Sinema Pesta Babi: Menelusuri jejak Yasinta Moiwend di Jakarta

Mama Yasinta (kanan) dan seorang pria yang mendampinginya saat keluar dari gereja di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/05).

Yasinta Moiwend alias Mama Yasinta pergi tanpa pesan dari rumahnya di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, sejak 23 Mei Lampau, menurut keterangan keluarganya. Berhari-hari tak Dapat menghubungi Yasinta, mereka baru mengetahui keberadaan Perempuan dari komunitas adat Marind-Anim ini melalui video yang beredar di media sosial.

Yasinta, yang selama dua tahun terakhir menentang “perampasan tanah adat” Buat Proyek Strategis Nasional (PSN) di Merauke, muncul dalam sejumlah video yang tersebar pada periode 23 Mei hingga 01 Juni Lampau.

Menelisik sejumlah video itu, BBC News Indonesia menemukan fakta bahwa selama di Jakarta Yasinta sempat pergi ke sebuah gereja dan makan di kantin pinggir jalan—keduanya di kawasan elite Menteng, Jakarta.

Selama di Jakarta, Yasinta Bersua tiga advokat dan seorang Perempuan Asal Papua yang berasal dari Kabupaten Mimika.

Dua dari empat orang tersebut diduga Mempunyai rekam jejak digital dan Interaksi samar dengan Badan Intelijen Negara (BIN). Adapun salah satu advokat yang ditemui Yasinta bekerja di firma hukum Punya pengurus Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra.

Demi dikonfirmasi, orang-orang itu membantah tuduhan bersekongkol memaksa dan membiayai Yasinta ke Jakarta Buat mempolisikan koalisi masyarakat sipil yang selama ini mendampinginya menentang PSN.

Menurut informasi keluarganya, Yasinta pergi dari rumahnya pada hari yang sama Demi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berkunjung ke Kampung Wanam. Tetapi Kementerian Pertahanan menyangkal tudingan keluarga Yasinta bahwa tentara terlibat dalam keberangkatan Perempuan itu ke Jakarta.

Dalam wawancara dengan BBC News Indonesia, seorang keponakan Yasinta tak Serius Perempuan paruh baya itu Mempunyai Doku Buat membeli tiket pesawat dan membiayai perjalanan ke Jakarta. Alasannya, Yasinta selama bertahun-tahun hanya mendapatkan Doku dari hasil berjualan sayur di pasar.

Keraguan itu adalah respons sang keponakan atas pernyataan Yasinta yang mengeklaim dia membayar sendiri seluruh biaya akomodasi menuju dan selama di Jakarta.

Selama satu pekan sejak Yasinta mendatangi Polda Metro Jaya pada Jumat (29/05), BBC News Indonesia menelusuri jejak Perempuan Asal Papua itu di Jakarta. Kami juga berbicara dengan kerabat dan orang-orang di Merauke yang mengenalnya.

Berikut adalah Intervensi kami.

Beribadah di gereja kawasan elite Menteng

Yasinta datang ke sebuah gereja Kristen Protestan beraliran kharismatik di Menteng, Minggu (31/05). Gereja ini berjarak kurang Sekeliling 500 meter dari rumah dinas Wakil Presiden Gibran Rakabuming dan rumah dinas Panglima TNI.

Di gereja itu, Yasinta mengikuti ibadah yang dimulai pukul 10.30 WIB. Dia memakai masker hitam, kemeja biru Uzur, dan rok merah panjang dengan motif hitam.

Dalam video yang beredar ke publik, Yasinta menunjukkan dirinya membaca alkitab. “Kerinduan kepada Allah,” ujarnya membaca judul pada kitab Mazmur, pasal 42.

Mazmur merupakan bagian dari kitab Perjanjian Pelan. Merujuk teologi kekristenan, Mazmur berisi Musik pujian, ucapan syukur, tapi juga ratapan yang ditujukan kepada Allah.

Mama Yasinta di dalam gereja di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (31/04) sedang membuka alkitab.

Bagian ujung dari Mazmur yang dibaca Yasinta berbunyi, “Diriku Mengucapkan kepada Allah, gunung batuku: ‘Mengapa Engkau melupakan Diriku? Mengapa Diriku harus hidup berkabung di Dasar impitan musuh? Seperti tikaman maut ke dalam tulangku, lawanku mencela Diriku Sembari Mengucapkan kepadaku sepanjang hari, di mana Allahmu?'”

Selama ibadah, Mama Yasinta mengikuti ritus. Seperti umat yang lain, Yasinta menggoyangkan badannya ke kanan dan ke kiri, sembari bertepuk tangan mengikuti alunan Musik yang dibawakan dari Pentas gereja. Masker Yasinta menutup sebagian wajahnya.

Selama ibadah, Yasinta didampingi Lelaki berambut pendek di sisi kirinya. Lelaki itu memakai kemeja krem dan Kagak pernah melepaskan masker wajahnya Tamat dia dan Yasinta meninggalkan gereja itu.

Yasinta Moiwend bersama pria bermasker yang mendampingi sampai acara ibadah minggu selesai.

Lelaki ini Maju berada di sisi Yasinta. Dia menuntun Yasinta berjalan di antara kerumunan jemaat, Demi hendak bersalaman dengan pengurus gereja di pintu keluar—ritus penutup Dekat setiap denominasi Protestan.

Yasinta dan Lelaki ini Kagak berbincang dengan para jemaat lainnya di halaman gereja. Keduanya langsung berjalan ke sebuah mobil sedan berwarna gelap. Seorang petugas keamanan gereja membukakan pintu mobil itu Yasinta.

“Saya merasa pernah Menyaksikan dia [Yasinta] di televisi atau di Youtube,” kata petugas keamanan gereja itu, Demi ditemui BBC News Indonesia.

“Tapi saya kesampingkan itu karena tugas saya selama di depan gereja ini adalah Buat mengawal siapapun jemaatnya, agar mereka beribadah dengan nyaman, tenang, dan juga doanya tersampaikan,” kata dia.

Gereja Kristen Protestan beraliran kharismatik di Menteng yang didatangi Mama Yasinta untuk beribadah.

Satpam itu Mengucapkan, Yasinta Kagak pernah beribadah di gereja tersebut sebelumnya. Dia mengeklaim Menyaksikan Yasinta datang Serempak satu Perempuan Papua lainnya.

“Saya enggak begitu mendalami orang, detailnya kami Kagak tanya. Selama mereka beribadah dengan tenang dan Kagak Membangun keributan, kami akan jaga,” tuturnya.

Dalam video yang diunggah di media sosial gereja itu, BBC News Indonesia Menyaksikan bahwa “satu Perempuan Papua lainnya” yang disebut satpam itu merupakan figur yang sama dengan Perempuan yang berdiri di belakang Yasinta Demi berbicara kepada pers di Polda Metro Jaya, Jumat (29/05).

Perempuan itu bernama Eka Kora. Demi Yasinta membicarakan aduannya ke kepolisian kepada para wartawan di Polda Metro Jaya, Eka yang memakai kacamata dan menutup wajahnya dengan masker hitam.

Eka Kora, perempuan asal Timika, Papua Tengah mendampingi Mama Yasinta dalam di Jakarta.

Demi beribadah di gereja yang sama dengan Yasinta, penampilan Eka juga serupa. Dia memakai kacamata yang sama dan juga masker Paras. Noken berwarna merah, kuning, hijau, hitam, ungu melingkar di tubuh Eka.

Pertanyaannya, siapa Eka Kora? Eka bekerja di kantor Kementerian Keyakinan Kabupaten Mimika. Di instansi itu, statusnya adalah pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.

Paras dan keberadaan Eka terlihat di sejumlah unggahan media sosial instansi itu.

Pada 22 Mei Lampau atau Benar satu hari sebelum Yasinta pergi dari rumahnya di Wanam, Eka Kora terlihat mengikuti kegiatan kerja bakti “Rapi-Rapi” yang diadakan kantornya.

Papua Muda Inspiratif dibentuk dan dibina oleh Badan Intelijen Negara. Pembina Primer komunitas ini adalah I Gde Made Kartikajaya. Dia berkarier di institusi intelijen negara sejak 1995.

Jenderal TNI Angkatan Darat tersebut menjabat Deputi Bidang Intelijen Ekonomi BIN Demi dia meluncurkan program Papua Muda Inspiratif.

BBC News Indonesia telah berulang kali menghubungi dan mengirim pesan kepada Eka Kora, termasuk menanyakan relasinya dengan Yasinta maupun BIN. Tetapi dia Kagak memberikan tanggapan apapun.

Mama Yasinta saat turut serta dalam gugatan PSN di Mahkamah Konstitusi pada 2025 lalu.

Keberadaan Eka Kora Serempak Yasinta Moiwend di Jakarta dalam sepekan terakhir menjadi salah satu perbincangan Primer warganet di Papua. Belakangan, di tengah kontroversi itu, Eka Kora menyebar video Penjelasan ke media sosial. Melalui video itu, dia menyebut sejumlah bantahan.

“Waktu kebetulan saya berada di Jakarta, Mama Yasinta juga Terdapat di sana, tapi saya Kagak Paham-menahu tentang Mama Yasinta,” kata Eka Kora.

“Kebetulan saja kami Bersua di Jakarta. Mama seorang diri dan pas dia Menyaksikan saya, dia minta tolong,” tuturnya.

“Anak Dapat temani kah,” ujar Eka, mengeklaim mengulangi perkataan Yasinta kepadanya.

“Sebagai seorang anak Papua yang Menyaksikan mama minta tolong, saya iba dan saya menemani dia. Tau-taunya Terdapat media yang meliput,” kata Eka.

Saksikan juga

Aksi protes warnai Percakapan publik PSN di Papua

“Saya Kagak punya kepentingan di dalamnya. Saya juga Kagak terlibat dalam Sinema Pesta Babi. Murni, saya hanya menemani Mama Yasinta,” tuturnya.

Lebih dari itu, Eka Kora juga membantah Mempunyai Rekanan dengan Papua Muda Inspiratif—bertentangan dengan apa yang dia tunjukkan dan sampaikan kepada pers pada 2022.

“Saya bukan Personil Papua Muda Inspiratif,” ujarnya.

Makan bebek goreng di dekat rumah dinas pejabat

Setelah beribadah di gereja, Yasinta beranjak menuju sebuah kantin pinggir jalan.

Kami mengidentifikasi kantin itu berjarak Sekeliling 300 meter dari gereja, selemparan batu dari pintu masuk Masjid Sunda Kelapa.

Kantin ini berada di seberang rumah dinas Wakil Presiden. Lokasinya dikelilingi sejumlah rumah pejabat dan juga kantor lembaga negara.

Setelah duduk di kursi kayu di antara pengunjung lain, Yasinta dihampiri Lelaki bertopi, berjenggot putih. “Permisi ya Bu, Ibu mau siomay?” tanyanya.

Sejenak mata Yasinta menatap ke arah orang yang berada di balik kamera. “Siomay mau?” tanya Lelaki itu Kembali.

“Enggak,” kata Yasinta singkat, Sembari membenarkan letak maskernya.

Mama Yasinta saat makan di sebuah kantin di dekat Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat, tak jauh dari gereja, tempatnya beribadah.

Gambar video itu berganti Demi hidangan sudah di depan muka Yasinta: Nasi, bebek goreng, Paham, tempe, lengkap lalapan dan sambal.

“Bebek goreng, Nikmat banget saya makan,” kata Yasinta.

“Hari ini hari Minggu, saya ibadah Kembali. Saya rasa hati segar, Kagak Terdapat rasa Ragam beban,” katanya.

Orang di balik kamera kemudian mengajukan pertanyaan tentang dugaan perjalanan Yasinta menggunakan “jet pribadi yang mewah” dari Papua ke Jakarta.

“Itu Kagak Benar,” kata Yasinta. Dia mengeklaim “naik pesawat Normal, Serempak penumpang”.

BBC News Indonesia kembali mendatangi kantin tersebut beberapa hari kemudian, dan memverifikasi lokasi makan Mama Yasinta.

Dalam video itu, Yasinta bilang sudah “tujuh kali ke Jakarta” dan “Paham jalan-jalannya” di Jakarta.

“Saya di Jakarta bebas. Saya ke Bogor, saya jalan ke mana saja, saya bebas. Kagak Terdapat yang batasi saya,” ujarnya.

Dalam momen ini, Yasinta kembali mengulang keberatannya karena menjadi bagian dari Sinema Pesta Babi.

Dia juga menyampaikan pesan Buat keluarganya “di Merauke, di Wanam, dan di mana saja”.

“Jangan khawatir dengan saya. Saya di sini Terjamin-Terjamin saja. Jadi kalau Terdapat informasi yang masuk, Kagak sesuai, Kagak usah tanggapi,” katanya.

Kantin tepi jalan ini tak jauh dari pintu masuk Masjid Sunda Kelapa yang berada di antara kawasan rumah-rumah pejabat negara.

BBC News Indonesia mendatangi kantin tersebut, Selasa (02/05).

Seorang pedagang Mengucapkan Menyaksikan “orang Papua” yang makan pada Minggu, 31 Mei. Ia mengatakan Demi itu “ramai” yang mendampinginya.

“Saya Kagak hitung. Campuran [pria dan perempuan],” katanya.

Dari dua video yang beredar, kami Kagak Dapat mengidentifikasi jumlah orang yang menyertai Yasinta, Ahad itu.

Yang Niscaya setidaknya terdapat dua orang, Ialah pria berbaju krem yang duduk Serempak Yasinta di gereja dan Perempuan asal Mimika bernama Eka Kora.

Rekanan pengacara Yasinta dengan Gerindra

Yasinta didampingi setidaknya tiga advokat Demi mengadu ke Polda Metro Jaya, 29 Mei Lampau. Yang berdiri persis di samping Yasinta ketika Perempuan itu berbicara kepada sejumlah jurnalis adalah Tongku Solah Hamonangan Daulay.

Melalui sambungan telepon, Daulay Mengucapkan kepada jurnalis BBC News Indonesia bahwa dia Kagak mengetahui awal mula bagaimana Yasinta Dapat mengontaknya.

“Dia dapat nomor saya dan bertanya apakah Benar saya pengacara,” kata Daulay.

“Saya tegaskan kepada dia, saya advokat yang berkantor di Medan dan sesekali di Jakarta. Apakah dia dapat nomor saya dari pemberitaan Demi mendampingi Ahmad Dedi, saya Kagak Paham,” ujarnya.

Ahmad Dedi yang disebut Daulay adalah sosok yang menjabat fungsional madya di Direktorat Jenderal Bea Cukai.

Tongku Solah Hamonangan Daulay (kiri), Yasinta Moiwend (tengah) dan Eka Kora (kanan) saat laporan ke Polda Metro Jaya pada Jumat (29/05).

Daulay menjadi kuasa hukum Dedi yang dalam beberapa bulan terakhir diperiksa KPK sebagai saksi dalam kasus dugaan suap pengurusan impor barang dan bea masuk. Perkara ini menjerat perusahaan importir PT Blueray Cargo dan eks Dirjen Bea Cukai, Djaka Budhi Primer.

Klien Daulay ini tercatat menjabat sebagai bendahara di organisasi sayap Partai Gerindra, Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya. Berkas pengangkatan Dedi di organisasi itu diteken awal Juli 2024.

Majalah Tempo menulis dugaan bahwa Dedi juga menjadi staf Ahli di Badan Intelijen Negara dan Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan. Tetapi Daulay membantahnya.

Pejabat fungsional Bea Cukai Madya atau Ahli Madya pada Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan, Ahmad Dedi berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (8/5/2026). KPK memeriksa Ahmad Dedi sebagai saksi terkait kasus dugaan suap barang impor di lingkungan Direktorat Jenderal Bea Cukai.

BBC News Indonesia bertanya kepada Daulay apakah dia mengetahui perjalanan Yasinta dari Merauke menuju Jakarta. Tetapi dia Mengucapkan tak pernah mendalami informasi itu kepada Yasinta.

“Klien berangkat dari rumahnya, Kagak berhak kita mendengarkan itu. Kami hanya bersepakat, berdiskusi lebih awal dan teken surat kuasa. Setelah kami sepakat dan apa yang dikuasakan kepada saya, itulah yang saya kerjakan,” ujarnya.

“Kami, pengacara, Kagak seperti jurnalis yang Dapat menanyakan ‘Engkau berangkat dari mana dan dengan siapa’,” kata Daulay.

Selain berstatus advokat, Daulay merupakan Ketua Dewan Pengurus Cabang Sahabat Polisi Indonesia Kota Medan. Dia juga menjabat Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia di Kabupaten Padang Lawas Buat periode 2024-2029.

Daulay membenarkan relasinya dengan dua lembaga itu. Tetapi dia membantah bekerja Buat kepentingan militer. “Itu hoaks,” tuturnya.

Mama Yasinta dalam satu momen orasi di depan Istana negara, Jakarta, menyuarakan penyerobotan lahan adatnya pada 2025.

Selama menjadi kuasa hukum Yasinta, Daulay mengeklaim tak menerima bayaran apapun. Dia mengutip adagium berbahasa latin, officium nobile, yang bermakna, salah satunya, bahwa advokat adalah profesi yang mengutamakan keadilan.

“Saya berkeinginan dan terpanggil, terenyuh hati saya Buat mendampingi ibu ini [Yasinta],” ujarnya.

Selain Daulay, advokat lain yang mendampingi Yasinta ke Polda Metro Jaya adalah Feri Kurniawan. Di akun media sosialnya, Feri menyebut dirinya bekerja di firma hukum Ahmad Fatoni & Partners.

Pendiri firma hukum tersebut adalah Ahmad Fatoni, yang menjabat Wakil Sekretaris Lazim Bidang Advokasi Dewan Pengurus Pusat Partai Gerindra. Dia pernah menjadi salah satu kuasa hukum Prabowo Subianto dalam sengketa hasil Pemilihan Presiden 2024.

Yasinta (kanan) saat ditemani tim kuasa hukumnya, Tongku Solah Hamonangan Daulay (kiri), Feri Kurniawan (kiri belakang) dan Ramanda Ansori (kanan belakang).

Dalam keterangan tertulis, Feri mengatakan dirinya mendampingi Yasinta “berdasarkan surat kuasa Spesifik dan atas nama Yasinta”.

“Saya yang berprofesi sebagai advokat tentunya banyak Rekanan dan direkomendasikan sehingga saya dipercaya Buat menjadi penasehat hukumnya,” kata Feri.

Ia juga menegaskan, “Dan, terhadap perkara ini Kagak Terdapat kaitannya dengan AFP Law Firm”.

BBC News Indonesia juga menghubungi kantor Ahmad Fatoni & Partners. Di ujung telepon, orang yang menyebut diri sebagai admin kantor itu menyebut Feri Kurniawan sebagai “Kawan” di Ahmad Fatoni & Partners.

Tetapi dia menyebut keberadaan Feri Serempak Yasinta tak Terdapat hubungannya dengan firma hukum itu. “Bukan AFP (Ahmad Fatoni & Partners) yang menangani kasus itu,” ujarnya.

Satu advokat lain yang mendampingi Yasinta ke Polda Metro Jaya adalah Ramanda Ansori. BBC News Indonesia telah meminta konfirmasi kepada Ramanda terkait relasinya dengan Yasinta, tapi dia Kagak menjawab dan hanya memberikan nomor kontak Daulay.

Ramanda baru tiga tahun terakhir menjadi Personil Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi). Feri Kurniawan juga tergabung dalam organisasi ini. Adapun Daulay berstatus wakil sekretaris jenderal di perkumpulan advokat ini.

‘Mama dibawa tanpa izin dari kami, keluarganya’

Video Yasinta beribadah ke gereja dan makan bebek goreng beredar satu hari setelah sanak-saudaranya mengeluarkan tudingan bahwa Perempuan itu “diselundupkan tanpa sepengetahuan keluarga”.

“Kami sekeluarga merasa kehilangan Mama. Mama dibawa tanpa izin dari kami keluarga,” kata Esau, keponakan Yasinta, Sabtu (30/05).

Esau bilang, keluarganya Serius Yasinta “ditekan” Buat mengambil sikap 180 derajat terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) yang Demi ini Tetap berlangsung di Wanam dan Area lainnya di Papua Selatan.

“Jadi Mama membenturkan diri dengan mengikuti oknum-oknum yang Kagak bertanggung jawab Buat membenturkan atau memuluskan program PSN di atas tanah Papua ini Buat merusak hutan-hutan kami,” kata Esau.

Keluarga dari Mama Yasinta di Merauke saat memberikan keterangan tentang apa yang mereka sebut Mama "diselundupkan" ke Jakarta, Sabtu (30/05).

Berikut kronologi yang disarikan dari keluarga yang memberi Penjelasan:

Pukul 15.00 Waktu Papua, pihak keluarga baru menyadari Yasinta Moiwend hilang dari rumah. Telepon Yasinta tak Dapat dihubungi. Keluarganya panik, kemudian menyisir Kampung Wanam Tamat hari berikutnya.

Pada Copot ini, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berada di Kampung Wanam. Dia berkunjung ke Batalyon Infantri Teritorial Pembangunan 861/Maleo Kamur.

Unit militer ini dibentuk Kementerian Pertahanan Buat mendukung PSN swasembada pangan dan ketahanan Kekuatan di Wanam. Markas Yonif Maleo Kamur di Wanam berada di antara lahan satu juta hektare yang akan diubah pemerintah menjadi persawahan.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin berada di Kampung Wanam saat berkunjung ke Batalyon Infantri Teritorial Pembangunan 861/Maleo Kamur, Sabtu (23/05).

Sebelumnya, pada Januari Lampau, Sjafrie juga berkunjung ke Wanam dan Bersua para prajurit Maleo Kamur.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan, Brigjen Rico Sirait, membantah tudingan bahwa militer berperan dalam keberangkatan Yasinta ke Jakarta.

“Kagak Terdapat keterlibatan karena kami Kagak Mempunyai wewenang. Kami hanya memonitor,” ujar Rico di Jakarta kepada Tempo, 2 Juni Lampau.

Pagi, salah satu Personil keluarga mengatakan Yasinta berada di Pos Kopassus Mandala sejak Sabtu (23/05).

Desas-desus terdengar, Yasinta sudah terbang dengan jet Punya perusahaan yang menguasai PSN di Area itu. Hal ini telah dibantah oleh Yasinta melalui salah satu videonya.

Foto udara yang menunjukkan pelabuhan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Pangan di Wanam, Merauke, Papua Selatan. Foto diambil pada Desember 2025.

Keluarga Maju menghubungi Yasinta. Tapi nomornya Wafat.

Pukul 00:00 Awal hari, salah satu keluarga terkejut dengan sebuah video yang menunjukkan Yasinta berubah sikap atas PSN yang selama ini ia tolak.

Pihak keluarga didatangi pejabat distrik dan pejabat Pos Kopassus Mandala. Pihak keluarga sempat berbicara langsung dengan Yasinta melalui ponsel pejabat Pos Kopassus Mandala.

Dalam perbicangan, Yasinta meminta beberapa Personil keluarganya mengirim salinan KTP, Kartu Keluarga (KK) agar Dapat ikut terbang ke Jakarta. Alasannya, akan Bersua dengan Presiden Prabowo Subianto.

Foto udara yang menunjukkan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kawasan Pangan di Wanam, Merauke, Papua Selatan. Foto diambil pada Desember 2025.

Yasinta muncul di media-media nasional Buat melaporkan direktur LBH Pos Merauke, Teddy Wakum dengan Undang Undang Perlindungan Data Pribadi.

Kronologi dari pihak keluarga ini juga sudah banyak dimuat di media-media lokal di Papua.

Keponakan Yasinta lainnya, Ariston Moiwend “Kagak percaya” Yasinta punya Doku sendiri Buat biaya perjalanan ke Jakarta, termasuk membiayai penginapan, makan-minum, sewa tempat tinggal.

“Mama Normal jualan sayur di [Kampung] Wanam. Kalau laku, kalau Kagak laku ya bawa pulang. Tiket saja sudah mahal, Rp6 jutaan ke Jakarta… Niscaya kan Terdapat yang ngatur, Kagak mungkin jalan sendiri,” kata Ariston kepada BBC News Indonesia, Selasa (02/06).

Meskipun Yasinta sudah berkali-kali ke Jakarta, tapi selama kepergian ia selalu Serempak keluarga.

“Mama mana Paham ke Jakarta? Kalau ke Jakarta kan Normal sama-sama dengan kami,” Terang Ariston.

Garis

Jejak di Kampung Wanam Papua Selatan

Jurnalis BBC News Indonesia pernah mendatangi Kampung Wanam di Merauke pada 2025.

Wanam merupakan kampung kecil yang berada di sebelah barat daya pusat Kota Merauke. Area berpenduduk kurang dari 1.000 jiwa bukan daerah yang mudah disambangi. Akses ke Area ini Sekadar tersedia melalui dua jalur: air dan udara.

Dua opsi transportasi itu sama-sama Dapat ditempuh dari Merauke, ibu kota Papua Selatan, dengan durasi yang berbeda signifikan. Kalau udara, waktu tempuhnya di antara 45 menit Tamat satu jam. Sementara air—tepatnya via selat—durasinya lebih panjang: enam hingga delapan jam.

Jadwal pesawat sangat terbatas. Dalam seminggu, Sekadar terdapat tiga hari keberangkatan—Berkualitas dari Merauke maupun Wanam. Jamnya pun di pagi hari.

Lampau Buat transportasi air, keberangkatannya ditentukan dengan sistem penyewaan Bahtera Segera.

Wanam bukan distrik yang riuh. Dulu, daerah ini ramai berkat kehadiran perusahaan ikan. Setelah bangkrut, denyut kegiatan terhenti, dan akhirnya kembali menggeliat usai pemerintah menetapkannya menjadi Letak tanam padi berskala besar—di atas 1 juta hektare.

Peta kampung Wanam

Ratusan tentara ditempatkan di Wanam. Mereka diminta menjaga pembukaan hutan adat Buat lahan sawah—yang kemudian ditolak masyarakat Papua Asal Mula dianggap menghancurkan kehidupan mereka.

Tentara-tentara ini menempati aula bekas pabrik ikan di dekat dermaga. Saban hari, mereka gampang dijumpai di Dekat setiap sisi Wanam, mulai dari area pelabuhan, warung makan, pasar, Tamat dekat kawasan permukiman penduduk.

Pos-pos militer—berbentuk Yonif—dibangun pula di beberapa titik.

Permukiman penduduk tersusun dengan jarak yang cukup rapat, di samping terkonsentrasi di belakang dermaga.

Kondisi ini menyebabkan satu Kaum dan lainnya saling mengenal, termasuk memudahkan personel militer “mengawasi.”

Aktivitas penduduk Kagak jauh dari mengumpulkan ikan atau sayur-mayur, yang nantinya dijual di pasar lokal.

Sinyal komunikasi dipastikan tak Kukuh; kadang muncul, kadang amblas. Semakin menjauh dari pelabuhan, sinyalnya semakin lemah.

Garis

Monash University Indonesia memetakan percakapan media sosial tentang “Mama Yasinta”, “Mama Sinta” dan “Yasinta Moiwend”.

Analisis ini dimulai sejak video pertama Yasinta tersebar 23 Mei hingga pernyataan terbaru pejabat di Kementerian Pertahanan yang membantah keterlibatan TNI yang berkembang pada 02-03 Juni.

Penelitian ini menganalisis 52.000 cuitan di X, dan hasilnya menunjukkan “didominasi percakapan organik”.

Video ini mulai bersirkulasi di media sosial pada 23 Mei, dan mencapai puncak percakapan di X pada 25 Mei dengan lebih dari 5.000 cuitan.

Pertama, narasi yang muncul mengarah pada “pertanyaan etis”.

“Seputar persetujuan dan Pemanfaatan Bunyi masyarakat adat dalam media,” kata Ika Idris, profesor Madya sekaligus analis media sosial di Monash University Indonesia, Kamis (05/06).

Grafik percakapan tentang Mama Yasinta di X.

Kedua, Percakapan tentang Yasinta memicu perdebatan, spekulasi dan pergeseran pandangan di kalangan masyarakat Papua.

“Sebagian pihak menduga ia mungkin ditekan atau diberi Insentif, sementara yang lain berpendapat bahwa sikapnya yang baru mencerminkan keyakinan Rela akan manfaat proyek [PSN] tersebut bagi komunitasnya,” Terang Ika Idris.

Ia menambahkan, situasi ini menggarisbawahi kompleksitas yang dihadapi para pemimpin masyarakat adat dalam menyikapi proyek-proyek pembangunan yang kerap membawa implikasi sosial-politik yang signifikan.

Ilustrasi

Dalam periode ini, setidaknya terdapat tiga topik pembahasan warganet di X: laporan ke Polda Metro Jaya (29 Mei), dugaan keluarga Yasinta “diselundupkan” (30 Mei), dan video bantahan Yasinta (31 Mei).

Tiga momentum ini menjadi perbincangan lebih sengit dari video sebelumnya di X dengan 12.500 cuitan pada puncaknya di 31 Mei.

Narasi yang berkemnbang adalah Sinema Pesta Babi menjadi titik pusat kontroversi. Selain percakapan tentang pertanyaan etis pembuatan dokumenter, Percakapan di X juga memantik perbincangan lebih luas mengenai hak-hak masyarakat adat di Papua, khususnya dalam konteks Pemanfaatan lahan dan sumber daya alam.

“Diskursus seputar kasusnya mencerminkan tantangan yang dihadapi komunitas-komunitas adat dalam mempertahankan hak-hak mereka di hadapan kepentingan korporasi dan pemerintah yang kuat,” Terang Ika.

Peneliti dari Monash University Indonesia, Ika Idris menemukan adanya spekulasi sampai pergeseran pandangan di media sosial dalam perbincangan mengenai Mama Yasinta.

Di Instagram, penelitian Monash University mengambil sample 100 unggahan terkait Mama Yasinta.

Puncak percakapan terjadi 30 Mei Demi Perempuan Etnis Malind Anim ini melapor ke Polda Metro Jaya atas keberatan dirinya dalam Sinema Pesta Babi.

“Pengaduan hukumnya terhadap direktur LBH Papua Merauke menyoroti ketegangan yang Maju berlangsung antara hak-hak masyarakat adat dan representasi media,” Terang Ika.

Dalam menanggapi narasi yang berkembang, Pengarah adegan Sinema Pesta Babi, Dandhy Dwi Laksono, secara terbuka membela tindakannya dengan menegaskan dukungan terhadap advokasi Yasinta Buat hak-hak atas tanahnya.

Ia menekankan, niatnya bukan mengeksploitasi Imej Yasinta, melainkan menyoroti isu-isu Krusial yang dihadapi komunitas-komunitas adat.

Salah satu unggahan afiliasi di Instagram dengan kolaborator Sinema Pesta Babi, Dandhy juga membagikan antara “yang diributin” dan “yang dibahas di Sinema”.

Pesan kolaborator tim Film Pesta Babi atas narasi yang berkembang.

“Demi Mama Yasinta muncul ke publik membela tanah ulayatnya, kami yang ikut mendukungnya, menampakkan identitas Terang. Punya nama, punya Paras, punya lembaga”.

“Kini, Mama Yasinta dimunculkan ke publik oleh mereka yang malu-malu menunjukkan identitasnya. Tanpa nama, tanpa Paras,” katanya dalam akun Instagram. “Satu-satunya yang tampak Terang adalah siasat agar kita pelan-pelan kehilangan Pusat perhatian pada persoalan kolonialisme di Papua”.

Ilustrasi percakapan di sosial media.
  • Pernyataan pejabat Kemhan 03 Juni

Kementerian Pertahanan membantah tuduhan mengenai keterlibatan militer dalam pemindahan Yasinta Moiwend dari Merauke ke Jakarta, sebagaimana diberitakan media Kawan BBC News Indonesia, Tempo.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dan spekulasi tentang keselamatan serta kebebasannya, terutama mengingat aktivisme yang ia lakukan melawan proyek-proyek yang mengancam tanah-tanah masyarakat adat.

“Bantahan tersebut menggarisbawahi sifat sensitif keterlibatan militer dalam urusan sipil, khususnya di Area-Area yang Mempunyai sejarah konflik,” kata Ika.

Militer dilibatkan dalam proyek Food Estate di Merauke, masyarakat adat ‘ketakutan’

Selain itu, Ika Idris juga menyoroti kemunculan isu-isu lain yang waktunya beriringan dengan topik Mama Yasinta di media sosial, sebagai berikut:

25 Mei: Puncak percakapan medsos tentang keterangan Yasinta Kagak Terdapat konsen dalam pembuatan Sinema. Malamnya presiden bertolak ke Paris.

26 Mei: Presiden tiba di Paris dan kontroversi sapi qurban presiden.

29 Mei: Mama Yasinta ke polda metro jaya melaporkan pimpinan LBH Pos Merauke

30 Mei: Keluarga menyatakan Mama Yasinta putus komunikasi

Dino Patti Djalal dan Teddy Indra Wijaya: 1 Juni video Dino, Lampau 2 Juni video Teddy membalas Dino.

3 Juni: Kemenhan membantah bahwa TNI terlibat.

Selain Mama Yasinta, topik aktivis masyarakat sipil yang menjadi sorotan dalam dua bulan terakhir adalah kekerasan terhadap Andrie Yunus.

Kedua kasus ini, kata Ika Idris menjadi ujian komitmen pemerintahan Prabowo Subianto terhadap perlindungan kebebasan sipil.

Dalam kasus Andrie Yunus, Presiden Prabowo merespons dan menyatakan agar mengusut tuntas siapa yang “menyuruh dan membayar” pelaku yang telah teridentifikasi sebagai Personil TNI aktif.

Presiden juga mempertimbangkan pembentukan tim pencari fakta independen.

Salah satu adegan Dokumenter Pesta Babi saat masyarakat adat memasang Salib Merah atau Sasi sebagai tanda penolakan lahan mereka digusur.

Dalam kasus Mama Yasinta Moiwend, Kagak Terdapat pernyataan langsung dari presiden hingga Demi ini, kata Ika.

Keluarganya melaporkan putus komunikasi selama beberapa hari. Dugaan keterlibatan militer dalam pemindahannya dari Merauke ke Jakarta ditanggapi Kementerian Pertahanan melalui bantahan institusional, bukan presiden secara langsung.

“Kasus yang melibatkan Perempuan masyarakat adat dari Papua mendapat respons yang jauh lebih senyap dari tingkat tertinggi pemerintahan,” kata Ika.

Ia menambahkan, pola ini perlu dibaca sebagai bagian dari tren yang lebih luas bahwa masyarakat sipil Indonesia semakin menghadapi iklim di mana perlindungan negara bersifat selektif.

“Dan, di mana Bunyi-Bunyi yang paling rentan, seperti masyarakat adat Papua Tetap belum mendapat perhatian yang setara dari kepala negara,” katanya.

Kembali ke tanah Papua Selatan. Berminggu-minggu belakangan, perubahan sikap Yasinta mengundang banyak spekulasi.

Di tengah situasi ini, Pastor Pius Manu, Imam Katolik di Merauke yang mengenal Yasinta sejak berumur belia, turut serta mendampingi keluarga Yasinta karena mementingkan “keselamatan Mama Yasinta”.

Menurutnya, Demi ini Yasinta berada dalam posisi “yang berat”. Ia menyerukan agar siapapun mengembalikan Yasinta ke kampung halamannya.

“Berilah kesempatan kepada Mama Yasinta dan keluarganya, supaya mereka bicara dari hati ke hati,” katanya.