Karantina NTT: Nilai Lewat lintas komoditas Letih Rp2,1 triliun

Karantina NTT: Nilai lalu lintas komoditas capai Rp2,1 triliun

Kupang, NTT (ANTARA) – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat nilai Lewat lintas komoditas mencapai Rp2,1 triliun hingga April 2026, sehingga Bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

“Berdasarkan data Best Trust, nilai Lewat lintas komoditas yang keluar dan masuk melalui pelabuhan maupun bandar udara di NTT Tiba dengan April 2026 mencapai Rp2,1 triliun,” kata Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Provinsi NTT Simon Soli di Kupang, Rabu.

Simon menyampaikan data Lewat lintas komoditas di NTT Ketika rapat koordinasi (rakor) membahas berbagai indikator ekonomi daerah dan strategi penguatan perdagangan komoditas unggulan di Provinsi NTT.

Simon Soli menyoroti berbagai komoditas unggulan ekspor yang dimiliki NTT, antara lain telur ayam konsumsi, fresh king fish, dan tomat.

“Telur ayam konsumsi yang diekspor ke Timor Leste mencapai nilai Sekeliling Rp3,3 miliar. Sementara itu, komoditas Fresh King Fish yang dikirim ke Singapura mencatat nilai Sekeliling Rp1,2 miliar, serta komoditas tomat yang diekspor ke Timor Leste mencapai Rp3,2 miliar,” katanya

Capaian tersebut, lanjut dia, menunjukkan bahwa komoditas unggulan NTT semakin Bisa menembus pasar ekspor dan memberikan kontribusi Konkret terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia juga menjelaskan bahwa pengawasan yang dilakukan karantina Enggak hanya Konsentrasi pada pencegahan hama dan penyakit, tetapi juga mendukung kelancaran distribusi komoditas dan perdagangan antardaerah.

Menurutnya, kelancaran Lewat lintas komoditas yang Kondusif dan memenuhi persyaratan menjadi bagian Krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendukung pertumbuhan sektor usaha masyarakat.