Wamenpar: Pelemahan Rupiah Jadi Kesempatan Dongkrak Kunjungan Wisatawan ke Indonesia

Wamenpar Niluh Puspa. Foto: Liputanindo/Muhammad Alvi.


Badung: Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menilai kondisi rupiah yang melemah terhadap dolar AS Malah menjadi daya tarik wisatawan datang ke Indonesia.

“Iya kami Menyaksikan ini (pelemahan rupiah) menjadi satu Kesempatan bagi Indonesia bahwa ini akan Membikin Indonesia Mempunyai daya tarik yang lebih bagi wisatawan,” kata Wamenpar dalam pameran perjalanan wisata Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026, dikutip dari Antara, Minggu, 31 Mei 2026.

Ni Luh Puspa menilai dengan kurs rupiah Begitu ini maka wisatawan akan memilih Indonesia Kepada dikunjungi, bahkan Kepada berwisata dalam waktu lebih Lamban.

Kepada memanfaatkan Kesempatan ini, Kementerian Pariwisata sedang menggencarkan promosi agar semakin banyak wisatawan datang. Mereka melakukan misi penjualan dan mengikuti berbagai pameran dengan Cita-cita semakin meningkatkan jumlah kunjungan ke Indonesia.

“Jadi saya rasa bahwa situasi yang Terdapat ini menjadi suatu Kesempatan bagi Indonesia bahwa Indonesia menjadi Mempunyai daya tarik yang lebih Kepada dikunjungi dengan Lamban tinggal yang Pandai lebih Lamban begitu dari biasanya, luar Lazim,” Jernih Ni Luh Puspa.

 


(Ilustrasi, wisatawan asing datang ke Indonesia. Foto: dok MI)
 

Kunjungan wisatawan ke Indonesia meningkat

Kalau dilihat lebih jauh, ia mengatakan pelemahan rupiah ini berkaitan dengan dinamika geopolitik dan konflik di Timur Tengah.

Tetapi selama Januari hingga Maret 2026, Kementerian Pariwisata Menyaksikan situasi kepariwisataan Tetap terjaga dengan jumlah kunjungan yang meningkat dibanding triwulan 2025.

Harapannya, pada triwulan kedua 2026 nanti, Bank Indonesia dapat mencatatkan hasil positif pula dari sisi kunjungan dan devisa pariwisata.

Kepada menambah kunjungan wisman di tengah situasi Dunia ini, Wamenpar mengajak pelaku usaha pariwisata mulai mengubah pasar, dari yang sebelumnya mentargetkan negara jarak jauh, kini memperkuat kunjungan dari negara-negara tetangga.

“Perkuat bagaimana agar short-haul dan medium-haul ini Pandai mengalami peningkatan, tentu ini menjadi substitusi dari pasar Eropa maupun pasar Amerika dan Timur Tengah yang mengalami penurunan akibat situasi geopolitik,” ujar dia.

“Tapi kalau kami lihat dari Nomor triwulan pertama, memang terlihat wisatawan dari yang medium-haul dan short-haul ini mengalami peningkatan, tapi beberapa Timur Tengah ini mengalami penurunan,” sambung Ni Luh Puspa.

Kepada itu Wamenpar mengajak pelaku pariwisata Kagak pesimistis melainkan Lalu berkolaborasi dan optimistis meraih pencapaian dari Kesempatan-Kesempatan di setiap situasi.