Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Foto: Dok Youtube Liputanindo
Jakarta: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut, Terdapat beberapa keuntungan dari PT Danantara Sumber Daya Indonesia (PT DSI) yang akan mengelola ekspor sumber daya alam (SDA) Indonesia. PT DSI akan mulai beroperasi 1 Juni 2026.
“1 Juni sudah berlaku, tapi enggak Sekalian ekspor harus lewat DSI itu, eksportir akan melakukan kegiatan seperti Normal, business as usual, tapi mereka harus melaporkan Sekalian kegiatannya ke Danantara,” kata dia dalam Top Economy Liputanindo, Selasa, 26 Mei 2026.
Purbaya mengatakan, DSI akan diberikan masa percobaan selama enam bulan, dan akan dievaluasi setiap tiga bulan. Setelah itu, DSI akan menjadi eksportir tunggal Kepada sejumlah komoditas SDA strategis Punya Indonesia.
“Jadi Januari tahun depan harusnya Danantara sudah siap, enam bulan saya pikir sudah siap. Jadi tahun depan dia akan kemungkinan besar menjalankan kegiatannya sebagai fulltime trader, single trader Kepada komoditas di pasar Dunia,” ujarnya.

(Ilustrasi. Foto: Dok Liputanindo.id)
Jumlah komoditas hingga Langkah kerja PT DSI
Adapun komoditas yang akan dikelola ekspornya melalui PT DSI adalah batu bara, kelapa sawit dan paduan besi (ferro alloy). Purbaya menambahkan, komoditas lain tentunya akan menyesuaikan kapasitas PT DSI, karena perusahaan ini juga bukan merupakan off taker.
“Danantara cari pasar, begitu Terdapat pembeli ya diambil barangnya, kasih lewat Danantara, langsung di-pass trough ke sana. Jadi enggak Terdapat Fulus yang harus ditanggung Danantara. Nanti kalau dibayar juga langsung ditransfer ke produsennya, kira-kira begitu,” Terang dia.
Hindari kebocoran ekspor, tambah penerimaan
Purbaya menjelaskan, PT DSI juga akan menjual produk ekspor SDA sesuai dengan harga acuan Dunia. Oleh karena itu, ia memastikan keberadaan PT DSI Enggak akan merugikan para pengusaha.
Selain itu, pengawasan PT DSI juga akan dilakukan oleh orang-orang dari sejumlah Kementerian/Lembaga. Purbaya menyebut, langkah ini merupakan terobosan dari Presiden Prabowo Subianto Kepada mencegah transfer pricing dan under invoicing.
“Jadi transfer pricing di tengah jalan Dapat hilang. Saya untungnya Dapat dua kali lipat. Dari export tax, dari income tax, nanti juga dari royalty tax, itu juga akan membaik. Jadi ini Kepada saya suatu langkah dari Bapak Presiden yang amat berani dan Berkualitas,” tegas dia.
