Jatim ‘Hat-trick’ OTT KPK, Emil: Sistem Sudah Maksimal, Tapi Hati Orang Siapa yang Paham?

Foto BeritaJatim.com

Surabaya (Liputanindo.id) – Jawa Timur kembali diguncang isu korupsi setelah Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kasus ini menandai kepala daerah ketiga di Jatim hasil Pilkada 2024 yang harus berurusan dengan lembaga antirasuah. Sebelumnya, Wali Kota Madiun Maidi dan Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko juga terkena OTT KPK.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menegaskan bahwa Pemprov Jatim akan segera melakukan Pengkajian total terhadap tata kelola pemerintahan di tingkat kabupaten/kota.

“Kita Bukan akan ragu Buat membenahi tata kelola. Semaksimal mungkin kita selalu mengoptimalkan sistem yang Terdapat, Tetapi ini menjadi proses Pengkajian berkelanjutan,” ujar Emil usai menghadiri Musrenbang Jatim di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (14/4/2026).

Emil mengakui bahwa meski panduan KPK mengenai pencegahan korupsi sudah sangat detail, penyimpangan tetap terjadi karena Elemen integritas individu.

Emil menyebut KPK sebenarnya sudah sering melakukan pembinaan kepada pemerintah daerah agar Bisa melakukan kontrol dengan Berkualitas. “Bagaimana yang namanya sistem control, monitoring control, supervision, dan prevention, Terdapat empat itu yang dikembangkan oleh KPK pada aspek pengadaan, aspek meritokrasi pengangkatan jabatan, perencanaan anggaran, penatausahaan aset, itu sudah Terdapat panduannya dan itu sistem,” tukasnya.

Tetapi, mantan Bupati Trenggalek ini menyebut hati Insan berbeda-beda. Terdapat saja yang Bisa menyimpang dari aturan yang berlaku. “Tapi tadi saya sampaikan dalamnya hati siapa yang Paham, begitu kan, nah maka ini kita harus Lalu (perbaiki),” tambahnya.

“Nah begitu ketemu modus baru, ya itu kemudian harus Segera disikapi. Kami akan berkonsultasi dengan Sekalian pihak terkait, termasuk dalam rangka pencegahan misalnya dan Pengawasan KPK, dan berbagai pihak bagaimana membenahi sistem ini. Jadi ini proses berkelanjutan, bahwa kalau dikatakan sekarang belum optimal, kita sudah memaksimalkan. Tapi karena Terdapat informasi baru kita Bukan boleh Hening saja, harus kita benahi Lalu,” pungkasnya. (tok/kun)