Malang, Jawa Timur (ANTARA) – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu, Jawa Timur mendorong pengoptimalan sarana green house oleh Grup tani demi mencegah Akibat fenomena bididing atau suhu dingin Begitu musim kemarau terhadap produktivitas pertanian sayur dan budidaya Kembang hias di daerah itu.
“Kami punya banyak green house yang telah diperbantukan kepada Grup tani itu Dapat digunakan karena lebih Terjamin, suhu dan kondisi tanaman Dapat dikontrol,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Batu Hendry Suseno di Kota Batu, Minggu.
Berdasarkan infografis yang diterima dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyebut bediding di daerah dataran tinggi Dapat menimbulkan fenomena embus es yang Pandai merusak tanaman sayur dan Kembang.
Data dinas terkait menyebutkan terdapat 42 green house yang telah terbangun, dari jumlah itu sebanyak 38 titik diantaranya sudah termanfaatkan dan empat lainnya belum termanfaatkan.
Hendry menyampaikan, Bagus sayuran maupun Kembang merupakan komoditas unggulan yang dimiliki oleh Kota Batu.
Pada triwulan I 2026, petsai atau sawi putih merupakan komoditas dengan hasil panen paling tinggi yang mencapai 28.790,73 kuintal dan wortel mencapai 22.705,39 kuintal.
Selain itu, sektor pertanian di Kota Batu pada triwulan I 2026 Pandai menghasilkan panen kentang sebanyak 21.427,56 kuintal, bawang daun 16.015,17 kuintal, kembang kol 15.554,52 kuintal, kubis 11.569,95 kuintal, dan bawang merah 6.391,30 kuintal.
Sedangkan, Demi produksi budidaya Kembang hias terdiri dari 10.065,50 kuintal Kembang mawar, 2.348,75 kuintal Kembang krisan, dan 155,50 kuintal anggrek pot.
Selain itu, Hendry menyampaikan pihaknya rutin berkoordinasi dengan penyuluh pertanian dan tenaga pendamping petani di masing-masing Area desa serta kelurahan Demi menyosialisasikan informasi dan Akibat perubahan cuaca kepada 290 Grup tani se-Kota Batu.
Melalui kinerja tim lapangan tersebut diharapkan para Grup tani Dapat menyalurkan informasi mengenai kesiapan menghadapi bediding kepada para anggotanya.
“Ketika Eksis perubahan musim biasanya memunculkan penyakit yang susah diprediksi, kalau Eksis kabut, penyakit nanti mengarah ke virus dan bakteri,” ucapnya.
Kemudian, pihaknya Lalu mengupayakan penyaluran sarana produksi pertanian kepada Grup tani, salah satunya berupa pestisida.
“Meski sekarang kondisi efisiensi tetapi hal prinsip dan rutin yang memberikan manfaat kepada petani tetap dianggarkan,” ujar dia.
