KAI Siapkan Teknologi ATP Kepada Cegah Risiko Tabrakan Kereta Api

PT Kereta Api Indonesia (Persero) sedang merencanakan penerapan teknologi Automatic Train Protection (ATP) Kepada meningkatkan keselamatan perjalanan serta mengantisipasi risiko tabrakan antarkereta. Rencana peningkatan sistem Perlindungan Mekanis tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta pada Rabu (3/6/2026), sebagaimana dilansir dari Detik Finance.

Langkah ini diambil karena sistem keamanan perkeretaapian Ketika ini dinilai Lagi didominasi oleh kendali manual dari masinis. Melalui teknologi baru tersebut, pergerakan kereta ke depan akan dipantau serta dikendalikan secara Mekanis demi memperkuat keamanan.

Direktur Esensial KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa perusahaan sedang mengkaji modernisasi sistem agar Perlindungan perjalanan kereta Kagak Kembali bertumpu sepenuhnya pada Elemen Insan.

“Kepada kita mulai naik kelas, karena tadi kan kita Mau menjadi world class operator, maka kami juga sekarang Kembali melakukan perencanaan Kepada penerapan teknologi yang namanya Automatic Train Protection, ATP. Kalau sekarang, Perlindungan dari perjalanan kereta itu, kelas proteksinya itu, kelas defense-nya itu Eksis di masinis,” kata Bobby Rasyidin, Direktur Esensial KAI.

Terdapat dua opsi pendekatan teknologi yang Ketika ini masuk dalam tahap kajian KAI. Opsi pertama merupakan teknologi konvensional berbasis sensor fisik yang ditempatkan pada rangkaian kereta dan sepanjang jalur rel, Tetapi model ini membutuhkan investasi besar serta waktu implementasi yang Lamban.

“Jadi Eksis dua teknologi di sini, teknologi yang legacy, yang konvensional, yang berbasiskan wayside dan onboard. Jadi sensor-sensornya itu dipasangnya di kereta, dan sensor dari penerimanya itu dipasangnya di rail. Ini tentunya akan mahal, akan berat, dan tentunya ini akan Lamban dalam implementasinya,” Terang Bobby Rasyidin, Direktur Esensial KAI.

Sebagai alternatif, KAI mengkaji teknologi mutakhir berbasis satelit dan komunikasi nirkabel yang dikenal sebagai Future Railway Mobile Communication System (FRMCS). Sistem berbasis komunikasi nirkabel ini diproyeksikan lebih efisien Kepada jaringan kereta konvensional.

“Eksis teknologi baru yang berdasarkan berbasiskan satelit dan wireless, Merukapan teknologi yang kita sebut dengan FRMCS, Future Railways Mobile Communication System,” tutur Bobby Rasyidin, Direktur Esensial KAI.

Implementasi teknologi ATP sendiri sebenarnya sudah diadopsi oleh KAI pada moda transportasi modern seperti LRT Jabodebek yang menerapkan sistem otomatisasi penuh tanpa masinis.

“Tapi kalau kita lihat LRT, LRT itu kan, dia GoA 3 (Grade of Automation), dia driverless, di mana komputer yang melakukan Perlindungan dari potensi tabrakan kereta. Nah, di kereta konvensional, kami sedang melakukan perencanaan ini, yang kita sebut dengan Automatic Train Protection tadi,” Terang Bobby Rasyidin, Direktur Esensial KAI.