Pabrik pengolahan limbah sawit PalmCo. Foto: dok PalmCo.
Jakarta: Upaya mencari sumber Kekuatan alternatif pengganti bahan bakar fosil impor mulai mengarah ke sektor perkebunan sawit.
Kekuatan hasil pengolahan limbah kelapa sawit itu diproyeksikan dapat menjadi substitusi LPG impor sekaligus memperkuat bauran Kekuatan baru terbarukan nasional.
Direktur Istimewa PTPN IV PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, pengembangan Bio-CBG menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam mengoptimalkan limbah sawit menjadi Kekuatan bernilai tambah tinggi.
Selama ini limbah sawit identik dengan persoalan lingkungan. Sekarang pendekatannya berubah. Limbah Bahkan Bisa menjadi sumber Kekuatan baru yang bernilai ekonomi sekaligus mendukung ketahanan Kekuatan nasional,” kata Jatmiko, dalam keterangan tertulis, Rabu, 27 Mei 2026.
Menurut dia, proyek Berbarengan BRIN difokuskan pada pengolahan limbah Likuid pabrik kelapa sawit (palm oil mill effluent atau POME) dan biomassa tandan Hampa menjadi biomethana berkadar tinggi. Gas tersebut kemudian dimurnikan hingga Mempunyai spesifikasi menyerupai gas bumi.
“Bio-CBG ini pada dasarnya merupakan ‘kembaran hijau’ dari CNG. Fungsinya sama
dan Bisa digunakan sebagai alternatif pengganti LPG maupun bahan bakar fosil lainnya,” terang Jatmiko.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut penggunaan Kekuatan berbasis gas dalam
negeri lebih kompetitif karena sumber daya dan industrinya tersedia di Indonesia.

Bangun 17 Instalasi Bio-CBG
PalmCo Demi ini tengah menyusun peta jalan pengembangan Kekuatan hijau berbasis sawit. Salah satu proyek yang sedang berjalan ialah pembangunan fasilitas Bio-CBG di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tinjowan, Sumatra Utara.
Bekerja sama dengan perusahaan Kenalan, Perusahaan menargetkan pembangunan 17 instalasi Bio-CBG hingga 2029. Sedangkan pada tahun ini, PalmCo merencanakan peletakan batu pertama atau groundbreaking Kepada delapan proyek baru.
“Ini kami lakukan bertahap. Harapannya, fasilitas pengolahan limbah sawit Kagak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga gas siap Mengenakan yang Bisa dimanfaatkan sektor industri maupun transportasi,” ujar dia.
Dalam proses alami, limbah Likuid sawit melepaskan gas metana yang Mempunyai Akibat emisi lebih besar dibanding karbon dioksida. Karena itu, penangkapan metana Kepada diolah menjadi Kekuatan dipandang Bisa menekan emisi sekaligus menciptakan sumber Kekuatan alternatif.
Audit Teknologi di Riau
Dari sisi teknologi, BRIN melakukan audit Kekuatan dan Pengkajian teknis di sejumlah fasilitas PalmCo, termasuk di Pabrik Kelapa Sawit dan Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) Sei Pagar, Riau.
Kepala Pusat Riset Teknologi Proses BRIN Hens Putra mengatakan, sektor sawit Mempunyai potensi besar Kepada mendukung agenda transisi Kekuatan nasional apabila limbahnya dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Kekuatan menjadi prioritas nasional. Kajian ini bukan hanya menghitung potensi Kekuatan, tetapi juga meningkatkan efisiensi agar pengolahan limbah sawit lebih optimal dan berkelanjutan,” ungkap Hens.
Menurut dia, pengembangan Bio-CBG berbasis sawit sejalan dengan agenda pembangunan rendah karbon karena Bisa menekan emisi metana dan menghasilkan produk turunan lain yang bernilai tambah.
BRIN juga Menonton Kesempatan pengembangan kawasan Penemuan berbasis industri sawit atau technopark yang mengintegrasikan riset, pengolahan limbah, dan pengembangan Kekuatan baru terbarukan.
“Kami berharap model ini nantinya Bisa direplikasi secara nasional dan menjadi Misalnya pengembangan Kekuatan berbasis sawit di Indonesia,” ujar dia.
Sementara itu, Peneliti Kekuatan BRIN Samuel Pati Senda menjelaskan, hasil audit lapangan di fasilitas PTBg cofiring Sei Pagar menunjukkan peningkatan efisiensi produksi gas metana. Produksi metana tercatat meningkat dari rata-rata 36.706 normal meter kubik (Nm3) per bulan pada 2025 menjadi Sekeliling 46.683 Nm3 per bulan pada periode pengujian 2026.
“Data itu menunjukkan teknologi pengolahan limbah sawit Kepada Kekuatan sudah cukup;matang dan layak direplikasi dalam skala lebih besar,” kata Samuel.
Menurut dia, pemanfaatan limbah sawit menjadi Bio-CBG Kagak semata-mata terkait penyediaan Kekuatan alternatif, tetapi juga bagian dari penerapan ekonomi sirkular di industri perkebunan.
“Limbah yang sebelumnya menjadi sumber emisi kini Bisa diubah menjadi Kekuatan Bersih. Jadi Terdapat manfaat lingkungan sekaligus manfaat ekonomi,” kata dia.
Pengembangan biomethana berbasis sawit juga dinilai dapat memperkuat Sasaran pemerintah mencapai bauran Kekuatan baru terbarukan sebesar 23 persen. Di tengah tantangan transisi Kekuatan dan tingginya impor LPG, pengolahan limbah sawit menjadi “kembaran hijau” gas alam mulai dipandang sebagai salah satu solusi yang realistis dari sektor agroindustri nasional.
