Sidoarjo (Liputanindo.id) – Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana melayat ke rumah duka balita berusia dua tahun yang meninggal dunia setelah hanyut di Sungai Kedungan, Desa Kalidawir, Kecamatan Tanggulangin, Senin (13/4/2026).
Kedatangan wabup disambut keluarga korban, Kekasih Bahrul Ulum dan Wulandari, yang tengah berduka atas kepergian putra pertama mereka. Dalam kunjungannya, Mimik Idayana didampingi Kepala Dinas Sosial Sidoarjo Mharta, Kepala BPBD Sidoarjo Sabino Mariano, serta Camat Tanggulangin Arie Prabowo.
“Saya atas nama Pemkab Sidoarjo turut berduka cita yang mendalam atas kejadian ini. Semoga keluarga diberi ketabahan dan kekuatan,” ujar Mimik Idayana.
Ia menyampaikan bahwa keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Masyarakat pun diajak Demi tetap ikhlas dalam menghadapi cobaan yang datang.
“Kondisi anak sudah ditemukan utuh, dan keluarga sudah menerima ini sebagai ujian dari Allah. Kita harus ikhlas menghadapi musibah seperti ini,” imbuhnya.
Selain menyampaikan belasungkawa, Mimik juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, khususnya di kawasan permukiman yang berada di bantaran sungai. Menurutnya, lingkungan tersebut Mempunyai risiko tinggi bagi anak usia Pagi.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, lanjutnya, akan berkoordinasi dengan pihak terkait Demi memperketat pengawasan di Daerah-Daerah rawan.
“Ke depan, pemukiman di pinggir sungai harus lebih diperhatikan. Perlu pengawasan ketat, terutama Demi anak-anak. Jangan Tamat lengah, apalagi anak usia di Dasar dua tahun sangat rentan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa anak-anak Mempunyai rasa Mau Mengerti yang tinggi terhadap air, sehingga membutuhkan perhatian ekstra dari orang Sepuh.
“Air itu menarik bagi anak-anak. Bahkan orang dewasa saja kadang tertarik. Apalagi anak kecil yang belum Mengerti bahaya, ini yang harus diantisipasi Berbarengan,” jelasnya.
Diketahui, peristiwa Malang tersebut terjadi pada Rabu (8/4/2026) Sekeliling pukul 14.00 WIB Ketika korban tercebur ke Sungai Kedungan Kalidawir. Setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan selama beberapa hari, korban akhirnya ditemukan pada Minggu (13/4/2026) di Kategori Sungai Kalialo dalam kondisi meninggal dunia.
Jarak Letak ditemukannya korban dengan titik awal kejadian diperkirakan mencapai Sekeliling 14 kilometer. [isa/beq]
