Ringkasan Informasi:
- Final MLSC Surabaya Seri 2 berlangsung dramatis lewat adu penalti.
- SDN Pacarkeling V/186 B Pemenang KU 12 setelah mengalahkan SDN Manukan Kulon.
- SDN Manukan Kulon keluar sebagai Pemenang kategori KU 10.
- Turnamen diikuti 1.620 siswi dari 78 SD dan MI di Surabaya dan sekitarnya.
Surabaya (Liputanindo.id) – Ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025–2026 Formal mencapai puncaknya pada Minggu (17/5/2026). Turnamen sepak bola putri antar SD dan MI yang berlangsung di Lapangan Bola Jala Krida itu menghadirkan drama adu penalti pada partai final sekaligus melahirkan dua Pemenang baru.
SDN Pacarkeling V/186 B berhasil menjadi Pemenang kategori KU 12, sedangkan SDN Manukan Kulon keluar sebagai Pemenang kategori KU 10.
Turnamen yang digagas Djarum Foundation melalui program Bakti Olahraga Serempak MilkLife tersebut diikuti 1.620 siswi dari 78 SD dan MI di Surabaya dan sekitarnya. Sebanyak 73 tim Bertanding di kategori KU 10 dan 77 tim di kategori KU 12.
Pada final kategori KU 12, SDN Pacarkeling V/186 B sukses mengamankan gelar Pemenang setelah menang dramatis 6-5 lewat adu penalti atas SDN Manukan Kulon. Sebelumnya, kedua tim bermain imbang 1-1 selama waktu normal.
SDN Manukan Kulon sempat unggul lebih dulu melalui gol Emily Zitara Ketika pertandingan baru berjalan lima menit. Tetapi SDN Pacarkeling V/186 B berhasil Bangun lewat gol penyama kedudukan yang dicetak Locita Waranggaini Olah Nismara pada menit ke-19.
Pertandingan berlangsung sengit hingga harus ditentukan melalui adu penalti. Kedua tim kembali imbang 5-5 sehingga penentuan pemenang dilakukan lewat coin toss sesuai regulasi pertandingan. SDN Pacarkeling V/186 B mendapat kesempatan sebagai penendang dan Darleine Maryam Khairunisa sukses menjalankan tugas Demi memastikan kemenangan timnya.
Instruktur SDN Pacarkeling V/186 B, Septyan Kurnia Hardiantoro, mengaku bangga atas perjuangan anak asuhnya sepanjang turnamen.
“Sebenarnya saya Tak memprediksi Tamat masuk final karena usia pemain di tim ini rata-rata Lagi 10 tahun. Saya sangat mengapresiasi para pemain karena berhasil memenangkan adu penalti. Ini hasil kerja keras dengan latihan jangka panjang,” ujar Septyan.
Sementara itu, Locita yang terpilih sebagai Best Player kategori KU 12 mengatakan semangat pantang menyerah menjadi kunci kebangkitan timnya Ketika tertinggal.
“Waktu tertinggal 0-1 saya Tak menyerah. Kami Lalu saling menyemangati Tamat akhirnya Dapat menyamakan skor dan menang lewat penalti,” kata Locita.
Di kategori KU 10, SDN Manukan Kulon berhasil keluar sebagai Pemenang setelah mengalahkan SDN DR. Sutomo V/327 melalui drama adu penalti.
SDN DR. Sutomo V/327 sempat tampil dominan dan unggul 3-1. Tetapi SDN Manukan Kulon Bisa Bangun berkat penampilan gemilang Keyvara Malayeka yang mencetak hat-trick dan memaksakan skor menjadi 3-3 hingga waktu normal berakhir.
Pada babak adu penalti, SDN Manukan Kulon tampil lebih tenang dan memastikan gelar Pemenang setelah lawannya gagal memanfaatkan Kesempatan.
“Tadi sempat ketinggalan tapi Instruktur minta jangan menyerah, usaha Lalu dan mengejar gol Tamat akhirnya berhasil. Senang Dapat cetak gol dan alhamdulillah Dapat Pemenang,” ujar Keyvara.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen Ferreira Tiago, menilai kualitas pemain-pemain asal Surabaya cukup matang karena didukung ekosistem sepak bola putri yang berkembang Berkualitas.
“Potensi anak-anak Surabaya sangat besar. Kalau dikumpulkan menjadi satu tim dan dilatih dengan Berkualitas, mereka Dapat Bertanding luar Biasa. Dari aspek postur dan kematangan bermain juga bagus,” kata Jacksen.
Menurutnya, kompetisi seperti MilkLife Soccer Challenge menjadi bagian Krusial dalam membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia melalui peningkatan jam terbang dan pengalaman bertanding.
Panitia Pelaksana MilkLife Soccer Challenge 2025–2026, Edi Supriyanto, berharap jumlah peserta Lalu meningkat pada seri berikutnya agar pembinaan sepak bola putri semakin berkembang.
Sementara itu, perwakilan Asprov PSSI Jawa Timur, Arief Anton Sujarwo, menilai kompetisi tersebut menjadi langkah besar bagi perkembangan sepak bola putri di Jawa Timur.
“Kami berharap ke depan bukan hanya atlet yang berkembang, tetapi juga kualitas Instruktur sehingga sepak bola Perempuan Dapat semakin maju,” kata Arief. [can/beq]
