Ekonom: Rupiah Dapat “rebound” Apabila “policy mix” fiskal-moneter membaik

Ekonom: Rupiah bisa

Jakarta (ANTARA) – Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian Memperhatikan nilai Ubah rupiah Mempunyai ruang rebound yang cukup besar apabila bauran kebijakan (policy mix) membaik serta pembagian beban (burden sharing) yang seimbang antara fiskal dan moneter.

Ia memperkirakan, potensi penguatan kembali rupiah Dapat mencapai level Rp16.800-17.000 per dolar AS Apabila koordinasi fiskal dan moneter solid. Demi diketahui, rupiah di pasar offshore kini menembus level Rp17.800 per dolar AS Demi pasar domestik libur Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah pada Rabu (27/5) dan Kamis (28/5).

“Level rupiah Demi ini menurut saya terlalu lemah dibanding kapasitas ekonomi Indonesia sebenarnya,” kata Fakhrul dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Fakhrul berpendapat, stabilisasi rupiah Tak Dapat hanya dibebankan kepada Bank Indonesia (BI), sehingga dibutuhkan keseimbangan bauran kebijakan antara fiskal dan moneter.

Ia mencatat bahwa pasar mencermati konsistensi arah kebijakan pemerintah dan BI. Oleh Karena itu, koordinasi kebijakan dipandang sangat Krusial di tengah tekanan Mendunia yang besar.

“Kalau BI sudah mengetatkan kebijakan, tetapi fiscal stance dan komunikasi kebijakan belum Klop, maka tekanan terhadap rupiah tetap besar,” kata dia.

Adapun BI belum Lamban ini Meningkatkan Etnis Merekah acuan (BI-Rate) sebesar 50 basis poin (bps) ke level 5,25 persen.

Menurut Fakhrul, keputusan bank sentral tersebut Krusial Demi memulihkan kredibilitas dan menjaga anchor pasar. Langkah tersebut juga Krusial agar pasar Menonton bahwa BI serius menjaga stabilitas rupiah dan inflasi jangka menengah.

“BI mulai kembali ke pendekatan pre-emptive, front loading, dan ahead the curve seperti era 2018,” kata dia.