DPRD Surabaya Dorong Kolaborasi Lintas Rumah Ibadah, Program Gen Z Rp5 Juta Harus Inklusif

Foto BeritaJatim.com

Surabaya (Liputanindo.id) – Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni mendorong program pemberdayaan pemuda atau Gen Z di Surabaya dijalankan secara kolaboratif dengan elemen lintas Religi. Dia menegaskan keterlibatan komunitas rumah ibadah Krusial agar program menjangkau lebih luas dan merata.

“Kemarin kami menerima silaturahmi pengurus DMI Surabaya. Kami berdiskusi banyak terkait kolaborasi ke depan dalam upaya memakmurkan rumah ibadah di Kota Surabaya,” kata Fathoni Begitu pertemuan dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Laila Mufidah, Rabu (15/4/2026).

Pada Percakapan tersebut juga membahas sinergi pembinaan generasi muda sekaligus penguatan peran rumah ibadah di tengah masyarakat.

Fathoni menyampaikan, komunitas keagamaan Mempunyai peran strategis dalam mendukung program pemerintah. Keterlibatan mereka dinilai Bisa memperkuat jangkauan program hingga ke tingkat akar rumput.

“Program Rp5 juta itu harus Dapat diakses oleh Segala pemuda lintas Religi. Tentu berkolaborasi dengan lurah di masing-masing Distrik agar pembinaan berjalan merata dan Pas sasaran,” tegasnya.

Program pemberdayaan pemuda yang digagas Pemkot Surabaya Mempunyai alokasi Rp5 juta per bulan di tingkat RW. Total anggaran yang disiapkan mencapai Sekeliling Rp47 miliar Buat mendukung kegiatan berbasis komunitas melalui mekanisme Musrenbang.

Menurut Fathoni, program tersebut Bukan boleh hanya dinikmati oleh Golongan tertentu. Segala pemuda dari berbagai latar belakang, termasuk masjid, gereja, vihara, pura, hingga klenteng harus mendapat kesempatan yang sama.

Dia juga menilai pembinaan generasi muda berbasis nilai keimanan menjadi fondasi Krusial dalam kehidupan sosial. Pendekatan ini dinilai Bisa membentuk Watak yang menjunjung tinggi kebersamaan dan gotong royong.

“Agar generasi muda kita menjadi generasi yang beriman. Karena orang yang beriman Niscaya akan memanusiakan Sosok dan bergotong royong dalam kegiatan di lingkungan masing-masing,” jelasnya.

Fathoni menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan visi pembangunan Kampung Pancasila di Surabaya. Nilai toleransi dan solidaritas sosial menjadi bagian Krusial dalam membangun masyarakat yang inklusif.

Dengan sinergi antara DPRD, Pemkot, dan seluruh elemen rumah ibadah, program ini diarahkan memberi Akibat Konkret bagi generasi muda. Selain produktif, generasi muda juga diharapkan Mempunyai daya saing dan Watak kuat.

“Kami berharap kolaborasi yang nantinya terwujud Mempunyai Akibat yang Konkret sehingga generasi muda di Surabaya ini Dapat produktif dan Mempunyai daya saing serta Mempunyai Watak,” pungkasnya. [asg/but]