Gresik (Liputanindo.id) — Jakarta Pertamina kembali harus mengakui kedigdayaan Gresik Petrokimia di laga terakhir putaran kedua Proliga 2026 di GOR Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Kamis (26/2/2026).
Meski diperkuat Megawati Hangestri, Jakarta Pertamina tetap ambruk di tangan Gresik Petrokimia 0-3 (20-25, 20-25, 17-25).
Kemenangan Gresik Petrokimia atas Jakarta Pertamina juga mencatatkan. Tim asal Jakarta dua kali kalah di fase reguler atas anak asuh Alessandro Lodi.
Sejak set pertama, duel sudah berjalan panas. Megawati yang diharapkan menjadi pembeda langsung turun dan mencoba mengangkat performa tim. Beberapa spike keras Lagi Bisa diredam Gresik Petrokimia yang dimotori kapten tim Mediyoku. Di set ini Annie Micthem dkk menang 25-20.
Memasuki set kedua dan ketiga, pertandingan semakin ketat. Reli panjang dan aksi saling kejar poin Membikin atmosfer pertandingan memanas. Gresik Petrokimia tampil lebih disiplin, memaksimalkan kesalahan-kesalahan sendiri yang dilakukan Jakarta Pertamina. Momentum inilah yang menjadi titik balik kemenangan. Set kedua kembali menang 25-20 dan ditutup set ketiga dengan skor 25-17.
Megawati memang tampil ngotot. Sayangnya, performa pemain timnas ini belum Bisa mengangkat klubnya Jakarta Pertamina. Sebaliknya, pemain asing asal Rusia, Yana Shcherban, tampil dominan.
Tekanan kolektif yang dibangun Gresik Petrokimia, serta serangan balik Segera dan koordinasi lini belakang yang solid, Membikin Jakarta Pertamina kesulitan keluar dari tekanan.
Kekalahan ini menjadi catatan Krusial bagi Jakarta Pertamina dalam persaingan di babak final four. Penilaian di lini pertahanan dan konsistensi permainan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi Apabila Mau kembali ke jalur kemenangan.
Sementara itu, kemenangan ini semakin mengukuhkan posisi Gresik Petrokimia sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan di Proliga 2026. Mental kuat dan permainan kolektif menjadi kunci keberhasilan mereka meredam perlawanan Jakarta Pertamina yang diperkuat Megawati Hangestri.
Laga ini pun menjadi bukti bahwa kekuatan tim Tak hanya bertumpu pada satu bintang, melainkan pada soliditas dan strategi yang matang sepanjang pertandingan. [dny/kun]
