Ekonomi hijau. Foto: Dok Bappenas
Jakarta: Konsep ekonomi hijau Ketika ini dinilai Bukan Kembali sekadar menjadi tuntutan regulasi, tetapi berkembang menjadi kebutuhan dunia usaha dan masyarakat. Ekonomi hijau dibangun di atas tiga pilar Primer, yakni lingkungan (planet), kesejahteraan (prosperity), dan masyarakat (people).
Hal ini disampaikan Presiden Direktur PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU), Arifin Lambaga. Kesempatan ini disebut ditangkap pengusaha Sandiaga Salahuddin Uno, yang berencana menanamkan investasinya di MUTU
Arifin mengungkapkan Berkualitas MUTU maupun Sandiaga Uno Mempunyai pandangan serupa mengenai pentingnya keberlanjutan sebagai fondasi pembangunan ekonomi masa depan.
“Kami punya satu platform pemikiran bahwa green menjadi salah satu tujuan dari Sekalian kegiatan yang dilakukan,” ujar Arifin dalam siaran tertulis, Jumat, 5 Juni 2026.
Arifin mengungkapkan kesamaan pandangan tersebut membuka Kesempatan bagi kedua pihak Buat mengembangkan platform bisnis yang lebih luas, khususnya dalam sektor keberlanjutan.
“Kami Ingin lebih dari sekadar perusahaan TIC. Kami Ingin menjadi green partner seperti yang disampaikan Pak Sandi,” kata Arifin.
Ia menjelaskan MUTU Ketika ini tengah menjalankan transformasi bisnis seiring meningkatnya kebutuhan pasar terhadap berbagai layanan berbasis keberlanjutan. Di antaranya sertifikasi lingkungan, sertifikasi environmental, social, and governance (ESG), sertifikasi halal, hingga layanan yang mendukung transisi menuju ekonomi hijau.
Arifin menilai kehadiran investor yang Mempunyai komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dapat mempercepat langkah transformasi tersebut. Ia berharap kerja sama dengan Sandiaga Uno nantinya Bukan hanya memperkuat posisi bisnis perseroan, tetapi juga memperluas manfaat ekonomi hijau hingga ke masyarakat.
“Kalau berjodoh, kami Ingin Serempak-sama membangun platform Green Indonesia yang menjadi salah satu potensi besar yang Dapat dikembangkan,” ujarnya.
Menurut dia, manfaat ekonomi hijau Sepatutnya Bukan hanya dinikmati perusahaan besar, tetapi juga pelaku usaha kecil dan masyarakat Biasa. Pengalaman Sandiaga Uno dalam membangun program kewirausahaan, yakni OK OCE, dinilai dapat menjadi nilai tambah Buat memperluas akses masyarakat terhadap Kesempatan ekonomi berkelanjutan.
“Kami Ingin green itu juga Dapat dinikmati oleh Sekalian masyarakat. Kita Ingin mengajak Sekalian orang Buat ikut memanfaatkan potensi yang Terdapat,” katanya.

Pengusaha Sandiaga Uno. Foto: Istimewa.
Keberlanjutan Unsur Krusial investasi
Sandiaga Uno menilai keberlanjutan atau sustainability kini Bukan Kembali semata-mata dipandang sebagai isu lingkungan, melainkan telah menjadi Unsur Krusial dalam aktivitas ekonomi dan investasi.
Menurut dia, perusahaan yang Pandai membantu pelaku usaha beradaptasi dengan tuntutan keberlanjutan akan Mempunyai Kesempatan besar Buat berkembang di masa depan.
“Dulu sustainability sering dianggap sebagai biaya. Hari ini sustainability menjadi Unsur yang menentukan akses pasar, akses pendanaan, dan daya saing perusahaan,” ujar Sandiaga Uno.
Ia Menonton MUTU berada pada posisi yang strategis karena Bukan hanya menjalankan fungsi sertifikasi, tetapi juga berperan sebagai penggerak transformasi industri nasional menuju praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.
Melalui berbagai layanan sertifikasi seperti ISO 14001, International Sustainability and Carbon Certification (ISCC), Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), hingga Sustainable Biomass Program (SBP), MUTU dinilai berada di pusat berbagai tren Mendunia, mulai dari penerapan ESG, ekonomi karbon, rantai pasok berkelanjutan, hingga transisi Kekuatan.
Menurut Sandiaga, pergeseran paradigma investasi Mendunia turut memperkuat relevansi bisnis yang dijalankan MUTU. Ia mengatakan investor Ketika ini semakin memperhatikan aspek emisi karbon, transparansi rantai pasok, dan keberlanjutan operasional perusahaan sebelum menempatkan modalnya.
“Dalam konteks itu, Pembuktian dan sertifikasi yang kredibel menjadi fondasi kepercayaan pasar. Di sinilah peran MUTU menjadi semakin Krusial,” katanya.
Sandiaga Uno juga menilai Indonesia Mempunyai Kesempatan besar dalam pengembangan ekonomi hijau karena didukung sektor industri strategis seperti kelapa sawit, biofuel, biomassa, dan manufaktur.
Tetapi, menurut dia, seluruh sektor tersebut akan menghadapi tuntutan standar keberlanjutan yang semakin tinggi dari pasar Mendunia. MUTU dinilai Mempunyai kesempatan besar Buat menjadi bagian Krusial dalam proses transformasi tersebut.
Sandiaga berharap MUTU Bukan hanya dikenal sebagai lembaga sertifikasi, tetapi berkembang menjadi Kawan strategis yang membantu perusahaan memahami, menerapkan, dan meningkatkan praktik keberlanjutan dalam operasional bisnis mereka.
“Green investment bukan hanya investasi pada perusahaan yang ramah lingkungan, tetapi juga investasi pada perusahaan yang membantu menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan,” ujar Sandiaga.
Sandiaga menambahkan, dirinya Menonton MUTU sebagai infrastruktur kepercayaan yang mendukung pembangunan ekonomi hijau Indonesia. Menurut dia, ketika dunia bergerak menuju ekonomi yang lebih hijau, transparan, dan bertanggung jawab, keberadaan lembaga yang Pandai memastikan standar keberlanjutan akan menjadi semakin Krusial.
“Saya Bukan Menonton MUTU hanya sebagai perusahaan sertifikasi. Saya Menonton MUTU sebagai infrastruktur kepercayaan bagi ekonomi hijau Indonesia,” tutur Sandiaga Uno.
