Umat Islam Memuliakan Hari Jumat demi Menjemput Ampunan Allah

Hari Jumat merupakan waktu yang dimuliakan Allah SWT serta memegang kedudukan istimewa dalam ajaran Islam. Dilansir dari Terang, momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Islam Demi berkumpul di masjid guna menunaikan shalat Jumat, menyimak Petunjuk Religi, dan menguatkan dzikir.

Kehadiran hari Jumat berfungsi sebagai pengingat di tengah kesibukan dunia agar kaum Muslimin kembali memperkokoh iman. Banyak karunia yang dilimpahkan pada hari ini, mulai dari pengabulan doa, penghapusan dosa, hingga pelipatan pahala amal kebaikan.

Oleh karena itu, setiap Muslim dianjurkan memperbanyak ibadah, membaca Al-Qur’an, bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW, serta memperbaiki Rekanan antarsesama Insan. Pemahaman terhadap kemuliaan hari Jumat sebagai sayyidul ayyam diharapkan Bisa menumbuhkan kesadaran Demi menjaga Sopan santun ibadah tersebut.

الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، mَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.

قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلٰوةِ مِنْ يَّوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا اِلٰى ذِكْرِ اللّٰهِ وَذَرُوا الْبَيْعَۗ ذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ

Peningkatan rasa syukur kepada Allah SWT atas limpahan nikmat iman, kesehatan, umur panjang, dan kesempatan menghadiri shalat Jumat harus senantiasa diwujudkan. Rasa syukur yang sejati Kagak sekadar diucapkan melalui lisan, melainkan dibuktikan lewat kesungguhan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi Pelarangan-Nya.

Banyak kaum Muslimin terbiasa menunaikan shalat Jumat setiap pekan, tetapi belum seluruhnya memahami sejarah serta keagungan hari tersebut. Jumat bukan sekadar pergantian kalender, melainkan hari berkumpulnya umat yang dipenuhi rahmat sekaligus simbol persatuan Mendunia.

Sebelum datangnya Islam, masyarakat Arab Jahiliyah mengenal hari ini dengan Julukan “‘Arubah”. Pada waktu itu, mereka berkumpul Demi memamerkan status sosial, kekuatan Spesies, perdagangan, hingga pementasan syair dan hiburan duniawi.

Setelah Islam datang, tradisi tersebut diubah menjadi hari yang Kudus Demi dzikir, ibadah, dan persaudaraan. Allah SWT kemudian memerintahkan orang-orang beriman Demi menghentikan segala aktivitas perdagangan dan kesibukan dunia ketika azan Jumat berkumandang.

Firman Allah SWT:

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila telah diseru Demi melaksanakan shalat pada hari Jumat, maka segeralah Engkau mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih Berkualitas bagimu Kalau Engkau mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah: 9).

Ayat ini menegaskan bahwa perkara akhirat wajib didahulukan daripada urusan dunia. Keagungan hari Jumat di sisi Allah SWT membuatnya disebut sebagai “Sayyidul Ayyam” atau penghulu segala hari.

Rasulullah SAW bersabda:

سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ

“Penghulu seluruh hari di sisi Allah adalah hari Jumat.”

Sejarah mencatat berbagai peristiwa besar terjadi pada hari Jumat, termasuk penciptaan Nabi Adam AS, waktu beliau dimasukkan ke surga, diturunkan ke bumi, hingga wafatnya. Bahkan, hari kiamat kelak juga akan berlangsung pada hari Jumat.

Di samping itu, terdapat satu waktu mustajab pada hari Jumat yang Membangun doa seorang hamba akan dikabulkan oleh Allah SWT. Ketentuan ini berlaku sepanjang doa yang dipanjatkan bukan Demi kemaksiatan atau memutus tali silaturahim.

Membaca Surah Al-Kahfi menjadi salah satu amalan Primer yang dianjurkan karena Allah akan memancarkan Terang di antara dua Jumat bagi pelakunya. Selain itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak shalawat karena Jumat merupakan hari terbaik Demi bershalawat.

Rasulullah bersabda:

أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ

“Perbanyaklah membaca shalawat kepadaku pada hari Jumat.”

Ibadah shalat Jumat juga Mempunyai keutamaan besar sebagai sarana pembersih dosa-dosa kecil yang dilakukan di antara dua Jumat, asalkan dosa-dosa besar tetap dijauhi oleh hamba tersebut.

Rasulullah SAW bersabda:

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ كَفَّارَاتٌ لِمَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ

“Shalat lima waktu dan Jumat ke Jumat berikutnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya selama dosa besar dijauhi.”

Peringatan keras diberikan bagi orang yang meremehkan atau meninggalkan shalat Jumat tanpa Argumen syar’i, karena tindakan tersebut dapat menyebabkan hati seseorang tertutup dari hidayah. Hari Jumat juga mengajarkan kesetaraan umat Islam yang berdiri dalam satu saf tanpa Menyantap status sosial.

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْبَشَرِ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى_اللهِ، فَإِنَّ الْمُتَّقِيْنَ هُمُ الْفَائِزُوْنَ.

Upaya memaksimalkan hari Jumat dapat diwujudkan dengan datang lebih awal ke masjid, menguatkan dzikir, bersedekah, menjaga silaturahim, serta memperbanyak pembacaan shalawat kepada Rasulullah SAW.

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا صَلُwا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.

اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا.

اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفِتَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَاحْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيْسِيَا وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ سُوْءٍ وَفِتْنَةٍ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.

فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.