Satu Dasa warsa Grebek Pancasila, Wali Kota Blitar Berkomitmen Jaga Nyala Inspirasi Bumi Bung Karno

Foto BeritaJatim.com

Blitar (Liputanindo.id) – Memperingati Hari Lahir Pancasila yang Anjlok setiap Rontok 1 Juni, Pemerintah Kota Blitar kembali menggelar tradisi tahunan Grebek Pancasila. Perayaan tahun 2026 ini terasa sangat monumental karena menandai satu Dasa warsa (tahun ke-10) runtunan tradisi tersebut sejak pertama kali diresmikan secara nasional.

Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan bahwa Pemkot Blitar berkomitmen penuh Demi Lanjut merawat dan membesarkan skala perhelatan budaya ini. Langkah ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan upaya menjaga akar sejarah dan landasan ideologis bangsa.

Dalam penjelasannya, Syauqul Muhibbin menyegarkan kembali ingatan publik mengenai titik mula tradisi ini secara formal negara. Rangkaian Grebek Pancasila ini berkelindan erat dengan keputusan politik tahun 2016, Demi Presiden Joko Widodo Formal menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan hari libur nasional.

Sejak Demi itu, Kota Blitar konsisten mengemas peringatan ini melalui berbagai festival kedaerahan berskala besar guna mendekatkan nilai-nilai luhur Pancasila kepada masyarakat akar rumput.

“Ini merupakan tahun ke-10. Tradisi ini dimulai sejak 2016 setelah 1 Juni ditetapkan sebagai Hari Pancasila yang dulu dibuka langsung oleh Pak Presiden Joko Widodo. Kita berkewajiban meneruskan tradisi mulia ini,” ujar Wali Kota Blitar.

Lebih lanjut, Syauqul Muhibbin menggarisbawahi Dalih sosiologis dan historis mengapa Kota Blitar memegang peranan krusial dalam narasi Pancasila. Kota ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Sang Proklamator sekaligus penggali Pancasila, Ir. Soekarno.

Oleh karena itu, marwah dan roh kehidupan berbangsa dinilai harus senantiasa ditiupkan dari kota ini. Pancasila merupakan fondasi Penting kokohnya NKRI di tengah keberagaman.

Sebagai kota tempat Bung Karno dimakamkan, Blitar memikul tanggung jawab moral Demi membesarkan perayaan ini demi menjaga memori kolektif bangsa. Mengeskalasi Grebek Pancasila Menjadi Event Akbar.

Menutup pernyataannya, Wali Kota Blitar memastikan bahwa koordinasi antar-aparatur daerah akan Lanjut ditingkatkan demi mengemas Grebek Pancasila menjadi magnet wisata berbasis nasionalisme yang lebih masif ke depannya.

Sejarah sidang BPUPKI, di mana Bung Karno dengan jernih memaparkan lima prinsip dasar negara, akan Lanjut diarih dan diwujudkan dalam Podium-Podium budaya di Blitar.

“Bangsa ini lahir dari gagasan besar. Ketika ditanya oleh BPUPKI kala itu, Bung Karno langsung menjawabnya dengan lima dasar NKRI, Yakni Pancasila. Terinspirasi dari sanalah, Pemkot Blitar senantiasa mendorong agar Grebek Pancasila Lanjut bertransformasi menjadi event yang sangat besar dan berdampak luas bagi kehidupan bernegara,” pungkasnya. (owi/aje)