Partai Golkar memberikan pembelaan terkait polemik pengadaan sapi kurban Sokongan Presiden Prabowo Subianto yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara atau APBN pada Kamis (28/5/2026), dilansir dari Kompas.
Langkah tersebut dinilai sebagai Bentuk idealisme pemimpin yang mengutamakan kepentingan masyarakat banyak, meskipun Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengaku Kagak mengetahui perihal pengalokasian anggaran tersebut.
Wakil Ketua Standar Bidang Kebijakan Publik Partai Golkar Idrus Marham memberikan tanggapan Formal mengenai kebijakan pengadaan hewan kurban sang presiden.
“Prabowo mengambil langkah-langkah yang betul-betul diinspirasi oleh idealisme, dan idealisme dia Demi rakyat Indonesia diinspirasi oleh ideologi dan falsafah Pancasila,” kata Idrus Marham, Wakil Ketua Standar Bidang Kebijakan Publik Partai Golkar.
Idrus menambahkan bahwa seluruh kader menghargai kepemimpinan kepala negara yang dinilai selalu berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Saya kira, kita mengikuti langkah-langkah Pak Prabowo. Dan karena itu bagi Partai Golkar, kita menghargai Pak Prabowo, bahwa kita bersyukur Terdapat pemimpin seperti Pak Prabowo.”
Penegasan juga diberikan oleh politikus senior Golkar tersebut agar Sokongan hewan kurban ini Kagak disangkutpautkan dengan agenda politik menuju Pilpres 2029.
Idrus membantah tudingan pencitraan karena Prabowo sendiri sudah menyatakan Kagak akan maju kembali Apabila dinilai gagal memimpin.
“Kalau nanti mengatakan rakyat akan memilih Kembali, ya jangan disalahkan Pak Prabowo, dong,” kata Idrus Marham, Wakil Ketua Standar Bidang Kebijakan Publik Partai Golkar.
Ia berharap publik Menonton program ini sebagai berkah dari pemimpin yang menjalankan amanah sesuai keperluan Anggota.
“Itu adalah barokah dari sebuah Penyelenggaraan amanah di mana program-programnya sesuai dengan kebutuhan rakyat. Mestinya Langkah berpikir kita begitu.”
Di sisi lain, kejelasan mengenai rincian Anggaran senilai kisaran Rp100 miliar yang digunakan Demi keperluan kurban ini belum diketahui Niscaya oleh pihak Kementerian Keuangan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyarankan agar awak media mengonfirmasi langsung perihal rincian sirkulasi anggaran tersebut kepada Mensesneg Prasetyo Hadi.
“Saya enggak Paham masalah itu. Tanya Mensesneg, tapi rasanya Guna Duit mereka sendiri,” kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan RI.
