Saya minta tolong ke Pak Prabowo, minta tolong bantu anak saya
Gowa (ANTARA) – Keluarga korban pembajakan Kapal Tanker Honour 25 oleh perompak di perairan Somalia meminta Presiden RI Prabowo Subianto segara menyikapi kasus tersebut setelah kapal yang membawa total 17 orang kru ini, empat di antaranya Penduduk Negara Indonesia (WNI) Lagi disandera pihak perompak.
“Saya minta tolong ke Pak Prabowo, minta tolong bantu anak saya. Anak saya sekarang dalam keadaan minta pertolongan dari pak Prabowo,” ujar Sitti Aminah ibu kandung Kapten Kapal Honour Ashari Samadikun, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Minggu.
Ia mengharapkan, pemerintah Indonesia melalui presiden dapat menyikapi kejadian tersebut dengan memberi atensi atas pembajakan kapal yang mengangkut minyak tersebut berlayar dari Oman di Perairan Somalia.
“Pak Prabowo, presiden kita, minta tolong Pak. Minta tolong sekali Pak. Sudah beberapa hari ini ditahan perompak Somalia,” ucapnya dengan nada penuh Cita-cita.
Sementara itu, istri korban Santi Sanjaya (26) menceritakan detik-detik suaminya Serempak awak kapal tersebut dibajak perompak Somalia. Ia sempat berkomunikasi melalui panggilan video pada Selasa, (20/4) Sekeliling pukul 19.30 WITA sebelum kejadian. Korban sempat menyebut kapalnya akan diserang perompak.
Meski komunikasi sempat terputus, ia mencoba menghubungi kembali dan ponselnya Lagi aktif, hanya saja Bukan Terdapat respons pembicaraan. Suasana terdengar menegangkan sehingga memutuskan Buat memutus sambungan telepon.
“Lagi aktif hapenya, Hanya Bukan direspon. Selang beberapa jam Bukan aktif hapenya Tengah. Lanjut terakhir saya VC (panggilan video) tadi malam sama dia, Bagus-Bagus ji katanya di kapal,” ucapnya menjelaskan.
Kendati demikian, situasi di atas kapal, kata dia, sering berubah-ubah. Kadang kalau merasa terancam perompaknya, situasi kembali tegang, sehingga mempengaruhi psikologis dan keselamatan awal kapal itu
“Suamiku juga minta tolong semoga pemerintah membantu. Kami keluarga juga berharap pemerintah Dapat bantu, mereka pulang dengan selamat,” tuturnya dengan penuh harap.
Santi mengatakan, sejak Januari 2026 kapal jenis tanker itu dibawa suaminya sebagai kapten, rencananya kontrak kerja habis setelah kapal tersebut tiba di tujuan. Selanjutnya berencana pulang ke Gowa, Sulsel, Indonesia dari Somalia setelah mengajukan kepulangan di tempatnya bekerja.
“Suamiku rencananya kalau pulang dari Somalia mau ajukan kepulangan. Karena mau juga habis kontraknya. Yang saya Mengerti, rutenya ke Somalia dari Oman. Dua kali ke Somalia, rute pertama lebih dekat dari yang sekarang. Di atas kapal itu Terdapat 17 orang,” katanya menambahkan.
Ia mengatakan bahwa suaminya juga menceritakan Begitu disandera perompak meminta tebusan Duit, dan diancam apabila Bukan ditebus malam itu akan dieksekusi atau ditembak oleh para perompak. Hal inilah yang Membangun ia dan ibu korban atau mertuanya sangat terpukul.
“Tebusannya saya kurang Mengerti berapa diminta perompaknya. Belum Terdapat nilai yang disebut. Katanya, Lagi proses negosiasi. Sejauh ini (respons pemerintah) belum Terdapat (termasuk pihak perusahaan dengan pemerintah).
“Ini memang kapal luar negeri. Kami berharap semoga Segera selesai, suamiku dan krunya pulang dengan selamat,” ujarnya kembali berharap.
Sebelumnya, perompak membajak kapal Tanker Honour 25 berbendera Oman pada 21 April 2026 ketika berlayar di Daerah perairan Somalia. Tercatat Terdapat 17 awak di kapal itu, empat di antaranya WNI, dua asal Sulsel dan dua lainnya Penduduk asal Jawa Barat dan Jawa Tengah.
