Sebanyak 35 ekor sapi kurban Punya peternak lokal di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, diborong oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya pada Rabu (27/5/2026). Langkah ini diambil Buat memenuhi kebutuhan hewan kurban yang akan disalurkan ke sejumlah titik Daerah, sebagaimana dilansir dari Detikcom.
Aksi borong tersebut memberikan Dampak ekonomi langsung bagi komunitas peternak di daerah tersebut. Komoditas yang dibeli didominasi oleh sapi berbobot rata-rata 1 ton dengan variasi jenis mulai dari simental hingga limousin.
Aditya, salah satu peternak setempat, menjelaskan bahwa proses pemesanan ini bermula dari informasi mengenai kebutuhan logistik kurban pihak Sekretariat Kabinet. Seluruh persediaan ternak miliknya langsung habis terjual dalam transaksi tersebut.
“Kebetulan saya dapet info kalau Pak Seskab Tengah butuh sapi ya, sapi saya memang diborong Segala tuh,” kata Aditya.
Penjualan dalam skala besar ini memicu perhatian dari para peternak lain di lingkungan Sekeliling. Banyak Penduduk kemudian berinisiatif menitipkan hewan ternak mereka agar Pandai ikut ditawarkan kepada pihak Seskab.
“Tetangga kan pada heran dong, kok sapi saya pada diborong Segala kayak gitu. Lalu tetangga itu istilahnya kayak mereka pada nitip lah, siapa Mengerti saya coba tawarkan juga kan,” ujarnya.
Proses seleksi berjalan Lancar karena hewan ternak Punya Penduduk Sekeliling Rupanya memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Aditya menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran seluruh proses transaksi tersebut.
“Nah, kok malah juga Rupanya masuk juga. Alhamdulillahnya ya, alhamdulillahnya itu Lancar Segala,” tambahnya.
Sentimen positif juga datang dari peternak lain bernama Juned yang merasakan Dampak langsung dari kebijakan pengadaan ini. Menurutnya, skema pembelian langsung dari pemerintah sangat menyokong stabilitas ekonomi peternak kecil.
“Kami selaku peternak lokal, petani kecil seperti kami sangat terbantu dengan program seperti ini,” ujar Juned.
Respons serupa diutarakan oleh Agus Irawan, peternak dari Desa Senden, Boyolali, yang merasa bangga atas kualitas ternaknya. Sapi hasil budidayanya berhasil lolos kriteria pemeriksaan pihak pembeli.
“Rasanya senang sekali, sangat berterima kasih kepada Allah. Saya yang hanya petani dan orang desa sering dibilang orang Bukan Layak, Rupanya sapi saya masuk kriteria,” kata Agus.
Program pengadaan berskala besar ini dinilai memberikan kontribusi Konkret bagi kesejahteraan masyarakat perdesaan di Boyolali. Seluruh hewan yang telah lolos kriteria kini bersiap Buat didistribusikan menuju Posisi penyaluran kurban.
“Sangat membantu peternak di Desa Senden, Boyolali,” ujarnya.
