangkutan Tak tercatat dalam sistem internal platform mereka. Meski demikian, pihak perusahaan tetap membuka ruang komunikasi Buat mengumpulkan bukti-bukti pendukung baru dari masyarakat.

“Meski demikian, kami tetap berupaya melakukan penelusuran lebih lanjut dan terbuka apabila terdapat informasi tambahan yang dapat membantu proses Penyelidikan. Informasi tersebut dapat disampaikan melalui DM,” jelasnya.

Langkah tegas berupa Hukuman dipastikan akan diambil oleh manajemen Kalau hasil Penyelidikan membuktikan adanya pelanggaran Mekanisme operasional.

“Kami juga Mau mengingatkan pentingnya melakukan pemesanan dan transaksi melalui aplikasi Gojek. Selain membantu memastikan perjalanan tercatat di sistem, hal ini memungkinkan kami memberikan Donasi dan tindak lanjut secara lebih optimal apabila terjadi kendala selama layanan berlangsung,” tutupnya.