Komdis PSSI Denda Persebaya Rp25 Juta, Arema FC Rp75 Juta

Foto BeritaJatim.com

Jakarta (Liputanindo.id) – Komite Disiplin (Komdis) PSSI kembali menjatuhkan Denda kepada sejumlah klub peserta Super League musim 2025/2026. Dalam sidang yang digelar pada 10 Februari 2026, beberapa klub dikenai denda akibat pelanggaran regulasi disiplin dan ketertiban pertandingan.

Denda tersebut berkaitan dengan kehadiran suporter tim tamu di stadion, penyalaan flare oleh penonton, hingga akumulasi kartu kuning pemain dan ofisial.

Dalam keterangan resminya, Komite Disiplin PSSI menyebutkan bahwa seluruh keputusan diambil berdasarkan laporan pengawas pertandingan dan perangkat pertandingan yang bertugas.

Persebaya Surabaya dijatuhi Denda denda sebesar Rp25.000.000. Hukuman tersebut terkait pertandingan Bali United FC vs Persebaya Surabaya yang berlangsung pada 7 Februari 2026 dalam lanjutan Super League 2025/2026.

Pelanggaran terjadi karena adanya suporter Persebaya sebagai suporter tim tamu yang hadir di stadion. Kehadiran suporter tim tamu Lagi menjadi perhatian serius regulator kompetisi demi menjaga keamanan dan ketertiban pertandingan.

Sementara itu, Bali United FC menerima Denda denda yang lebih besar, yakni Rp60.000.000. Hukuman ini dijatuhkan akibat insiden penyalaan dua flare oleh penonton di Tribun Utara dan Tribun Timur setelah pertandingan berakhir pada laga yang sama, 7 Februari 2026.

Penyalaan flare dinilai melanggar regulasi keamanan dan keselamatan pertandingan yang telah ditetapkan operator Perserikatan dan PSSI.

Sementara itu, Arema FC juga masuk dalam daftar klub yang disanksi dalam sidang Komdis PSSI. Pada pertandingan Persija Jakarta vs Arema FC Lepas 8 Februari 2026, klub berjuluk Singo Edan tersebut dikenai denda Rp25.000.000 karena adanya suporter Arema sebagai suporter tim tamu yang hadir di stadion.

Selain itu, tim Arema FC turut menerima Denda tambahan berupa denda Rp50.000.000. Hukuman tersebut diberikan karena dalam pertandingan tersebut terdapat empat pemain dan satu ofisial yang menerima kartu kuning. (faw/aje)