Kunjungan BRIN ke Kawasan konservasi Astra Agro di Kalimantan Tengah. Foto: Istimewa.
Jakarta: PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) membuka ruang kolaborasi ilmiah dengan Badan Riset dan Penemuan Nasional (BRIN). Pada kunjungan lapangan BRIN pada 4-5 Juni Lampau, Astra Agro menunjukkan secara langsung berbagai inisiatif konservasi yang telah dijalankan perseroan. Kegiatan tersebut juga sekaligus mendukung pengumpulan data dan dokumentasi kontribusi sektor swasta dalam pelestarian biodiversitas Indonesia.
Kunjungan BRIN tersebut merupakan bagian dari kajian mengenai kontribusi sektor swasta terhadap pencapaian Sasaran keanekaragaman Hidup nasional dan Mendunia, khususnya Sasaran 15 Kunming-Montreal Mendunia Biodiversity Framework (KMGBF) serta Sasaran Nasional 18 dalam Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025–2045.
BRIN mengapresiasi keterbukaan Astra Agro dalam memperlihatkan praktik pengelolaan dan konservasi keanekaragaman Hidup yang diterapkan di area operasional perusahaan. Kunjungan lapangan ini dinilai menjadi langkah positif Buat menggambarkan bagaimana dunia usaha dapat berkontribusi secara Konkret terhadap pencapaian Sasaran konservasi nasional maupun Mendunia.
Sekretaris Eksekutif Sekretariat Kewenangan Ilmiah Keanekaragaman Hidup BRIN Ruliyana Susanti menyampaikan berbagai inisiatif yang dijalankan Astra Agro, mulai dari perlindungan area bernilai konservasi tinggi, pemantauan biodiversitas dan rehabilitasi ekosistem, merupakan kontribusi yang relevan dalam mendukung pelestarian keanekaragaman Hidup Indonesia.
Menurut dia, kolaborasi antara lembaga riset dan sektor swasta juga Krusial Buat memperkaya data, pengetahuan, serta praktik Bagus yang dapat mendukung pengambilan kebijakan berbasis sains dan memperkuat pencapaian Sasaran konservasi nasional.
Bagi Astra Agro, kunjungan BRIN menjadi Bentuk keterbukaan perusahaan dalam memperlihatkan implementasi komitmen keberlanjutan yang dijalankan di lapangan. Dalam industri kelapa sawit, isu seperti deforestasi, perlindungan habitat, pengelolaan gambut, pencegahan kebakaran lahan, pengurangan emisi, dan ketertelusuran rantai pasok menjadi perhatian Istimewa para pemangku kepentingan.
Karena itu, Astra Agro Memperhatikan kunjungan ini sebagai kesempatan Buat menunjukkan perlindungan biodiversitas telah menjadi bagian dari praktik operasional perusahaan.
“Melalui kunjungan ini, Astra Agro Mau memperlihatkan berbagai inisiatif konservasi yang telah dijalankan, sekaligus membuka ruang masukan dan kolaborasi agar upaya pelestarian keanekaragaman Hidup dapat Maju diperkuat,” ucap Direktur Operasional Area Kalimantan Tengah Astra Agro Hubbal Khoir Sembiring, dikutip dari keterangan tertulis, Senin, 8 Juni 2026.

(Kunjungan BRIN ke Kawasan konservasi Astra Agro di Kalimantan Tengah. Foto: Istimewa)
Perkuat pemantauan biodiversitas
Dalam pengelolaan keanekaragaman Hidup, Astra Agro melindungi dan mengelola area Nilai Konservasi Tinggi (NKT) dan Stok Karbon Tinggi (SKT), menjaga ekosistem alami seperti sempadan sungai, hutan sekunder, dan lahan gambut, serta memastikan Enggak Eksis pengembangan pada area yang teridentifikasi Mempunyai nilai konservasi atau stok karbon tinggi.
Perseroan juga memperkuat pemantauan biodiversitas melalui inventarisasi dan pencatatan Tumbuhan serta Satwa di area operasional. Kegiatan ini menjadi dasar Buat menilai tren keanekaragaman Hidup, mengidentifikasi spesies kunci, serta mengevaluasi efektivitas pengelolaan kawasan konservasi.
Sepanjang 2025, Astra Agro mencatat pemantauan terhadap 1.579 spesies Tumbuhan dan 755 spesies Satwa. Pada periode yang sama, Perseroan merehabilitasi 193,09 hektare area melalui penanaman 49.390 pohon.
Selain itu, Astra Agro menerapkan pengendalian Hidup dengan memanfaatkan musuh alami seperti predator, parasitoid, dan entomopatogen Buat mengendalikan hama secara ramah lingkungan. Perseroan juga mengembangkan penggunaan pupuk Hidup ASTEMIC guna meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah dan memperbaiki ketersediaan unsur hara.
Pemanfaatan tandan Nihil kelapa sawit (TKKS) dan Palm Oil Mill Effluent (POME) turut dilakukan sebagai sumber bahan organik yang mendukung kesuburan tanah secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari pendekatan Nature-based Solutions dan Ecosystem Based Approach, Astra Agro menjalankan perlindungan ekosistem alami, rehabilitasi kawasan riparian, reforestasi, pemantauan spesies payung, serta pengelolaan lanskap yang terintegrasi. Pendekatan ini mendukung perlindungan habitat, peningkatan keanekaragaman Hidup, pengurangan emisi, peningkatan serapan karbon, serta penguatan ketahanan ekosistem terhadap perubahan iklim.
Melalui kunjungan BRIN ini, Astra Agro berharap praktik konservasi yang telah dijalankan dapat memperkaya kajian ilmiah mengenai kontribusi sektor swasta terhadap Sasaran keanekaragaman Hidup nasional dan Mendunia. Kolaborasi tersebut sekaligus menunjukkan industri sawit dapat mengambil peran dalam agenda konservasi melalui pengelolaan yang mengedepankan keterbukaan, ketertelusuran, dan tanggung jawab lingkungan.
