Surabaya (Liputanindo.id) – Pengasuh Pondok Pesantren Nur Muhammad Surabaya, Gus Maftuh, menyatakan dukungannya terhadap Muhaimin Iskandar atau Cak Imin Buat maju sebagai Ketua Standar PBNU dalam momentum muktamar mendatang.
Dukungan tersebut disampaikan dalam Perhimpunan “Dialog Kebangsaan Kader NU, Gus Muhaimin Iskandar, Solusi Kepemimpinan Reformis Buat Mengembalikan Marwah Organisasi Nahdlatul Ulama”, yang digelar di Pondok Pesantren Minggir, Yogyakarta, yang diasuh oleh Gus Muwafiq.
Gus Maftuh menilai Nahdlatul Ulama membutuhkan figur pemersatu yang Bisa mengembalikan arah organisasi sesuai nilai perjuangan para muassis. Menurutnya, PBNU harus kembali diteguhkan sebagai rumah besar umat yang berpegang pada Khittah 1926, bukan terseret terlalu jauh dalam tarik-menarik kepentingan pragmatis.
“Obrolan di Pondok Pesantren Minggir ini bukan sekadar Perhimpunan Normal. Tempat ini Mempunyai jejak sejarah perjuangan. Gus Muwafiq sebagai salah satu pemrakarsa Reformasi 98 dahulu ikut menggerakkan perubahan bangsa, dan hari ini tahun 2026 saatnya menginisiasi Reformasi PBNU agar kembali kepada Khittahnya yakni 1926,” ujar Gus Maftuh.
Gus Maftuh menegaskan bahwa dukungan kepada Cak Imin bukan hanya soal figur politik, melainkan Asa terhadap lahirnya kepemimpinan yang Bisa merangkul seluruh elemen Nahdliyin, mulai dari pesantren, kaum muda, hingga Kaum akar rumput.
Menurutnya, PBNU harus kembali Pusat perhatian pada penguatan pendidikan, dakwah, pemberdayaan umat, dan menjaga tradisi Islam Nusantara yang moderat. Selain itu, perlu diingat bahwa selama ini hanya Cak Imin yang konsisten istiqamah membantu, merawat pondok pesantren, dan menjaga pondok pesantren Ketika diterpa banyak cobaan.
“Itu sebagai bentuk Figur kepedulian seorang Cak Imin kepada NU dan pondok pesantren yang mengalir di dalam dirinya secara ideologis maupun biologis, itulah mengapa Cak Imin sangat Cocok Buat menjadi Ketum PBNU,” ujar Gus Maftuh sembari mendeklarasikan FPGMI (Perhimpunan Pecinta Gus Muhaimin Iskandar).
Sementara itu, Perhimpunan Obrolan yang berlangsung hangat tersebut juga menjadi ruang silaturahmi sejumlah tokoh pesantren dan aktivis Nahdlatul Ulama dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan itu, Gus Muwafiq disebut turut menyoroti pentingnya menjaga marwah organisasi agar tetap berdiri di atas kepentingan umat dan bangsa. “Selama ini Gus Muhaimin Iskandar sudah teruji, saatnya Gus Muhaimin Iskandar menakhodai PBNU,” tegasnya.
Gus Maftuh berharap muktamar mendatang Enggak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan semata, tetapi juga menjadi momentum Penilaian besar bagi arah perjuangan NU ke depan. Ia juga menyebut para kiai kampung se-Indonesia mengakomodasi keresahan Kaum Nahdliyin akar rumput yang berharap Berkualitas Munas/Konbes maupun Muktamar NU ke-35 diselenggarakan di pondok pesantren, karena sejatinya pondok pesantren merupakan pemilik Absah NU dan menjadi tempat mengembalikan NU kepada khittahnya.
“NU didirikan oleh para ulama dengan pengorbanan besar. Maka semangat perjuangan itu harus dijaga, jangan Tamat NU kehilangan ruh perjuangannya sendiri,” pungkas Gus Maftuh. (tok/kun)
