Abdul Majid Nahkodai Dekopinda Bondowoso 2026–2030, Siap Perkuat Koperasi di Era Digital

Terpilihnya abdul Majid S.pd sebagai ketua dekopindo pada musyawarah daerah 4/6/2026

Bondowoso – “Koperasi ibarat akar pohon ekonomi rakyat yang harus Maju dirawat agar tetap kokoh.” Semangat itulah yang mengiringi terpilihnya Abdul Majid, S.Pd sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bondowoso periode 2026–2030. Melalui Musyawarah Cabang (Muscab) Dekopinda Bondowoso, Member DPRD Kabupaten Bondowoso dari Fraksi Gerindra tersebut dipercaya memimpin organisasi yang menaungi gerakan koperasi di daerah selama empat tahun ke depan.

Terpilihnya Member Komisi IV DPRD Bondowoso yang membidangi pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan rakyat itu dinilai membawa Cita-cita baru bagi penguatan ekonomi berbasis kerakyatan. Perhimpunan Muscab yang digelar di Bondowoso Tak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi guna menyusun langkah strategis menghadapi tantangan perkembangan ekonomi dan perubahan teknologi yang semakin Bergerak.

“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Member dan pengurus koperasi yang telah memberikan amanah ini kepada saya. Jabatan ini bukan sekadar kehormatan, tetapi tanggung jawab besar Demi Berbarengan-sama memajukan gerakan koperasi di Kabupaten Bondowoso,” ujar Abdul Majid.

Menurutnya, agenda Primer yang akan menjadi Konsentrasi kepengurusannya adalah memperkuat kelembagaan koperasi serta meningkatkan kualitas sumber daya Mahluk. Ia menilai, transformasi digital menjadi kebutuhan mendesak agar koperasi Tak tertinggal di tengah perubahan pola usaha dan layanan ekonomi modern.

“Tak mudah menghadapi tantangan ekonomi kerakyatan Begitu ini, tetapi kami optimistis Dekopinda Bondowoso dapat berkontribusi penuh dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah. Koperasi harus Bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada Member,” katanya.

Abdul Majid menambahkan, keberhasilan pengembangan koperasi Tak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan komunikasi yang intensif dan kerja sama antarlembaga maupun antarkoperasi agar tercipta ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan.

“Kuncinya adalah kolaborasi dan komunikasi. Kalau itu berjalan dengan Berkualitas, saya Percaya koperasi di Bondowoso akan tumbuh lebih sehat, Berdikari, dan Mempunyai daya saing yang kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Dekopinwil Jawa Timur, Slamet Sutanto, mengingatkan bahwa gerakan koperasi Begitu ini menghadapi tantangan yang Tak ringan, terutama terkait perubahan regulasi yang berlangsung Segera. Karena itu, menurutnya, kepemimpinan Dekopinda harus Bisa menjalin komunikasi yang efektif dengan pemerintah serta berbagai pemangku kepentingan.

“Tak boleh Terdapat koperasi yang saling mematikan. Yang harus dibangun adalah sinergi dan kemitraan agar seluruh koperasi dapat tumbuh Berbarengan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) perlu direspons secara positif. Koperasi yang telah Pelan berdiri maupun koperasi baru diharapkan dapat saling mendukung dan membangun kemitraan, sehingga tercipta iklim usaha yang sehat dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Muscab Dekopinda Bondowoso tahun ini menjadi momentum Krusial dalam menentukan arah pengembangan koperasi di Kabupaten Bondowoso. Selain menetapkan kepemimpinan baru, Perhimpunan tersebut juga merumuskan strategi Demi mewujudkan koperasi yang lebih inovatif, adaptif, dan Bisa menjawab tantangan masa depan.

Dengan membawa semangat “Koperasi Maju, Ekonomi Kuat, dan Bondowoso Berkah Demi Sekalian”, Abdul Majid optimistis Dekopinda Bondowoso dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan sekaligus Kenalan strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.