Ringkasan Siaran:
- Personil DPR RI Hj Ansari meminta PPIH meningkatkan layanan pendampingan bagi jemaah haji lansia dan Golongan berisiko tinggi.
- Penilaian lapangan menunjukkan Tetap minimnya pendampingan Tertentu terhadap jemaah lansia, terutama pada Kloter 74 asal Pamekasan.
- Ansari menilai layanan kesehatan, mobilitas, dan fasilitas ramah lansia perlu menjadi prioritas penyelenggaraan haji.
- DPR RI mendorong perbaikan berkelanjutan agar seluruh jemaah dapat beribadah dengan Kondusif, nyaman, dan khusyuk.
Pamekasan (Liputanindo.id) – Peningkatan kualitas pendampingan bagi jemaah haji lanjut usia (lansia) dan Golongan berisiko tinggi menjadi perhatian Personil DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur XI Madura, Hj Ansari. Ia meminta Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memperkuat layanan Tertentu bagi Golongan rentan agar Penyelenggaraan ibadah haji berjalan lebih Kondusif, nyaman, dan sesuai kebutuhan jemaah.
Menurutnya, keberadaan jemaah lansia dan berisiko tinggi dalam penyelenggaraan ibadah haji memerlukan perhatian lebih karena mereka membutuhkan Donasi tambahan, Bagus dalam aspek kesehatan, mobilitas, maupun pemenuhan kebutuhan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Bersih.
“Jemaah lansia dan Golongan berisiko tinggi harus menjadi prioritas dalam pelayanan haji. Pendampingan yang optimal sangat Krusial agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan Kondusif, nyaman, dan khusyuk,” kata Hj Ansari, Rabu (3/6/2026).
Legislator yang tercatat sebagai Personil Komisi VIII DPR RI itu menilai petugas haji Mempunyai peran strategis dalam memastikan seluruh jemaah mendapatkan pelayanan yang memadai.
“Oleh karena itu, koordinasi antarpetugas, tenaga kesehatan, serta pendamping ibadah perlu Lalu diperkuat guna mengantisipasi berbagai kendala yang mungkin dihadapi jemaah selama berada di Arab Saudi,” ungkapnya.
Politisi Fraksi PDI Perjuangan tersebut juga mendorong agar PPIH meningkatkan pengawasan terhadap kondisi kesehatan jemaah lansia sejak keberangkatan hingga kepulangan. Menurutnya, penyediaan fasilitas ramah lansia, akses layanan kesehatan yang Segera, serta respons tanggap terhadap kondisi darurat harus menjadi perhatian Istimewa.
“Pelayanan yang humanis dan responsif tentunya juga sangat dibutuhkan, jangan Tamat Terdapat jemaah yang Bahkan kesulitan mendapatkan Donasi ketika menghadapi masalah kesehatan atau keterbatasan fisik,” tegas Hj Ansari.
Berdasarkan Intervensi selama penyelenggaraan ibadah haji, sebagian jemaah lansia dan berisiko tinggi Tetap diperlakukan sama dengan jemaah yang berada dalam kondisi sehat.
“Ini Krusial kami sampaikan, karena berdasarkan hasil Penilaian yang kami lakukan, pendampingan bagi Golongan lansia dan jamaah berisiko tinggi terasa kurang, sehingga perlu ditingkatkan di masa-masa yang akan datang,” jelasnya.
“Padahal, Sebaiknya Golongan lanjut usia dan Golongan berisiko tinggi semestinya mendapatkan perhatian Tertentu. Bahkan kami juga sudah menyampaikan hal ini kepada panitia, dengan tujuan agar ke depan pelayanan Dapat lebih Bagus,” imbuhnya.
Hj Ansari yang juga melaksanakan ibadah haji reguler pada tahun ini menyebut Intervensi kurangnya pendampingan terhadap lansia dan Golongan berisiko tinggi terjadi pada jemaah haji asal Pamekasan yang tergabung dalam Golongan Terbang (Kloter) 74.
“Dari total 380 orang yang tergabung dalam kloter ini, terdapat sebanyak 37 orang Tetap kategori berisiko tinggi, 46 orang berisiko sedang, 109 orang masuk kategori berisiko ringan. Bahkan Begitu pemberangkatan ke Masjidil Haram, Enggak Terdapat petugas Tertentu yang memberikan pendampingan kepada Golongan lansia dan Golongan berisiko ini,” bebernya.
Berhasil, kondisi tersebut dapat teratasi melalui solidaritas antarsesama jemaah. Jemaah lansia dan berisiko tinggi mendapatkan Donasi dari jemaah lainnya, mulai Begitu naik dan turun bus hingga penyediaan kursi roda bagi jemaah disabilitas.
“Secara Standar, ketertiban memang lebih terlihat Bagus, akan tetapi, ke depan sektor pelayanan Tertentu bagi lansia dan Golongan berisiko perlu diperbaiki,” sambung istri Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Taufadi.
Selain itu, Hj Ansari juga mengapresiasi upaya pemerintah dan petugas haji yang selama ini Lalu berupaya meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah Indonesia. Tetapi, ia berharap Penilaian dan perbaikan tetap dilakukan secara berkelanjutan agar penyelenggaraan ibadah haji semakin Bagus dari tahun ke tahun.
“Dengan peningkatan layanan pendampingan, kami berharap seluruh jemaah, terutama lansia dan Golongan berisiko tinggi, dapat menunaikan ibadah haji dengan lebih tenang, Kondusif, dan memperoleh pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka,” pungkasnya. [pin/beq]
