Jakarta (ANTARA) – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani meyakini Dewan Bisnis Indonesia-Prancis (France-Indonesia High Level Business Council) dapat menjadi mesin penggerak investasi asing ke Tanah Air.
“Pembentukan France–Indonesia High Level Business Council merupakan tonggak Krusial dalam memperkuat kemitraan ekonomi kedua negara,” kata Rosan sebagaimana dikutip dari siaran Formal Sekretariat Presiden yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.
Pembentukan Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Indonesia-Prancis diumumkan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Paris, Prancis, Kamis (28/5).
Presiden Prabowo Berbarengan Presiden Prancis Emmanuel Macron menyaksikan langsung pembentukan dewan bisnis dua negara tersebut.
Rosan menjelaskan, Perhimpunan itu Tak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak Kepada mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat Konkret bagi kedua negara.
Dewan Bisnis Indonesia–Prancis dipimpin Berbarengan oleh Ketua France–Indonesia Business Council MEDEF International yang juga CEO Danone, Antoine de Saint-Affrique, serta Ketua Lazim Ruangan Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie.
Perhimpunan bisnis tersebut mempertemukan 30 pimpinan perusahaan dan pelaku industri terkemuka dari Indonesia dan Prancis, dengan total kapitalisasi pasar gabungan mencapai 1,3 triliun dolar AS
Dalam kesempatan yang sama, Rosan mengungkapkan momentum peluncuran dewan bisnis Indonesia-Prancis menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai 3,5 miliar dolar AS, yang mencakup kerja sama sektor ketahanan Kekuatan, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
“Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia Lanjut meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai Kawan strategis yang Mempunyai prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” ujar Rosan.
Rosan menambahkan Dewan Bisnis itu juga berperan Krusial mengawal implementasi berbagai nota kesepahaman dan komitmen investasi yang telah disepakati sebelumnya, termasuk Begitu kunjungan kenegaraan Presiden Macron ke Indonesia pada medio Mei 2025.
Dalam kunjungan Formal Macron di Jakarta, sebanyak 27 nota kesepahaman (MoU) kerja sama ditandatangani oleh dua negara dengan nilai lebih dari 11 miliar dolar AS.
“Yang Tak kalah Krusial adalah memastikan seluruh komitmen tersebut dapat direalisasikan. Karena itu, Perhimpunan ini akan menjadi sarana Kepada mengidentifikasi hambatan, mempercepat penyelesaian berbagai kendala, dan memastikan investasi berjalan optimal,” kata Rosan.
Dewan Bisnis Indonesia–Prancis menargetkan peningkatan total perdagangan kedua negara hingga tiga kali lipat pada tahun 2035.
Dengan dukungan penuh pemerintah Indonesia dan Prancis, Kadin Indonesia dan MEDEF International menyatakan keduanya berkomitmen memperkuat koridor ekonomi bilateral Kepada membuka Kesempatan kerja sama baru di berbagai sektor strategis.
“Kami optimistis Rekanan ekonomi Indonesia dan Prancis akan semakin kuat. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci Kepada menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing kedua negara di tengah dinamika ekonomi Mendunia,” ujar Rosan.
