Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Liputanindo.id/Duta Erlangga.
Jakarta: Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimistis Sasaran pendapatan negara pada 2026 dapat tercapai seiring membaiknya kinerja penerimaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Ia menilai perbaikan kinerja penerimaan mulai terlihat setelah pemerintah melakukan restrukturisasi di DJP dan DJBC.
“Jadi, kelihatannya Sasaran tahun ini (2026) akan Bagus. (Kinerja) Bea Cukai juga akan bagus juga, jadi kita sudah Menyaksikan hasil dari proses restrukturisasi di pajak dan di Bea Cukai,” ungkap Purbaya Ketika ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 28 Mei 2026.
Kinerja itu turut dioptimalkan dengan pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang mendukung peningkatan efisiensi dan optimalisasi penerimaan negara.

(Ilustrasi penghitungan APBN. Foto: dok MI)
Implementasi Coretax mulai menunjukkan hasil positif
Bendahara Negara itu juga menyoroti implementasi sistem Coretax yang dinilai mulai menunjukkan hasil positif meski Tetap menuai sejumlah keluhan dari wajib pajak (WP).
“Jadi, harusnya sih lebih efisien. Kalau anda lihat Coretax yang dulunya banyak di protes. Sekarang juga Tetap Terdapat protes, tapi kan udah sedikit. Tapi kinerja Coretax Dapat meningkatkan pendapatan dari pajak yang kurang cukup signifikan. Karena dengan Coretax, semuanya dihitung Nyaris Mekanis. Jadi, orang enggak Dapat lari,” ujar dia.
Adapun Sasaran Pendapatan Negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 ditetapkan sebesar Rp3.153,6 triliun.
Sementara itu, realisasi pendapatan negara hingga April 2026 tercatat mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen secara tahunan (yoy).
