Jakarta (ANTARA) – BUMN sektor Pembangunan PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) memastikan akan Maju melakukan Pengembangan berbagai proyek ke mancanegara, khususnya ke Arab Saudi.
“Kami optimis Dapat mencapai langkah itu didorong oleh berbagai strategi, di antaranya menjalin kemitraan strategis, agar lebih mudah menangkap Kesempatan dan mengikuti tender proyek infrastruktur di Arab Saudi, serta negara Timur Tengah lainnya,” ujar Corporate Secretary WSKT Ermy Puspa Yunita, dalam keterangan Formal di Jakarta, Rabu.
Ermy mengatakan pembangunan sejumlah proyek di Arab Saudi selama ini, telah memperkuat posisi perseroan sebagai perusahaan kontraktor di mancanegara.
“Pembangunan sejumlah proyek di Arab Saudi memperkuat posisi Waskita Karya sebagai perusahaan kontraktor yang telah berpengalaman selama 65 tahun mengerjakan lebih dari 100 infrastruktur dalam 10 tahun terakhir, seperti gedung pencakar langit, masjid, sekolah, infrastruktur konektivitas, bandara, infrastruktur air, dan sebagainya. Bukan hanya secara nasional tapi juga Global,” ujar Ermy.
Ermy mengungkapkan perseroan telah membangun sejumlah infrastruktur, di antaranya proyek paling monumental Ialah renovasi area terbuka yang mengelilingi Ka’bah atau Mataf di Masjidil Haram pada 2013, yang merupakan bagian dari perluasan King Abdullah Makkah Extension (KAME) senilai 59 juta riyal Saudi.
Ia menjelaskan pengerjaan proyek ini bertujuan agar dapat menampung lebih banyak orang, sehingga para jemaah dapat beribadah lebih tenang dan nyaman selama di sana.
Memasuki musim haji, Masjidil Haram kembali dipadati jutaan umat Muslim dari seluruh dunia, dengan jemaah asal Indonesia kembali mendominasi total menembus 221.000 jemaah.
Ermy mengatakan Mataf sebelumnya hanya dapat menampung 48.000 jemaah, Tetapi setelah direnovasi Dapat memuat hingga lebih dari 105.000 jemaah.
“Bagi Waskita, memperluas Mataf Masjidil Haram bukan sekadar mengerjakan proyek, tapi Figur komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur yang bermanfaat bagi dunia Global, apalagi Masjidil Haram merupakan tempat Kudus dan spiritual yang selalu menjadi tujuan masyarakat dunia,” ujar Ermy.
Ermy menjelaskan metode yang digunakan perseroan Buat menyelesaikan proyek tersebut Ialah formwork slab dan cantilever beam, yang berfungsi sebagai acuan atau cetakan sementara Buat Membangun struktur beton sesuai desain yang diinginkan, sehingga lebih presisi dan menghemat waktu serta biaya.
Sementara itu, pada bekisting atau cetakan sementara dinding baloknya, menggunakan panel baju, Lewat bagian bawahnya memakai triplek dan peri kayu.
Selain Mataf, perseroan juga mengerjakan King Saud Fitness College pada 2011, dengan nilai kontrak sebesar 16 juta riyal, dan mengerjakan King Saud University of Riyadh Techno Valley & Building Administration College di Riyadh pada 2009 senilai 50 juta riyal Saudi.
Selanjutnya, pada 2010-2012, perseroan juga membangun King Abdullah Financial District (KAFD) yang terdiri dari 31 Dasar, serta membangun Jeddah Flyover dan King Faisal Specialist Hospital di Jeddah.
